Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Implan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PRA PEMASANGAN IMPLAN DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga Berencana (KB) adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dalam memenuhi hak reproduksi, membentuk keluarga dengan usia yang ideal, mengatur jumlah kehamilan yang diinginkan, mengatur jumlah anak, serta menentukan usia melahirkan yang sesuai guna membangun kesejahteraan anak (BKKBN, 2021). Kontrasepsi Implan bisa menjadi salah satu pilihan metode pengendalian kehamilan jangka panjang. Implan berbentuk kapsul silastik yang mengandung hormon progestin, dan ditempatkan di bawah kulit. Aromaterapi merupakan metode terapi komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan spiritual. Terapi ini diketahui dapat membantu menurunkan nyeri serta mengurangi tingkat kecemasan (Dewi, 2022). Aromaterapi lavender bekerja melalui stimulasi sistem limbik di otak, yaitu pusat pengatur emosi dan memori yang terhubung dengan indra penciuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan Asuhan kebidananpada akseptor kontrasepsi Implan dengan pemberian Aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pra pemasangan implan di Puskesman Gunung Lingkas Kota Tarakan 2026. Metode penelitian Pada Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus (Case study). Hasil penelitian asuhan kebidanan akseptor KB Implan dengan pemberian Aromaterapi Lavender terjadi penurunan kecemasan dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan pada akseptor KB Implan di Puskemas Gunung Lingkas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR INSTRINSIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN IMPLAN DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Namun, tingkat penggunaannya masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan kurangnya minat penggunaan implan, yang dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti usia, pendidikan, paritas, dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor instrinsik yang berhubungan dengan minat penggunaan kontrasepsi implan di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas sebanyak 88 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia (p = 0.033, r= 0.227) dan paritas (p = 0.042, r= 0.217) yang menunjukkan korelasi lemah dan arah hubungan positif, serta terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (p = 0.000, r= 0.600) yang menunjukkan korelasi kuat dan arah hubungan positif dengan minat penggunaan implan. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan dengan minat penggunaan implan (p = 0.674, r= 0.045). Dapat disimpulkan faktor intrinsik seperti usia, paritas, dan pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat penggunaan kontrasepsi implan di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan konseling intensif oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman ibu nifas mengenai kelebihan dan kekurangan serta indikasi dan kontraindikasi implan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB IMPLANT DENGAN PENERAPAN TEKNIK SLOW DEEP BREATHING DAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•

Latar Belakang : Kontrasepsi Implant merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun sering menimbulkan kecemasan sebelum pemasangan bagi akseptor. Kurangnya minat pengguna implant disebabkan berbagai macam faktor salah satunya efek samping, pemasangan implant adanya pembedahan minor, dan adanya perubahan hormon yang dapat menimbulkan kecemasan. Terapi non farmakologi untuk mengatasi kecemasan dapat dilakukan dengan pendekatan seperti Teknik Slow deep breathing dan aromaterapi lavender yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada akseptor. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana efektifitas penerapan Teknik Slow deep breathing dan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB Implant. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Sudi kasus (case study) dengan pendekatan asuhan kebidanan komprehensif dengan satu subjek penelitian menggunakan alat ukur Hamilton Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasannya. Hasil : setelah diberikan penerapan kombinasi Teknik Slow deep breathing dan Aromaterapi lavender terjadi penurunan skor kecemasan dari kategori kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Klien menunjukan respon positif berupa perasaan tenang, rileks, menerima pemasangan Implant dengan lebbih percaya diri. Kesimpulan : Penerapan Teknik Slow deep breathing dan Aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan kecemasan pada akseptor Kontrasepsi Implant, intervensi ini dapat menjadi bagian dari pelayanan kebidanan komplementer yang aman dan sederhana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. T DALAM PENERAPAN MINYAK ESSENSIAL LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN CALON AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI IMPLAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu permasalahan calon akseptor implan yaitu mengalami kecemasan. Gangguan kecemasan yang dialami calon akseptor alat kontrasepsi implan tersebut membayangkan berlebihan dan kekhawatiran terus menerus. Sehingga dapat mempengaruhi kinerja bidan untuk pemasangan implan. Oleh karena itu penerapan penggunaan minyak essensial lavender dengan diffuser berisi 30 ml air dengan 15 tetes sejauh 20 cm dari pasien selama 5 – 10 menit dapat mengurangi kecemasan pada calon akseptor alat kontrasepsi Implan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif objektif untuk mendapatkan gambaran tentang studi kasusnya, untuk subyek dari studi kasus ini dengan Ny. T yang ingin melakukan alat kontrasepsi implan tetapi Ny. T mengalami kecemasan pada saat pemasangan implan. Hasil menunjukkan berkurang gejala cemas dengan Skala VAS dari kategori parah menjadi ringan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan aroma terapi minyak essensial lavender dalam mengurangi keluhan kecemasan pada ibu akseptor alat kontrasepsi implan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh media video terhadap pengetahuan tentang kontrasepsi implan pada wanita usia subur di puskesmas gunung lingkas kota tarakan

2024•

Latar belakang: Di Indonesia terdapat berbagai macam alat kontrasepsi salah satu diantaranya yaitu implan. Dalam memilih kontrasepsi, Wanita Usia Subur (WUS) sangat dipengaruhi oleh banyak hal salah satunya adalah pengetahuan terhadap kondisi tubuh, indikasi serta kontraindikasi dari masing-masing metode kontrasepsi yang akan digunakan. Kurangnya pengetahuan merupakan salah satu penyebab rendahnya pengetahuan WUS tentang metode kontrasepsi hormonal yang sebenarnya dapat menjadi alternatif yang lebih aman bagi kesehatan dan lebih ekonomis bagi perekonomian keluarga. Tujuan: Mengetahui pengaruh media video terhadap pengetahuan tentang kontrasepsi implan pada wanita usia subur di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra-eksperimental rancangan one-group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 orang. Analisis Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa pengetahuan WUS sebelum diberikan intervensi media video terdapat 29 orang responden (87,8%) memiliki pengetahuan kurang dan 4 orang responden (12,2%) memiliki pengetahuan cukup dengan rata-rata 14,69. Sedangkan pengetahuan WUS tentang kontrasepsi implan setelah diberikan intervensi media video terdapat 32 orang responden (96,9%) memiliki pengetahuan baik dan 1 orang responden (3,1%) memiliki pengetahuan cukup dengan rata-rata 27,3. Ada pengaruh media video terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang kontrasepsi implan dengan nilai p-value = 0,001, p 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail