ANALISIS FAKTOR INSTRINSIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT PENGGUNAAN IMPLAN DI KOTA TARAKAN
Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Namun, tingkat penggunaannya masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan kurangnya minat penggunaan implan, yang dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti usia, pendidikan, paritas, dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor instrinsik yang berhubungan dengan minat penggunaan kontrasepsi implan di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas sebanyak 88 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia (p = 0.033, r= 0.227) dan paritas (p = 0.042, r= 0.217) yang menunjukkan korelasi lemah dan arah hubungan positif, serta terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (p = 0.000, r= 0.600) yang menunjukkan korelasi kuat dan arah hubungan positif dengan minat penggunaan implan. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan dengan minat penggunaan implan (p = 0.674, r= 0.045). Dapat disimpulkan faktor intrinsik seperti usia, paritas, dan pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat penggunaan kontrasepsi implan di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan konseling intensif oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman ibu nifas mengenai kelebihan dan kekurangan serta indikasi dan kontraindikasi implan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang.