2025 · Book ·
Salah satu permasalahan calon akseptor implan yaitu mengalami kecemasan. Gangguan kecemasan yang dialami calon akseptor alat kontrasepsi implan tersebut membayangkan berlebihan dan kekhawatiran terus menerus. Sehingga dapat mempengaruhi kinerja bidan untuk pemasangan implan. Oleh karena itu penerapan penggunaan minyak essensial lavender dengan diffuser berisi 30 ml air dengan 15 tetes sejauh 20 cm dari pasien selama 5 – 10 menit dapat mengurangi kecemasan pada calon akseptor alat kontrasepsi Implan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif objektif untuk mendapatkan gambaran tentang studi kasusnya, untuk subyek dari studi kasus ini dengan Ny. T yang ingin melakukan alat kontrasepsi implan tetapi Ny. T mengalami kecemasan pada saat pemasangan implan. Hasil menunjukkan berkurang gejala cemas dengan Skala VAS dari kategori parah menjadi ringan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan aroma terapi minyak essensial lavender dalam mengurangi keluhan kecemasan pada ibu akseptor alat kontrasepsi implan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu permasalahan calon akseptor implan yaitu mengalami kecemasan. Gangguan kecemasan yang dialami calon akseptor alat kontrasepsi implan tersebut membayangkan berlebihan dan kekhawatiran terus menerus. Sehingga dapat mempengaruhi kinerja bidan untuk pemasangan implan. Oleh karena itu penerapan penggunaan minyak essensial lavender dengan diffuser berisi 30 ml air dengan 15 tetes sejauh 20 cm dari pasien selama 5 – 10 menit dapat mengurangi kecemasan pada calon akseptor alat kontrasepsi Implan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif objektif untuk mendapatkan gambaran tentang studi kasusnya, untuk subyek dari studi kasus ini dengan Ny. T yang ingin melakukan alat kontrasepsi implan tetapi Ny. T mengalami kecemasan pada saat pemasangan implan. Hasil menunjukkan berkurang gejala cemas dengan Skala VAS dari kategori parah menjadi ringan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan aroma terapi minyak essensial lavender dalam mengurangi keluhan kecemasan pada ibu akseptor alat kontrasepsi implan.
2024 · Book ·
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI Abstrak Secara umum pijat bayi adalah metode peneyembuhan dengan ara memberikan tekanan kepada tubuh, baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur, menetap atau berpindah tempat dengan memberikan tekanan, gerakan, atau getaran, baik dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat mekanis. Pemijatan yang dilaksanakan secara rutin pada bayi dengan gerakan pemijatan pada kaki, perut, dada, tangan, punggung dan gerakan peregangan dapat meningkatkan perkembangan motorik pada bayi seusianya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap motorik kasar bayi usia 6 – 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Sapi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment, one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 6 – 12 bulan yang pernah melakukan pengecekan perkembangan bayi di UPTD Peskesmas Pulau Sapi pada tahun 2024 yang berjumlah 15 responden. Sampel di ambil dari keseluruhan populasi (Total Sampling) yaitu berjumlah 15 responden. Analisis univariat dalam peneliti ini menggunakan distribusi frekuensi umur bayi, distribusi frekuensi jenis kelamin, distribusi frekuensi perkembangan motorik sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Lalu analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan sebelum melakukan uji Wilcoxon Sign Rank Test perlu dilakukan uji Normalitas terhadap variable motorik kasar. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai sig. 0.000 0.05 yang artinya data tersebut tidak berdistribusi normal. Lalu hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh 0.000, terdapat pengaruh perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah pemberian terapi pijat bayi usia 6 – 12 bulan. Sehingga dapat dilakukan secara rutin untuk mengoptimallkan perkembangan motorik kasar bayi.
2024 · Thesis ·
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU SAPI Abstrak Secara umum pijat bayi adalah metode peneyembuhan dengan ara memberikan tekanan kepada tubuh, baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur, menetap atau berpindah tempat dengan memberikan tekanan, gerakan, atau getaran, baik dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat mekanis. Pemijatan yang dilaksanakan secara rutin pada bayi dengan gerakan pemijatan pada kaki, perut, dada, tangan, punggung dan gerakan peregangan dapat meningkatkan perkembangan motorik pada bayi seusianya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap motorik kasar bayi usia 6 – 12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Sapi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment, one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 6 – 12 bulan yang pernah melakukan pengecekan perkembangan bayi di UPTD Peskesmas Pulau Sapi pada tahun 2024 yang berjumlah 15 responden. Sampel di ambil dari keseluruhan populasi (Total Sampling) yaitu berjumlah 15 responden. Analisis univariat dalam peneliti ini menggunakan distribusi frekuensi umur bayi, distribusi frekuensi jenis kelamin, distribusi frekuensi perkembangan motorik sebelum dan sesudah dilakukan pijat bayi. Lalu analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan sebelum melakukan uji Wilcoxon Sign Rank Test perlu dilakukan uji Normalitas terhadap variable motorik kasar. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai sig. 0.000 0.05 yang artinya data tersebut tidak berdistribusi normal. Lalu hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh 0.000, terdapat pengaruh perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah pemberian terapi pijat bayi usia 6 – 12 bulan. Sehingga dapat dilakukan secara rutin untuk mengoptimallkan perkembangan motorik kasar bayi.