Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Proses pembelajaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PROSES PEMBELAJARAN TATAP MUKAPASCA PANDEMI DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV B SDN 032 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran pasca Pandemi yaitu pembelajaran tatap muka terbatas. Proses pembelajaran tetap memperhatikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Misalnya menentukan jumlah hari serta jam pembagian rombongan belajar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tatap muka pasca pandemi dalam mata pelajaran matematika di kelas IV B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesiapan yang dilakukan guru seperti mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh LPMP, melakukan assesmen kognitif dan non-kognitif untuk mengetahui tingkat psikologi siswa dan lingkungan belajar siswa, dan mempersiapkan perangkat pembelajaran, (2) siswa terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran tatap muka dan para siswa telah melakukan persiapan sebelum pembelajaran seperti disiplin mengikuti protokol kesehatan, menyiapkan buku tema, bupena (buku pendamping tema), buku tulis dan alat tulis lainnya, (3) guru mengalami kesulitan karena harus mengulang materi yang belum sempat diajarkan di semester sebelumnya dan pembelajaran yang sulit dipahami oleh siswa, (4) sarana dan prasarana yang ada di kelas IV B sudah cukup memadai. Seperti peralatan kebersihan, peralatan pendidikan, perlengkapan protokol kesehatan, media pembelajaran, buku dan sumber belajar lainnya. Sedangkan prasaranan yang ada pada sekolah tersebut seperti lahan, ruang kelas, perpustakaan, kantin, lapangan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan tempat lainnya yang dapat menunjang proses pembelajaran, dan (5) penilaian yang di lakukan oleh guru juga termasud penting pada pembelajaran tatap muka pasca pandemic, dapat diketahui bahwa penilaian oleh guru yang ada di kelas IV B cukup memadai. Kata Kunci: Proses Pembelajaran, Pasca Pandemi, Kelas IV B SDN 032 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Inventarisasi Gagasan (Brainstorming) dalam Pembelajaran Membaca Teks Berita di Kelas VII SMP 3 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH METODE INVENTARISASI GAGASAN (BRAINSTROMING) PADA PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS BERITADI KELAS VII SMP NEGERI 3 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengaruh model pembelajaran inventarisasi gagasan (Brainstroming) pada pembelajaran membaca teks berita di kelas VII SMP Negeri 3 tarakan.penelitian ini di laksankan pada tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.1 dengan jumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.2 dengan jumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol teknik pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan tes berupa unjuk kerja kepada siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas,dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran dengan metode iventarisasi gagasan (Brainstroming) pada pembelajaran membaca teks berita di kelas VII SMP Negeri 3 Tarakan berpengaruh terhadap keterampilan siswa kelas VII dengan nilai yang diperoleh Thitung -10,363 pada taraf signifikan >0,05 dan Df = 29 didapatjkan nilai Ttebel 1.69913 berarti Thitung >Ttabel, yaitu -10.363 > 0,05 artinya adanya pengaruh yang signifikan.hal tersebut di katakan berpengaruh pada siswa karena pada kelas eksperimen siswa cenderung lebih aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika mengungkapkan pendapatnya dan lebih percaya diri atas informasi yang di sampaikan, pada kelas kontrol siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran terlebih pada sesi menyampaikan pendapatnya. Oleh karna itu, metode inventarisasi gagasan (brainstroming) berpengaruh terhadap keterampilan siswa pada proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pembelajaran Daring Selama Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Nunukan (Studi Kasus Learning Loss)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Nunukan, Kab. Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Biologi dan siswa kelas XII MIA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis data diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Nunukan dimulai dari tahapan persiapan guru dalam menyusun RPP dan bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Proses pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp, Telegram, dan Microsoft Teams. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain guru sulit untuk merancang metode dan media yang akan digunakan, siswa sulit memahami materi secara online dan jaringan internet tidak stabil. Sedangkan motivasi belajar siswa selama menjalankan pembelajaran daring mengalami penurunan sehingga penemuan ini menunjukan bahwa ada terjadinya learning loss dalam proses pembelajaran daring selama pandemi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Proses Pembelajaran IPA secara Tatap Muka Terbatas di kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran IPA secara tatap muka terbatas di Kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Kredibilitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru IPA dan siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perencanaan pembelajaran, penyusunan RPP mengacu kepada Kurikulum 2013 yang terdiri dari RPP tatap muka dan RPP daring. Penyediaan video sebagai media pembelajaran yang merupakan bagian dari RPP berisi materi yang dipadatkan dengan cara memilih materi esensial. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang paling banyak dipilih guru pada tatap muka di kelas adalah metode ceramah. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan RPP. Pemberian materi dalam bentuk video pembelajaran dilakukan melalui google classroom, kemudian materi tersebut dibahas pada saat muka di kelas. Penilaian pembelajaran menunjukkan bahwa sikap siswa cenderung pasif. Pengetahuan siswa selama pembelajaran tatap muka terbatas sangat kurang. Keterampilan siswa yang biasanya dinilai melalui praktikum di laboratorium tidak dimasukkan dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Students' Perception of Online Learning Process in English Class at Eight Grade Students of SMP Negeri 5 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan terhadap proses pembelajaran online dan bagaimana nilai bahasa Inggris pada saat pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi online di kelas VIII-A, dan dokumentasi nilai semester Bahasa Inggris siswa kelas VIII. Peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap proses pembelajaran online. Untuk memverifikasi keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dokumentasi rekaman wawancara siswa. Selanjutnya peneliti melakukan observasi di kelas VIII-A untuk mengetahui proses pembelajaran online di kelas bahasa Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memberikan persepsi negatif terhadap proses pembelajaran online. Siswa menghadapi banyak kendala selama proses pembelajaran online seperti kesulitan memahami materi pembelajaran, masalah dengan akses internet dan perangkat, dan pemadaman listrik selama proses pembelajaran. Selain itu siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik selama pembelajaran online. Nilai bahasa Inggris siswa menunjukan sebanyak 10% siswa berada pada category sangat baik, 10% siswa berada pada kategori baik, 30% siswa berada pada kategori cukup dan 50% siswa berada pada category kurang baik. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa selama proses pembelajaran daring cenderung negatif berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA TARAKAN DITINJAU DARI PRESPEKTIF SISWA

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran guru dalam proses pembelajaran ditinjau dari prespektif siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 siswa yang diambil menggunakan sampel jenuh. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data berupa angket peran guru ditinjau dari perspektif siswa dan pedoman wawancara. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dan pembahasan, menunjukan mayoritas perspektif siswa terhadap peran guru dalam proses pembelajaran berada pada kategori baik, terutama pada peran guru sebagai fasilitator dengan persentase sebesar 76%, sementara itu peran guru sebagai motivator dengan persentase 74,6%, peran guru sebagai pendidik dengan persentase 73,3%, peran guru sebagai orang tua dengan persentase 72% dan peran guru sebagai pemimpin berada pada persentase sebesar 66,6%. Hal ini dapat dilihat dari sifat peduli yang guru miliki menciptakan kedekatan yang baik dengan siswa di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, guru selalu memberikan ilmu atau pengetahuan yang baru kepada siswa, guru menjadi figure pemimpin di kelas seperti disiplin sehingga dapat memberi contoh yang baik di kelas, guru telah memfasilitasi siswa dengan pembelajaran yang menarik agar siswa menerima pembelajaran dengan baik oleh guru, guru selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk semangat mengejar cita-cita mereka, namun kedekatan antara guru dan siswa juga berpengaruh dalam proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SDN 023 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi pada proses pembelajaran di SDN 023 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi pada proses pembelajaran di SDN 023 Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 023 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) Sebagai sumber belajar guru menggunakan sumber belajar berbasis media cetak, seperti buku tematik guru dan siswa, serta buku-buku lainnya terkait materi dalam proses pembelajaran. Selain itu guru menggunakan media cetak pendukung yaitu majalah dan koran. Dalam penggunaan internet, guru menggunakan google dan youtube untuk mencari informasi terkait materi pembelajaran, (2) Sebagai fasilitator guru telah menggunakan HP dan laptop dalam proses pembelajaran sehingga dapat memudahkan guru dalam bekerja dan berkomunikasi dengan siswa. Selanjutnya dalam penggunaan media berbasis aplikasi guru menggunakan whatsapp, zoom, google meet dalam proses pembelajaran sehingga dengan adanya aplikasi-aplikasi tersebut dapat memudahkan guru untuk melakukan proses belajar mengajar secara online dengan siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail