Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Cendawan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SELEKSI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN TANAH DAN CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI UPAYA MITIGASI SERANGAN Ganoderma boninense PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J.)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kendala pada budidaya kelapa sawit yaitu penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. beberapa cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan G. boninense. Penelitan bertujuan untuk memperoleh dan mengidentifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit yang memiliki potensi sebagai agens pengendali G. boninense. Tahapan penelitian terdiri dari isolasi dan purifikasi cendawan tanah dan endofit asal tanaman kelapa sawit, uji patogenesitas, karakterisasi, aktivitas proteolitik, kelarutan fosfat dan uji antagonisme pada G. boninense. Hasil penelitian diperoleh 4 genus cendawan tanah non patogen yaitu Penicillium, Fusarium, Paecylomices dan Aspergillus. Cendawan endofit non patogen diperoleh 3 genus yaitu Aspergillus, Paecylomices dan Misellia Sterillia. Hasil uji kelarutan fosfat menunjukkan isolat CT3 (Aspergillus) memiliki kemampuan melarukan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 5,12% dan isolat CT10 (Penicillium) melarutkan fosfat dengan indeks kelarutan fosfat 2,98%. Semua isolat non patogen tidak memiliki kemampuan aktivitas proteolitik. Hasil uji antagonisme didapatkan 2 genus cendawan yang memiliki kemampuan dalam menghambat G. boninense yaitu Penicillium dan Fusarium. Hasil uji daya hambat pada genus Penicillium terdapat 2 isolat yang menghambat pertumbuhan G. boninense yaitu isolat CT2 dengan daya hambat 13% dan isolat CT4 dengan daya hambat 36,5% melalui mekanisme kompetisi dan antibiosis. Mekanisme penghambatan kompetisi ditunjukkan oleh 2 isolat yang termasuk dalam genus Fusarium yaitu isolat CT6 dengan daya hambat 35% dan isolat CT7 dengan daya hambat 35%. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai isolat-isolat cendawan yang di dapatkan sebagai bahan formulasi Bio-insectisida yang aman.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI POTENSI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN PADA BERBAGAI LOKASI DI AREA BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN KALIMANTAN UTARA

•

Area budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati cendawan entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi di area budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi cendawan entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi cendawan, dan seleksi cendawan entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi cendawan entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat cendawan yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi cendawan entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 16 isolat cendawan, (2) area budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat cendawan tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 4 (empat) isolat cendawan yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen, dan (5) terdapat perbedaan tingkat mortalitas isolat yang berpotensi sebagai cendawan entomopatogen. Serta, isolat ST16-3 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di area perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi tertinggi sebagai cendawan entomopatogen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh ozone fine bubble terhadap viabilitas benih padi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada kualitas benih padi yang bermutu dapat dilhat dari viabilitas dan vigor benih. Penyebab turunnya mutu benih diakrenakan terserang patogen yang terbawah benih untuk mengatasi pertumbuhan patogen dapat menggunakan aplikasi ozone fine bubble, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ozone fine bubble terhadap perkembangan patogen terbawah benih padi dan viabilitas serta vigor benih padi. Penelitian ini menggunakan metode rancanagan acak lengkap (RAL), dengan dua faktor faktor yakni media perendaman dan durasi peremdaman, faktor pertama adalah media peremdaman yang terdiri dai 3 jenis yaitu, kontrol aquades steril, aquades steril+ozone 5 ppm, aquades steril+ozone 10 ppm, faktor kedua adalah durasi perendaman terdiri atas, 5 menit perendaman, 10 menit perendaman, 15 menit perendaman, dan 20 menit merendaman, sehingga diperoleh 12 perlakuan, diulang sebanyak 3 kali didapatkan 36 unit percobaan. Parameter pengamatan pertama mengamati cendawan terbawah benih, kedua menghitung daya berkecambah(%), ketiga mengamati potensi tumbuh maksimum(%), dan keempat mengamati indeks vigor(%). Hasil makroskopis terlihat benih padi yang terinfeksi cendawan dengan koloni berwarna hitam, mikroskopis menggunakan alat bantu mikroskop pada cendawan tersebut terlihat bahwa cendawan tersebut memiliki hifa dan konidia Hasil dari uji anova menunjukkan berdasar kan hasil persentase perkecambahan pada perlakuan persentase daya berkecambah benih padi terdapat pada faktor kontrol 5 menit 96.67%, kontrol 10 menit 91.11%, kontrol 15 menit 100% dan kontrol 20 menit 97.78%. Faktor pertama 5 ppm 5 menit 100%, 5 ppm 10 menit 97.78, 5 ppm 15 menit 100% dan 5 ppm 20 menit 97.78%. Faktor kedua 10 ppm 5 menit 100%, 10 ppm 10 menit 93.33%, 10 ppm 15 menit 97.78%, dan 10 ppm 20 menit 88.89%. Dari hasil pengamatan diatas bahwasannya indeks vigor pada benih memiliki rata-rata yang rendah pada perendaman selama 20 menit dan 20 menit, dengan taraf perlakuan 5 ppm ozone fine bubble, dan 10 ppm ozone fine bubble.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN CENDAWAN DI DESA LONG BILA DAN POTENSI IMPLEMENTASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA/MA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamur cendawan merupakan organisme yang sangat penting bagi alam dan ekosistem yang berpotensi sebagai dekomposer atau pengurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Jamur cendawan di Desa Long Bila Kabupaten Malinau dan pemanfaatan pada pembelajaran Biologi di SMA/MA. Penelitian ini menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode jelajah (cruise method), dengan mengamati langsung jamur cendawan di kawasan penelitian yang terdiri dari 3 stasiun. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 30 spesies yang terbagi dalam 2 divisi Basidiomycota dan Ascomycota yang terdiri dari 22 genus, 14 famili, dan 6 ordo. Divisi Basidiomycota memiliki jumlah spesies terbanyak yang terdiri dari 20 genus, 13 famili dan 5 ordo. Sedangkan dari divisi Ascomycota hanya terdapat 2 genus, 1 famili, dan 1 ordo. Indeks keanekaragaman jamur ccendawan di Desa Long Bila tergolong sedang dengan nilai indeks H’ = 2,446.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK CENDAWAN ENDOFIT ASAL CABAI TORAJA YANG MAMPU MENEKAN PERTUMBUHAN LAYU FUSARIUM ASAL CABAI MERAH SECARA IN VITRO

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISTIK CENDAWAN ENDOFIT ASAL CABAI TORAJA YANG MAMPU MENEKAN PERTUMBUHAN LAYU FUSARIUM ASAL CABAI MERAH SECARA IN VITRO ABSTRAK Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang penting dan banyak dibudidayakan secara komersial. Beberapa permasalahan dalam pembudidayaan cabai merah yang dapat mengakibatkan produksi menurun salah satunya diakibatkan oleh penyakit Fusarium. Fusarium oxysporum merupakan salah satu cendawan patogen yang mampu bertahan di jaringan tanaman yang hidup atau mati. Fusarium dapat merusak tanaman sehingga mengalami kematian, untuk itu perlu dikendalikan. Salah satu pengendalian untuk mencegah penyakit ini adalah penggunaan agens hayati dengan menggunakan cendawan endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cendawan endofit asal tanaman cabai toraja dalam menekan pertumbuhan penyakit layu F. oxysporum secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Universitas Borneo Tarakan. Tahapan penelitian terdiri dari perbanyakan Fusarium, isolasi cendawaan endofit asal tanaman cabai Toraja, identifikasi morfologi makroskopis dan mikroskopis, uji patogenitas, uji antagonis, uji aktivitas melarutkan fosfat dan uji kemampuan mendegradasi protein. Hasil penelitian diperoleh 20 isolat cendawan endofit yang teridentifikasi hingga tingkat genus yaitu Aureobasidium, Sporisdesmium, Tricholadium, dan Chaetophaeria. Uji patogenitas menunjukkan 4 isolat cendawan endofit non patogen. Uji antagonis terhadap Fusarium oxysporum menunjukkan 2 isolat cendawan mampu menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum pertumbuhan penyakit F. oxysporum secara in vitro. isolat D6(1) mampu menghambat sebesar 37.93% dan isolat D6(2) mampu menghambat sebesar 46.67%. Kedua isolat cendawan antagonis ini dikategorikan pengahambatan minimal dalam menekan Fusarium oxysporum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deteksi dan Identifikasi Cendawan Terbawa Benih Padi (Oryza sativa L.) Di Sentra Budidaya Tanaman padi Kabupaten Bulungan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman padi yang sehat, sehingga kesehatan benih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan pada benih padi yakni cendawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi dan mengetahui perbedaan jenis cendawan terbawa benih yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya tanaman padi Kabupaten Bulungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat wilayah yakni Tanjung palas utara, Tanjung palas, Tanjung selor dan Tanjung palas tengah. serta dilaboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Deteksi keberadaan cendawan terbawa benih padi dilakukan dengan menggunakan metode uji kertas saring (blotter test). dari ke Empat wilayah. Hasil yang didaptkan Ditemukan 14 varietas benih padi yakni, cimalaya, ir, ketan hitam, ketan, semenanjung, padi sawah, padi unggul, padi cina, impari, ciliwung, rajawali, 64, ketan unggul, roti. Dari semua benih padi telah ditemukan empat cendawan terbawa benih, yakni Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor, Alternaria. persentase keberadaan Aspergillus oryzae tertinggi pada varietas ketan hitam mencapai 12,50%. Keberadaan Rhizopus oryzae dan Mucor mencapai 9,17% pada varietas semenanjung, sedangkan keberadaan cendawan Alternaria menginfeksi varietas padi roti dengan jumlah 5%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail