ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan di sungai Kecamatan Mentarang. Selain itu untuk mengetahui potensinya pada pembelajaran Biologi SMA. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendapatkan data keanekaragaman jenis ikan di Sungai Mentarang. Kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan potensinya pada pembelajaran Biologi SMA. jenis ikan yang ditemukan di sungai Mentarang terdiri dari 6 ordo dan 12 jenis spesies yaitu ordo Cypriniformes dengan spesies B.schwanenfeldii, Parachela oxygastiodes, Neolissochilus soro, Leptobarbus hoevernii, Tor tambra, dan Rasbora elegans. Ordo Siluriformes dengan spesies Bagrus nemurus. Ordo Ostaroiphysi dengan Spesies Pangasius hypopthalmus. Ordo Anguilliformes dengan spesies Anguilla bicolor. Ordo Perciformes dengan spesies Channa striata dan Oreochromis niloticus. Ordo Elopiformes dengan spesies Megalops cyprinoides. Total jenis-jenis ikan yang diperoleh dari ketiga stasiun yaitu 114 individu. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat jumlah total spesies yang diperoleh secara keseluruhan pada lokasi penelitian dengan indeks keanekaragaman sebesar 2.025 disesuaikan dengan rumus Shannon-Wiener maka keanekaragaman jenis ikan tergolong sedang.Sedangkan potensi hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumber belajar atau dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk memanfaatkan hasil penelitian dan memajukan pendidikan. dari identifikasi tersebut akan dituangkan menjadi bahan ajar berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Handout.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan Hutan Mangrove di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan, terdapat berbagai macam fauna yang hidup didalamnya, salah satunya adalah kepiting. Masyarakat setempat belum banyak mengetahui jenis kepiting yang ada dan belum dijadikan sebagai potensi pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis identifikasi keanekaragaman jenis kepiting di Kawasan Hutan Mangrove Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan serta Potensi Pemanfaatanya pada Pembelajaran Biologi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif, teknik yang digunakan adalah teknik purposive sampling (sampel bertujuan). Pada penelitian ini ditemukan delapan spesies kepiting yaitu Metaplax dentipes, Perisesarma darwinensis, Paraleptuca crassipes, Tubuca coartata, Uca annulipes, Uca rosea, Uca tetragonon dan Uca vocans. Indeks keanekaragaman jenis kepiting di Kawasan Hutan Mangrove Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan termasuk dalam kategori sedang yaitu H’ = 1,62. Potensi pemanfaatan hasil penelitian pada pembelajaran biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas VII SMP dengan kompetensi dasar (KD) 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati dan (KD) 4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamur cendawan merupakan organisme yang sangat penting bagi alam dan ekosistem yang berpotensi sebagai dekomposer atau pengurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Jamur cendawan di Desa Long Bila Kabupaten Malinau dan pemanfaatan pada pembelajaran Biologi di SMA/MA. Penelitian ini menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode jelajah (cruise method), dengan mengamati langsung jamur cendawan di kawasan penelitian yang terdiri dari 3 stasiun. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 30 spesies yang terbagi dalam 2 divisi Basidiomycota dan Ascomycota yang terdiri dari 22 genus, 14 famili, dan 6 ordo. Divisi Basidiomycota memiliki jumlah spesies terbanyak yang terdiri dari 20 genus, 13 famili dan 5 ordo. Sedangkan dari divisi Ascomycota hanya terdapat 2 genus, 1 famili, dan 1 ordo. Indeks keanekaragaman jamur ccendawan di Desa Long Bila tergolong sedang dengan nilai indeks H’ = 2,446.