ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sektor keunggulan atau sektor basis, ingin mengetahui pola pergeseran ekonomi sektoral dan klasifikasi pola sektor ekonomi di Kota Samarinda tahun 2013-2022. Alat analisis yang digunakan adalah analisi Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Tipology Klassen. Analisis Location Quotient (LQ) terdapat 14 sektor fundamental di Kota Samarinda. Sektor tersebut meliputi pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, sampah dan daur ulang, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan dan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa korporasi, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, dan jasa lainnya. Selain itu, terdapat tiga sektor lain yang tergolong sektor non basis, yakni pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta industri pengolahan. Hasil dari shift share menunjukkan kondisi 3 komponen, komponen pertama yaitu komponen pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda dipengaruhi oleh faktor dari luar yaitu terjadinya peningkatan pada kegiatan ekonomi di Kota Samarinda, Hasil Tipology Klassen Kota Samarinda Tahun 2013-2022 terjadi pergeseran kuadran pada lima sektor. Sementara enam sektor lainnya adalah tetap atau konstan (0) pada kuadaran periode sebelumnya. Kata Kunci : Location Quotient, Shift Share, Tipology Klassen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor basis, non basis, prospekif, spesialis dan kompetitif serta mengetahui kondisi dan perubahan klasifikasi sektor-sektor potensial ekonomi di Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2021. Analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Hasil penelitian analisis LQ menunjukkan 4 sektor basis yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Konstruksi; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Sedangkan hasil analisis DLQ menunjukkan 7 sektor prospektif yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Real Estate; Jasa Perusahaan serta sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Hasil Shift Share menunjukkan bahwa terdapat 11 sektor yang termasuk sektor spesialis yaitu terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial serta sektor Jasa Lainnya. Selanjutnya, diketahui terdapat 2 sektor kompetitif yang terdiri dari sektor Pengadaan Listrik dan Gas serta sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang. Hasil Tipology Klassen Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2016 dan 2016-2021 menunjukkan bahwa terjadi perubahan klasifikasi sektor pada empat kuadran. Dimana kuadran I sektor yang maju dan tumbuh cepat terdiri dari sektor Pertambangan dan Penggalian yang pada awalnya tidak ada, sehingga di kuadran II sektor yang maju namun tumbuh tertekan hanya memiliki 3 sektor, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Kuadran III yang merupakan sektor potensial dan masih bisa di kembangkan tetap terdiri dari 2 sektor namun sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang turun menjadi kuadran IV dan digantikan oleh sektor Jasa Perusahaan yang awalnya berada di kuadran IV. Sektor di kuadran IV adalah sektor yang relatif masih tertinggal di Kabupaten Tana Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ekonomi, kondisi basis ekonomi sektoral dan kondisi kegiatan ekonomi yang potensial di Kabupaten Nunukan Tahun 2011-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Dari hasil penelitian location quotient (LQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten Nunukan mempunyai 2 sektor basis yaitu sektor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dan sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan hasil penelitian dynamic location quotient (DLQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten Nunukan mempunyai 4 sektor yang prospektif yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa perusahaan, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Berdasarkan hasil penelitian shift share bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Nunukan didominasi oleh sektor primer. Berdasarkan hasil penelitian tipology klassen menunjukkan bahwa yang tergolong sektor maju dan tumbuh dengan pesat, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan juga sektor pertambangan dan penggalian. Sektor yang tergolong sektor potensial yaitu sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor jasa perusahaan, sektor administrasi pemerintah, dan jaminan sosial wajib, dan juga sektor jasa pendidikan.