Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Analisis Trend
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sektor Ekonomi dan Sektor Pertanian Unggulan Daerah di Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor basis dan non basis, trend di masa yg akan datang, bagaimana perkembangan hingga klasifikasi pertumbuhan dari suatu sektor ekonomi dan sektor pertanian di Kabupaten Bulungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan analisis Location Quotient (LQ), analisis trend, analisis Shift Share, dan analisis Typologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan sektor ekonomi dengan nilai basis tertinggi yaitu 1,45 terdapat sektor jasa pendidikan, sedangkan sektor pertanian yang menjadi basis adalah tanaman Aglaonema dengan nilai 646,63 dan komoditas non basisnya yaitu komoditas buah manggis dengan nilai 0,96, kemudian pada tanaman pangan, padi merupakan komoditi basis dengan nilai LQ sebesar 1,77. Hasil analisis trend sektor ekonomi menunjukkan bahwa seluruh sektor ekonomi yang menjadi basis diperkirakan di masa yang akan datang terus mengalami kenaikan sedangkan pada trend produksi sektor pertanian terdapat komoditi jeruk siam yang mengalami penurunan paling besar dan komoditi kunyit yang memiliki kenaikan produksi yang paling besar diantara komoditi yang lain di sektor pertanian. Hasil analisis nilai Shift Share menghasilkan sektor pengadaan listrik dan gas memiliki nilai pertumbuhan proportional dan bersih paling tinggi diantara sektor yang lain, sektor pertanian tanaman mengkudu memiliki nilai pertumbuhan proportional, progresif dan cepat paling tinggi diantara komoditi lainnya, pada tanaman pangan kacang tanah memiliki nilai daya saing paling tinggi yaitu sebesar 113,73. Hasil analisis Typologi Klassen, sektor informasi dan komunikasi termasuk kedalam sektor maju dan tumbuh cepat, pada sektor pertanian terdapat komoditi mengkudu, dan pada tanaman pangan padi termasuk komoditi yang maju dan tumbuh pesat serta ubi jalar termasuk komoditi yang potensial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Trend Produksi Tanaman Kayu Putih (Melaleuca leucadendron Linn) Di Mamburungan Timur Kota Tarakan (Studi kasus : Usaha Tanaman Kayu Putih Bapak Ambransyah)

2021•

Agroindustri minyak kayu putih sebagai salah satu bentuk industri yang mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih, memiliki peran dalam peningkatan nilai tambah suatu daerah atau wilayah. Agroindustri di Kota Tarakan dikelolah oleh salah satu instansi pemerintah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di kawasan hutan lindung yang tersebar di beberapa tempat di dalam kawasan hutan lindung maupun di kawasan hutan lindung yang dikerjasamakan dengan kelompok tani lalu kemudian hasil panen daun kayu putih akan di beli dan selanjutnya akan di olah oleh pihak UPT KPH itu sendiri. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn). Serta mengetahui apa saja faktor-faktor produksi tanaman kayu putih Dan mengetahui trend produksi kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (sengaja) yaitu menentukan sempel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara Mendalam dan dokumentasi. dengan Analisis Data faktor yang mempengaruhi analisis trend produksi yaitu alat-alat, pupuk, dan tenaga kerja. dengan menggunakan analisis trend perkembangan dengan rumus adalah Y = a + bX. Dan Rumus untuk mendapatkan nilai a dan b adalah a=ΣY / n b=Σ XY / X2.Hasil yang di dapatkan Trend produksi tanaman kayu putih dapat dilihat dari hasil analisis persamaan trend yaitu Y = 320.47 + (-3.41) X menunjukkan bahwa kecenderungan produksi tanaman kayu putih bapak Ambransyah di Kecamatan Mamburungan Timur mengalami penurunan produksi sebesar 3.41 kg dengan nilai intersep sebesar 320.47 kg yang akan terjadi selang produksi selanjutnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail