ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan kontribusi pajak daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tarakan. Pajak daerah yang diteliti meliputi seluruh jenis pajak yang dipungut oleh Pemerintah Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan alat analisis rasio efektivitas dan kontribusi, serta analisis Tipologi Klassen untuk melihat posisi kinerja masing-masing jenis pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efektivitas pajak daerah Kota Tarakan selama tahun 2019–2024 sebesar 96,12% yang termasuk dalam kriteria efektif. Sementara itu, rata-rata kontribusi pajak daerah terhadap PAD pada tahun 2019- 2024 sebesar 9,10% yang termasuk dalam kriteria sangat kurang. Analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa Pajak Hotel, Restoran, dan BPHTB masuk Kuadran I (efektif dan kontribusi tinggi); Reklame, Parkir, dan Air Tanah di Kuadran II (efektif namun kontribusi rendah); Hiburan, Sarang Burung Walet, dan Mineral Bukan Logam dan Batuan di Kuadran III (tidak efektif dan kontribusi rendah); serta Penerangan Jalan dan PBB-P2 di Kuadran IV (tidak efektif namun kontribusi tinggi).Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan kajian dengan periode yang lebih panjang dan memperluas wilayah penelitian agar hasil yang diperoleh lebih lengkap dan sesuai dengan kondisi nyata di daerah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan, pergeseran struktur ekonomi, dan klasifikasi ekonomi di Indonesia yang diukur menggunakan analisis Location Quotient, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder 2000, 2005, 2010, 2015, dan 2020. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan data-data dari publikasi laman resmi instansi/lembaga terkait dan menggunakan data deret berkala. Hasil penelitian analisis Location Quotient dan Shift Share menunjukkan bahwa yang termasuk dalam kategori sektor unggulan yaitu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Konstruksi, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi, Real Estate, dan Jasa Pendidikan, serta pergeseran struktur ekonomi Indonesia bergeser dari sektor pertanian ke sektor industri kemudian sektor jasa. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis Tipologi Klassen yang dilakukan menggambarkan klasifikasi sektor-sektor ekonomi di Indonesia yang beragam terbagi menjadi 4 klasifikasi sesuai dengan hasil dari tipologi klassen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS DAYA SAING SEKTORAL PEREKONOMIAN BERDASARKAN PERIODISASI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN ANNISA MUFIDAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor yang berdaya saing, sektor basis berdasarkan pemerintahan Bupati dua periode yaitu Bupati Budiman Arifin (2011-2015) dan Bupati Sudjati (2016-2020) dengan cara menganalisis sektor-sektor tersebut dan mengklasifikasikan sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara, atas dasar harga konstan. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Quotient, Shift Share, dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian berdasarkan alat Location Quotient (LQ) pada pemerintahan Bupati Budiman Arifin dan Bupati Sudjati, menunjukkan hasil yang sama bahwa perekonomian Kabupaten Bulungan didominasi delapan sektor basis, yang mempunyai nilai tertinggi adalah sektor jasa pendidikan. Alat analisis Tipologi Klassen menunjukkan pada pemerintahan Bupati Budiman Arifin sektor yang masuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat adalah sektor Real Estate dan jasa pendidikan. Sedangkan pada pemerintahan Bupati Sudjati sektor yang masuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat adalah sektor industri pengolahan, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor real estate, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dan sektor jasa lainnya. Alat analisis Shift Share menunjukkan pada pemerintahan Bupati Budiman Arifin dan Bupat Sudjati menunjukkan terjadinya perubahan struktur ekonomi yang dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dan keunggulan kompetitif Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan wilayah merupakan salah satu cara untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam proses pengembangan wilayah. Salah satu sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan wilayah khususnya di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yaitu subsektor tanaman perkebunan. Melihat potensi dan luas lahan yang besar di Kabupaten Bulungan dan memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan komoditas lainnya menjadikan tanaman perkebunan sangat familiar dan banyak dibudidayakan masyarakat petani di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilatarbelakangi atas keinginan menjawab dua pertanyaan terkait komoditas unggulan dan prioritas komoditas unggulan, pertama komoditas tanaman perkebunan apa yang menjadi komoditas unggulan dan kedua menentukan urutan prioritas komoditas perkebunan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan pemilihan lokasi ini dilakukansecara sengaja (purposive) menggunakan data primer dan data sekunder penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisisLocation Quotient, Metode Perbandingan Eksponensial,dan Tipologi Klassen. Hasil dari penelitian ini pertama komoditas basis tanaman perkebunan di Kabupaten Bulungan urutan 1 Kelapa, 2 Karet, 3 Kopi, 4 Kakao dan komoditas Prioritas tanaman perkebunan di Kabupaten Bulungan 1 Karet, 2 Kelapa,3 Kopi, 4 Kakao. Kedua, mengklasifikasian komoditi perkebunan yang berdasarkan Matriks Tipologi Klassen terdiri dari empat klasifikasi yaitu komoditi prima, komoditi potensial, komoditi berkembang dan komoditi terbelakang.Komoditi berkembang 1 Karet, 2 Kelapa, 3 Kopi, 4 Kakao.Komoditi terbelakang: 1 Kelapa sawit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor-sektor basis Kabupaten/Kota di masing-masing Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan konstribusi dan laju pertumbuhan ekonomi sektoral atas dasar harga konstan dengan klasifikasi tipologi wilayah objek penelitian dalam kurun waktu sepuluh tahun yaitu dari 2010-2019. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode location quotient, shift share, tipologi klassen dan (SIG). Dari hasil penelitian Location Quotien (LQ) diperoleh yaitu Kabupaten Malinau dengan lima sektor basis. Kabupaten Bulungan yaitu dengan sembilan sektor basis. Kabupaten Tana Tidung yaitu dengan empat sektor basis. Kabupaten Nunukan dengan dua sektor basis. Kota Tarakan yaitu dengan empat belas sektor basis. Berdasarkan hasil penelitian Shift Share bahwa sektor-sektor yang memiliki keunggulan spesialisasi dan kompetitif Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara adalah sektor listrik, sektor perdagangan besar, sektor real estate, sektor akomodasi; sektor real estate, sektor administrasi pemerintahan, sektor kontruksi, sektor perdagangan besar, sektor transportasi, sektor informasi, sektor kesehatan; dan jasa lainnya. Berdasarkan hasil penelitian Tipologi Klassen yaitu kuadran 1 daerah cepat maju dan tumbuh tidak terdapat kabupaten/kota, kuadran 2 daerah maju tapi tertekan yaitu Kabupaten Tana Tidung, kuadran 3 daerah maju dan berkembang terdiri dari Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan, dan kuadran 4 yakni daerah daerah tertinggal yaitu Kabupaten Bulungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto dan mengetahui pola spasial keterkaitan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder triwulan 2012-2019. Sedangkan pola spasial menggunakan data pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda, interpolasi untuk memperoleh data triwulan dan analisis tipologi klassen. Secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Nilai koefisien determinasi sebesar sebesar 0.96,1 atau 96,1% menunjukkan seluruh variabel independen simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangan sisanya adalah 3,1% di luar variabel yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil analisis pola spasial tahun 2012 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif), pada tahun 2015 terbagi menjadi tiga kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) III (rendah tidak produktif) dan IV (tinggi tidak produktif), dan pada tahun 2019 klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif)