Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: LQ
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengembangan ekonomi wilayah berbasis sektor untuk penyerapan angkatan kerja dan penurunan kemiskinan di Indonesia

2026•

Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengembangan ekonomi wilayah yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan. Pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa PDRB, tenaga kerja, dan kemiskinan pada 34 provinsi (periode 2015, 2018, 2021, dan 2024). Teknik analisis meliputi LQ, GEE, serta GEP, diperkuat dengan pemetaan empat kuadran dan pola spasial antarwilayah. Hasil analisis LQ menunjukkan pola persebaran sektor basis yang tidak merata antarkawasan. Hampir semua kawasan, terutama timur, tengah, dan barat, didominasi sektor primer sebagai sektor basis, kecuali Jawa. Sektor sekunder hanya menunjukkan nilai basis pada sebagian kawasan dan terkonsentrasi di kawasan Jawa. Sementara itu, sektor tersier hampir merata ditemukan sebagai sektor basis di seluruh kawasan Indonesia, mencerminkan berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa di berbagai daerah. Hasil GEE dan GEP memperlihatkan dinamika pola persebaran penyerapan tenaga kerja dan kemiskinan antar periode. Pada tahun 2015, seluruh kawasan didominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan tinggi pada 17 provinsi, mencerminkan belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 menunjukkan perbaikan, dengan dominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah pada 21 provinsi. Namun tahun 2021 terjadi kemunduran akibat pandemi COVID-19, di mana kondisi penyerapan tenaga kerja tinggi dibarengi kemiskinan tinggi kembali mendominasi pada 22 provinsi. Tahun 2024 kembali membaik, dengan penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah mendominasi sebanyak 24 provinsi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi wilayah sangat dipengaruhi struktur sektor unggulan dan karakteristik spasial masing-masing daerah, sehingga diperlukan kebijakan terarah agar penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Belanja Pemerintah Dalam Pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Potensi Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Tana Tidung Tahun 2011-2021

2022•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor basis, non basis, prospekif, spesialis dan kompetitif serta mengetahui kondisi dan perubahan klasifikasi sektor-sektor potensial ekonomi di Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2021. Analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Hasil penelitian analisis LQ menunjukkan 4 sektor basis yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Konstruksi; dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Sedangkan hasil analisis DLQ menunjukkan 7 sektor prospektif yang terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Real Estate; Jasa Perusahaan serta sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Hasil Shift Share menunjukkan bahwa terdapat 11 sektor yang termasuk sektor spesialis yaitu terdiri dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial serta sektor Jasa Lainnya. Selanjutnya, diketahui terdapat 2 sektor kompetitif yang terdiri dari sektor Pengadaan Listrik dan Gas serta sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang. Hasil Tipology Klassen Kabupaten Tana Tidung tahun 2011-2016 dan 2016-2021 menunjukkan bahwa terjadi perubahan klasifikasi sektor pada empat kuadran. Dimana kuadran I sektor yang maju dan tumbuh cepat terdiri dari sektor Pertambangan dan Penggalian yang pada awalnya tidak ada, sehingga di kuadran II sektor yang maju namun tumbuh tertekan hanya memiliki 3 sektor, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Kuadran III yang merupakan sektor potensial dan masih bisa di kembangkan tetap terdiri dari 2 sektor namun sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang turun menjadi kuadran IV dan digantikan oleh sektor Jasa Perusahaan yang awalnya berada di kuadran IV. Sektor di kuadran IV adalah sektor yang relatif masih tertinggal di Kabupaten Tana Tidung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Struktur Ekonomi dan Identifikasi Sektor Unggulan di Kabupaten Nunukan Tahun 2011-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ekonomi, kondisi basis ekonomi sektoral dan kondisi kegiatan ekonomi yang potensial di Kabupaten Nunukan Tahun 2011-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share dan Tipology Klassen. Dari hasil penelitian location quotient (LQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten Nunukan mempunyai 2 sektor basis yaitu sektor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dan sektor pertambangan dan penggalian. Berdasarkan hasil penelitian dynamic location quotient (DLQ) menunjukkan bahwa di Kabupaten Nunukan mempunyai 4 sektor yang prospektif yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa perusahaan, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Berdasarkan hasil penelitian shift share bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Nunukan didominasi oleh sektor primer. Berdasarkan hasil penelitian tipology klassen menunjukkan bahwa yang tergolong sektor maju dan tumbuh dengan pesat, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan juga sektor pertambangan dan penggalian. Sektor yang tergolong sektor potensial yaitu sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor jasa perusahaan, sektor administrasi pemerintah, dan jaminan sosial wajib, dan juga sektor jasa pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan wilayah merupakan salah satu cara untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam proses pengembangan wilayah. Salah satu sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan wilayah khususnya di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara yaitu subsektor tanaman perkebunan. Melihat potensi dan luas lahan yang besar di Kabupaten Bulungan dan memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan komoditas lainnya menjadikan tanaman perkebunan sangat familiar dan banyak dibudidayakan masyarakat petani di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilatarbelakangi atas keinginan menjawab dua pertanyaan terkait komoditas unggulan dan prioritas komoditas unggulan, pertama komoditas tanaman perkebunan apa yang menjadi komoditas unggulan dan kedua menentukan urutan prioritas komoditas perkebunan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan pemilihan lokasi ini dilakukansecara sengaja (purposive) menggunakan data primer dan data sekunder penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisisLocation Quotient, Metode Perbandingan Eksponensial,dan Tipologi Klassen. Hasil dari penelitian ini pertama komoditas basis tanaman perkebunan di Kabupaten Bulungan urutan 1 Kelapa, 2 Karet, 3 Kopi, 4 Kakao dan komoditas Prioritas tanaman perkebunan di Kabupaten Bulungan 1 Karet, 2 Kelapa,3 Kopi, 4 Kakao. Kedua, mengklasifikasian komoditi perkebunan yang berdasarkan Matriks Tipologi Klassen terdiri dari empat klasifikasi yaitu komoditi prima, komoditi potensial, komoditi berkembang dan komoditi terbelakang.Komoditi berkembang 1 Karet, 2 Kelapa, 3 Kopi, 4 Kakao.Komoditi terbelakang: 1 Kelapa sawit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN DI KABUPATEN MALINAU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam pengembangan sub sektor perkebunan, pemerintah Kabupaten Malinau perlu memperhatikan komoditas unggulan daerah yang akan menjadi prioritas pengembangan di setiap Kecamatan di Kabupaten Malinau. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan. Pertama untuk mengetahui apa saja komoditas unggulan sub sektor perkebunan pada masing-masing Kecamatan Kabupaten Malinau. Kedua, untuk mengetahui bagaimana prioritas pengembangan komoditas komoditas unggulan sub sektor perkebunan di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Penggabungan analisis LQ dan Shift Share. Data yang digunakan yaitu produksi komoditas sub sektor perkebunan Kabupaten Malinau tahun 2015-2019. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komoditas yang memiliki nilai LQ>1 sebagai berikut: Komoditas kopi pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Selatan, Pujungan, Kayan Hilir dan Kayan Hulu. Komoditas karet pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Kecamatan Sungai Boh. Komoditas kelapa sawit pada Kecamatan Malinau Barat, dan Malinau Selatan Hilir. Komoditas Kakao pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Kecamatan Mentarang. Komoditas lada pada Kecamatan Malinau Utara dan Mentarang. Hasil analisis Shift Share komoditas yang menjadi prioritas pengembangan utama yaitu kopi terdapat pada empat Kecamatan dan Karet pada satu Kecamatan. Sedangkan komoditas lainnya termasuk kedalam prioritas kedua dan ketiga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Potensi Ekonomi Kota Tarakan Tahun 2010-2019

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui sektor basis ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan, (ii) untuk mengetahui sektor ekonomi yang mempunyai potensi daya saing kompetitif dan komparatif di Kota Tarakan, (iii) untuk mengetahui sektor ekonomi yang mempunyai potensi daya saing kompetitif dan spesialisasi di Kota Tarakan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan: Location Quotien (LQ), Metode Ratio Pertumbuhan (MRP), Analisis Overlay dan Analisis Shift Share. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa analisis location quotient (LQ) mempunyai 14 sektor basis di Kota Tarakan, yaitu sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik dan gas, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor kontruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa perusahaan, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta sektor jasa lainnya. Hasil analisis MRP dan overlay menunjukkan bahwa sektor yang memiliki potensi daya saing kompetitif dan komperatif adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta sektor jasa lainnya. Analisis shift share menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan, sektor kontruksi, sektor perdagangan besar dan eceran; reperasi mobil dan sepeda motor, sektor transportasi dan pergudangan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa keuangan, sektor real estate, sektor jasa pendidikan, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta sektor jasa lainnya merupakan sektor yang memiliki keunggulan/daya saing kompetitif maupun spesialisasi di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS WILAYAH BASIS DAN TREND PERKEMBANGAN KOMODITAS KOPI DI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS BASIS WILAYAH DAN TREND PERKEMBANGAN KOMODITAS KOPI DI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah Kalimantan yang memiliki banyak potensi. Potensi tersebut diantaranya Potensi Komoditas Kopi yang bisa menjadi unggul. Namun, ternyata banyak orang yang belum mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi sektor basis yang ada di Kalimantan Utara dengan menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ) dan menggunakan alat analisis Trend Perkembangan kemudian kedua alat analisis tersebut digabungkan. Tujuan yang terakhir yaitu mengidentifikasi wilayah mana saja yang memiliki potensi wilayah basis dan trend perkembangan perkebunan kopi. Berdasarkan hasil analisis LQ dan trend diketahui bahwa sektor wilayah basis di Kalimantan Utara dengan menggunakan analisis keduanya lalu diketahui bahwa ada 3 dari Kabupaten yang ada di Kalimantan Utara memiliki keunggulan. Kabupaten yang memliki potensi unggulan yaitu Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Tana Tidung. Ketiga Kabupaten tersebut merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENENTU DAN INSENTIF PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR PERTANIANTANAMAN PANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada Undang-Undang No 32 Tahun 2004 dijelaskan bahwa pembangunaan daerah sangat memegang peran penting dalam pembangunan nasional. Satu diantara beberapa tujuan dari pembangunan daerah yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan nasional. Salah satu sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan nasional khususnya di Provinsi Kalimantan Utara yaitu sub sektor tanaman pangan. melihat potensi lahan yang besar yang ada di Provinsi Kaltara dan memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya menjadikan tanaman pangan sangat familiar dan banyak dibudidayakan masyarakat petani di Kaltara. Penelitian ini dilatar belakangi atas keinginanan menjawab dua pertanyaan terkait komoditas unggulan dan prioritas insentif pertanian, Pertama komoditas tamanan pangan apa yang menjadi komoditas unggulan dan kedua menentukan urutan prioritas insentif pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Kaltara pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) menggunakan data primer dan data sekunder penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis Location Quotient, Metode Perbandingan Ekponensial, dan Interpretative Structural Modelling. Hasil dari penelitian ini Pertama komoditas basis tanaman pangan di Provinsi Kaltara urutan 1 Ubi Kayu, 2 Padi, 3 Kedelai dan komoditas unggulan tanaman pangan di Provinsi Kaltara urutan 1 Padi, 2 Ubi Kayu, 3 Kedelai. Kedua, urutan prioritas insentif pertanian terbagi menjadi dua level, Level 1 terdiri atas: (1) Keringanan Pajak Bumi dan Bangunan; (2) Pengembangan Infranstruktur Pertanian; (3) Pembiayaan Penelitian dan Pengembangan Benih dan Varietas Unggul; (4) Kemudahan Dalam Mengakses Informasi dan Teknologi; (5) Penyediaan Sarana dan Prasarana Budidaya Pertanian; (6) Jaminan Penerbitan Sertifikat Bidang Tanah Pertanian Pangan Melalui Pendaftaran Tanah Secara Sporadik dan Sistematik; (7) Penyediaan Bantuan Modal atau Kredit Usaha dan Bimbingan atau Pendampingan Usaha Budidaya Pertanian. Level 2 Penghargaan bagi Petani Berprestasi Tinggi. Kata Kunci: Komoditas Unggulan,Insentif Pertanian,LQ,MPE,ISM

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MARKOWITZ DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL (STUDI EMPIRIS PADA SAHAM-SAHAM YANG TERGABUNG DALAM LQ45)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis dan menganalisis saham yang membentuk portofolio optimal dari saham-saham perusahaan yang terdaftar di LQ45 serta proporsi dari masing-masing saham optimal dengan menggunakan model Markowitz. Untuk mengetahui saham yang optimal dalam penelitian ini maka digunakan analisis model Markowitz. Model Markowitz dapat meminimalkan risiko dan return. Sampel dalam penelitian ini adalah Saham Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah sampel 12 saham. Metode analisis yang digunakan adalah dengan microsoft excel dan Solver linear programming. Hasil Penelitian ini menunjukkan menunjukkan bahwa terdapat 6 saham yang termasuk ke dalam portofolio optimal yaitu antara lain BBCA (34.03%), GGRM (20.22%), HMSP (9.96%), ICBP (0.56%), UNTR ( 12.71%), UNVR (22.53%). Rata-rata tingkat pengembalian portofolio adalah sebesar 1.25% dan risiko portofolio adalah sebesar 3.18%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail