Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: tingkat kematangan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Klasifikasi Tingkat Kematangan dan Jenis Buah Pisang Berbasis Citra Menggunakan Metode CNN (Convolutional Neural Network)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas dan tingkat kematangan buah pisang sangat memengaruhi harga jual dan kepuasan konsumen, namun proses penentuan secara manual memerlukan waktu, keahlian khusus, dan rawan kesalahan, sehingga dibutuhkan sistem otomatis yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem klasifikasi otomatis tingkat kematangan dan jenis buah pisang berbasis citra dengan menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN), yang diharapkan dapat membantu petani, pedagang, dan konsumen dalam menilai kualitas buah secara cepat dan akurat. Dataset yang digunakan mencakup 900 citra awal dari pisang jenis susu dan muli dengan tiga kategori kematangan yaitu mentah, matang, dan busuk. Setelah melalui tahap preprocessing jumlah dataset meningkat menjadi 2.700 citra. Selanjutnya, data dibagi menjadi data latih 70%, data validasi 15%, dan data uji 15%. Model CNN dilatih menggunakan arsitektur VGG16 dan dievaluasi dengan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Proses analisis data meliputi pembagian dataset, pelatihan model, serta evaluasi performa dengan mengamati kestabilan nilai metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pengujian dari data uji dalam dataset menunjukkan performa model yang tinggi dengan nilai rata-rata precision 85%, recall 88%, dan F1-score 86% serta rata – rata akurasi 87,90%. Hasil pengujian sebanyak 405 data dari data uji diluar dataset menunjukkan performa model yang turun dengan nilai rata-rata precision 86%, recall 77% dan F1-score 79% serta rata – rata akurasi 76,79%. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif sebagai sistem otomatis dalam penilaian kualitas buah pisang, dan dapat diimplementasikan dalam industri pertanian untuk meningkatkan efisiensi, keakuratan, serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan otomatis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN KUWE (Caranx ignobilis) DI PERAIRAN TANJUNG BUKA

2023•

Ikan Kuwe (C. ignobilis) atau yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama ikan Putih, terkenal dengan sebutan Giant Trevally (GT). Ikan Kuwe merupakan ikan laut bernilai ekonomis yang digemari sebagian besar masyarakat dan dikonsumsi dalam berbagai ukuran, mulai yang muda hingga ukuran dewasa. Ikan Kuwe banyak dikonsumsi oleh masyarakat, karena harganya yang cukup terjangkau. Tingginya minat masyarakat terhadap ikan Kuwe berpotensi menyebabkan overfishing, karena besarnya upaya penangkapan. Usaha penangkapannya dilakukan dengan berbagai macam alat tangkap seperti rawai dasar, pancing ulur, tugu, dan kelong (guiding barrier). Penangkapan yang dilakukan secara terus menerus akan menurunnya ketersediaan sumberdaya ikan pada suatu wilayah perairan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya perikanan. Salah satu daerah penangkapan ikan Kuwe adalah di perairan Tanjung Buka yang merupakan perairan payau (estuary). Perairan ini merupakan daerah penangkapan ikan Kuwe bagi nelayan yang menggunakan alat tangkap Kelong (guiding barrier), karena perairan ini dimanfaatkan oleh ikan Kuwe yang masih muda (juvenile) sebagai daerah mencari makan. Upaya untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan memerlukan data biologi perikanan. Salah satu aspek dari biologi perikanan adalah biologi reproduksi. Ikan melakukan reproduksi untuk mempertahankan populasinya di alam. Fokus penelitian pada aspek reproduksi ikan Kuwe (Caranx ignobilis) dengan tujuan untuk menganalisa dan mengetahui tingkat dan indeks kematangan gonad ikan Kuwe di perairan Tanjung buka. Pelaksanaan penelitian pada bulan Mei - Juli 2023. Penangkapan sampel ikan menggunakan alat tangkap kelong (guilding barrier) di perairan Tanjung Buka dengan jumlah sampel sebanyak 53 ekor yang terdiri atas 29 ekor ikan jantan dan 23 ekor ikan betina. Penentuan tingkat kematangan gonad (TKG) dengan pengamatan bentuk morfologi gonad. Tahap-tahap perkembangan gonad ikan ditentukan secara morfologi menurut Deskripsi kematangan gonad genus Caranx (Williams, 1965). Nisbah kelamin antara jantan dan betina adalah 1:0,79. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan Kuwe pada bulan Mei didominasi oleh TKG III (42,11%) pada ikan Jantan, dan betina pada TKG I (44,44%). Pada bulan Juni nilai tertinggi diperoleh TKG II (50,00%) pada Jantan, dan TKG I (50,00%) pada betina. Begitu pula pada bulan Juli nilai tertinggi diperoleh TKG II (50,00%) pada Jantan, dan TKG I (50,00%) pada betina. Hasil pengamatan dan perhitungan terhadap nilai indeks kematangan gonad ikan Kuwe dimana ikan betina tertinggi sebesar 0,779% pada TKG III, dan terendah sebesar 0,084% pada TKG I. Sedangkan pada ikan Kuwe jantan milai IKG tertinggi pada TKG III sebesar 7,121% dan terendah sebesar 0,056% pada TKG I.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR UKURAN DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD LOBSTER PAKISTAN (Panulirus polyphagus) DAN LOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus) HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DI PERAIRAN TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lobster (Panulirus sp.) adalah salah satu hasil produk utama perikanan di Indonesia dengan kategori potensial dan memiliki ekonomis penting untuk ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur ukuran dan tingkat kematangan gonad lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) dan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) hasil tangkapan jaring insang di perairan tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 3 kali sampling perminggu. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 27 Pakistan dan 8 Mutiara. Hasil analisa struktur ukuran panjang total lobster Pakistan ditemukan kisaran antara 8.7 - 30.4 cm dan pada lobster mutiara ditemukan kisaran panjang total pada ukuran 16 - 27.6 cm. Hasil analisa pada ukuran panjang karapas dari lobster pakistan didapatkan sekitar 5.9 – 12 cm dan pada lobster Mutiara didapatkan kisaran panjang karapas sekitar 6.7 - 10.9 cm. Hasil analisa dari ukuran panjang abdomen pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 6.3 - 13 cm dan pada lobster Mutiara ditemukan panjang abdomen pada kisaran 6.5 - 10.7 cm. Hasil penelitian dari berat pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 108 - 928 gram dan pada lobster Mutiara ditemukan berat pada kisaran 147 - 583 gram. Hasil analisa Tingkat Kematangan Gonad didapatkan perbedaan ciri seksual sekunder terhadap jantan dan betina yaitu pada kaki renang, kaki jalan, alat kelamin dan ovagereus satae dan karateristik gonad yaitu lobster jantan Pakistan dan Mutiara ditemukan testis berbentuk menyerupai huruf U di sisi kanan maupun di sisi kiri dan memiliki warna abu-abu keputih-putihan dan lobster betina Pakistan dan Mutiara ditemukan ciri ovarium bentuk menyerupai huruf H dan memiliki warna transparan keputih putihan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Reproduksi dan Kebiasaan Makan Ikan Gulama (Johnius spp.) yang Tertangkap di Perairan Tarakan bagian Timur

2021•

ASPEK REPRODUKSI DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN GULAMA (JOHNIUS SPP.) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN TARAKAN BAGIAN TIMUR Abstrak Ikan gulama merupakan salah satu bagian utama dalam membentuk jaring makanan dalam ekosistem pesisir dan estuari. Keberlanjutan populasi ini menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan dalam pengelolaan yaitu mengenai Aspek Reproduksi dan Kebiasaan Makan Ikan Gulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan alami serta mengetahui aspek reproduksi ikan gulama (Johnius spp.). yang tertangkap di Perairan Tarakan bagian Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret dimana ikan-ikan yang dijadikan sebagai sampel dikumpulkan menggunakan alat tangkap trammel net. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengukuran kualitas air yang dilakukan secara insitu, menganalisis kebiasaan makan ikan gulama, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gulama merupakan karnivora terbukti dengan rasio panjang usus 0,6-0,7 cm cenderung crustavorus sebab makanan utama udang, makanan pelengkap ikan-ikan kecil dan kepiting, makanan tambahan berupa cacing serta serasah. Aktivitas makan ikan gulama berbeda-beda setiap tripnya dengan nilai berkisar antara 10,9-19,8%. Nisbah kelamin ikan jantan dan betina tidak seimbang dengan perbandingan 1,0: 2,6, kemudian hasil pengamatan terhadap TKG ikan gulama menunjukkan bahwa ikan betina telah memasuki fase pematangan awal karena telah berada pada TKG IV sedangkan ikan jantan belum memasuki fase pematangan awal karena masih berada pada TKG III. Nilai IKG ikan gulama jantan berkisar antara 3,3-123,5% sementara ikan betina berkisar antara 17,2-485,4% hal ini dapat dimengerti karena volume ovarium pada ikan betina lebih besar dibandingkan volume testis pada ikan jantan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail