ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Tanjung Buka merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya hayati laut, karena merupakan daerah estuari dimana berbagai jenis ikan memanfaatkannya sebgai tempat pemijahan dan mencari makan. Salah satu sumberdaya ikan yang banyak dimanfaatkan oleh nelayan adalah ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Ikan ini banyak ditangkap dengan berbagai jenis alat tangkap, karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kelestariannya menjadi terancam. Upaya untuk menjaga kelestariannya memerlukan data biologi perikanan. Salah satu aspeknya adalah pertumbuhan ikan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa struktur ukuran guna menduga parameter pertumbuhan ikan Kuwe. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil hasil tangkapan nelayan yang menggunakan kelong (guiding barrier) sebagai alat tangkap. Sampel ikan yang diamati sebanyak 150 ekor dengan ukuran panjang total berkisar antara 14,3 cm hingga 29,3 cm. Panjang total ikan diukur menggunakan penggaris dengan ketelitian 1 mm, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kelas ukuran. Model pertumbuhan menggunakan persamaan von Bertalanffy. Panjang total ikan Kuwe berkisar 14 – 30 cm. Panjang maksimal yang dapat dicapai (L∞) = 24,4 cm, koefisien pertumbuhan (K) = 5,3 cm/tahun dan umur teoritis (t0) = 0,3 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan Kuwe memiliki laju pertumbuhan yang cepat sehingga membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai panjang maksimum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lobster (Panulirus sp.) adalah salah satu hasil produk utama perikanan di Indonesia dengan kategori potensial dan memiliki ekonomis penting untuk ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur ukuran dan tingkat kematangan gonad lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) dan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) hasil tangkapan jaring insang di perairan tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 3 kali sampling perminggu. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 27 Pakistan dan 8 Mutiara. Hasil analisa struktur ukuran panjang total lobster Pakistan ditemukan kisaran antara 8.7 - 30.4 cm dan pada lobster mutiara ditemukan kisaran panjang total pada ukuran 16 - 27.6 cm. Hasil analisa pada ukuran panjang karapas dari lobster pakistan didapatkan sekitar 5.9 – 12 cm dan pada lobster Mutiara didapatkan kisaran panjang karapas sekitar 6.7 - 10.9 cm. Hasil analisa dari ukuran panjang abdomen pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 6.3 - 13 cm dan pada lobster Mutiara ditemukan panjang abdomen pada kisaran 6.5 - 10.7 cm. Hasil penelitian dari berat pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 108 - 928 gram dan pada lobster Mutiara ditemukan berat pada kisaran 147 - 583 gram. Hasil analisa Tingkat Kematangan Gonad didapatkan perbedaan ciri seksual sekunder terhadap jantan dan betina yaitu pada kaki renang, kaki jalan, alat kelamin dan ovagereus satae dan karateristik gonad yaitu lobster jantan Pakistan dan Mutiara ditemukan testis berbentuk menyerupai huruf U di sisi kanan maupun di sisi kiri dan memiliki warna abu-abu keputih-putihan dan lobster betina Pakistan dan Mutiara ditemukan ciri ovarium bentuk menyerupai huruf H dan memiliki warna transparan keputih putihan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Bangkudulis merupakan perairan yang memiliki potensi sumberdaya hayati laut, salah satu hasil lautnya adalah ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum). Ikan Senangin merupakan ikan yang memiliki potensi dan bernilai tinggi untuk dikembangkan sebagai sumber protein dan memenuhi pangan masyarakat sehingga dapat menyebabkan penangkapan yang berlebih yang mengarah kepada kepunahan stok. Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka mengatasi kepunahan dengan dilakukan penelitian tentang aspek biologi perikanan. Salah satu aspek biologi yaitu struktur ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran dan dugaan parameter pertumbuhan ikan Senangin yang berada di perairan Pulau Bangkudulis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 - Februari 2022. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar. Pengukuran panjang total ikan menggunakan penggaris dengan ketelitian 1 mm. Model pertumbuhan menggunakan persamaan Von Bertalanffy. Total sampel yang didapatkan yaitu 1005 ekor selama 3 bulan. Berdasarkan struktur ukuran panjang total ikan Senangin yang tertangkap berkisar pada ukuran 18-37 cm. Berdasarkan dugaan parameter pertumbuhan ikan senangin didapatkan nilai panjang maksimal yang dapat dicapai (L∞) = 38,85 cm, koefisien pertumbuhan (K) = 0.4, dan dugaan umur pada panjang teoritis nol (t0) = -0,337 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan Senangin memiliki laju pertumbuhan yang cepat sehingga membutukan waktu yang singkat untuk mencapai panjang maksimum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu biota di estuaria yang sering tertangkap pada kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan adalah ikan kakap putih (Lates calcarifer). Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan struktur ukuran dan pertumbuhan ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan dan menjelaskan struktur ukuran panjang dan berat, menerangkan model pertumbuhan dengan pendekatan von Bertalanffy, menerangkan pola/sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021-Maret 2022 di perairan estuaria sungai Kayan (perairan muara Ancam, perairan muara Bulungan dan perairan muara Mapat) menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) memiliki panjang dominan pada kisaran 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2 – 728,4 gram (total), 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2-728,4 gram (jantan), dan 37,4-39,8 cm dengan berat 701,8-804,6 gram (betina). Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada sampel ikan kakap putih (Lates calcarifer) menghasilkan persamaan Lt = 91.208 {1 - 2.71828 -0.016 ( t - 0.935 )}. Hubungan panjang berat ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara keseluruhan, jantan dan betina bersifat allometrik negative dan memiliki nilai faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan kakap putih jantan dan betina dalam kondisi atau bentuk tubuh yang cukup baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alat tangkap Bubu dasar merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif di dasar perairan yang memiliki hasil tangkapan dengan ukuran yang bervariasi serta beragam jenis. Hasil tangkapan yang berukuran kecil atau tidak layak tangkap pada pengoprasian alat tangkap dapat berpengaruh dalam perikanan yang berkelanjutan, oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan menganalisis komposisi hasil tangkapan dan struktur ukuran ikan kakap merah. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan di perairan Pulau Bunyu, sampel di kumpulkan berasal dari alat tangkap bubu dasar. Data yang di kumpulkan dianalisis dengan membandingkan HTU, HTS dan HTB serta selang ukuran ditentukan dalam selang kelas dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi. Keanekaragaman ikan yang didapat yaitu terdiri dari 5 jenis ikan yaitu ikan merah (L. argentimaculatus), ikan kerapu (E. malabaricus), ikan tompel (L. ruselli), ikan kipar (Scatophagus argus), ikan buntal (Tetraodon sp.). ikan-ikan yang tertangkap itu didominasi oleh ikan dengan kategori hasil tangkapan utama (HTU) dengan presentase 80%. Proporsi ukuran ikan kakap merah yang didapat yaitu 30,2-61,83 cm dengan nilai selang kelas paling tinggi yaitu 30,2-53,92 cm jika dilihat dari penentuan ikan pertama kali matang gonad, ikan merah yang tertangkap merupakan ikan yang sudah masuk pada fase dewasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kerang darah merupakan salah satu jenis kerang yang berpotensi dan bernilai untuk dikembangkan sebagai sumber protein dan mineral untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran kerang darah yang ada di perairan Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 – April 2021 di perairan Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Pengambilan sampel dilapangan dengan mengikuti penangkapan kerang darah dengan nelayan. Sampel di dapatkan dari tangkapan nelayan sebanyak 500 ekor sekali sampling. Pengukuran panjang kerang darah menggunakan caliper dengan ketelitian 0,05 mm. Total sampel yang didapatkan yaitu 1538 ekor selama 3 bulan. Hasil yang didapatkan yaitu nilai Koefisien = 1,10 sedangkan nilai Panjang maksimal = 5,25 cm. Analisis perhitungan parameter pertumbuhan ukuran panjang infiniti (L∞) nilai yang didapatkan 5,5 cm dan nilai koefisien pertumbuhan (K) 1,10. Ukuran panjang infiniti (L∞) memperlihatkan bahwa pertumbuhan cangkang kerang darah yang ada di perairan Tanjung Buka, sudah mencapai panjang maksimum. Kerang darah mencapai panjang maksimum pada umur 7 bulan dengan panjang 5,25 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki jumlah penduduk sekitar 253.026 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Tarakan, 2018). Sebagian besar penduduk Kota Tarakan berprofesi sebagai nelayan salah satunya dengan menggunakan alat tangkap Trammel net. Hal ini didukung dengan letak geografis Pulau Tarakan yang sangat strategis. Pulau Tarakan berada di depan Muara Sungai Kayan dan Sungai Sesayap serta berdekatan dengan Laut Sulawesi, sehingga memiliki potensi sumberdaya ikan dan udang yang besar baik dari segi jumlah maupun keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur ukuran panjang dan berat serta mengidentifikasi hasil tangkapan dari pengoperasian trammel net di perairan muara Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2020 sampai Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian Komposisi hasil tangkapan utama dengan nilai kisaran 54 kg (53,3 %) yang tediri dari udang putih dengan ukuran yang mendominan 12,7–13,5 cm dan udang windu dengan ukuran 11,0-11-7 cm, komposisi hasil tangkapan sampingan dengan nilai kisaran 31 kg (29,2 %) yang terdiri dari ikan puput, ikan gulama, ikan ekor kuning, dan ikan selangat dengan ukuran yang mendominan 15,0-14,9 cm serta komposisi hasil tangkapan buangan dengan nilai berkisar 21,2 kg (17,5 %) yang terdiri dari ikan otek, ikan sebelah, ikan buntal, ikan pari, mantis, ikan lidah, ikan puput dan rajungan dengan ukuran yang mendominan 15,2-18,6 cm.