ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia adalah kondisi sel darah merah lebih rendah dari biasanya akibat kekurangan nutrisi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Beberapa faktor mempengaruhi kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang gizi termasuk pengetahuan tentang gizi zat besi, kepatuhan minum TTD. Pencegahan dan pengendalian anemia pada remaja putri memerlukan kerjasama antara negara, masyarakat dan orang tua.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi eksperimental pre-posttest one group. Desain penelitian ini meliputi perlakuan (penyuluhan anemia dan pemberian buah kurma) pada sampel dan pengukuran kadar anemia sebelum dan sesudah perlakuan. sampel yang digunakan adalah Remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 24 responden. Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah simple random sampling.pemberian edukasi tentang anemia pada remaja di SMA Frater Don Bosco Tarakan di peroleh nilai p0,05 (p=0.001). pemberian buah kurma tnilai minimum untuk sebelum perlakuan adalah 9.1 gr/dl dan sesudah perlakuan adalah 12.1 gr/dl kemudian nilai maximum untuk pretest 12.7 gr/dl dan posttest 17.2 gr/dl, lalu untuk nilai mean, prestest 10.97 gr/dl dan posttest 14.66 gr/dl dan nilai Std. Deviation untuk 1.04 (sebelum perlakuan) dan 1.41 (sesudah perlakuan) dengan nilai P0,05 (P=0.001). rerata sebelum dan setelah pemberian buah kurma sebanyak 3.68 gr/dl. Artinya terdapat peningkatan kadar hb sebulum dan setelah pemberian buah kurma. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan, dapat disimpulkan bahwa: 2. Edukasi anemia memiliki peranan dan dampak yang baik dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan 3. Edukasi anemia dan pemberian buah kurma berperan terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ibu hamil yang mengalami kondisi anemia meningkat di Indonesia dari 37,1% di tahun 2013 menjadi 48,9% di tahun 2018. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan riwayat anemia di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu dengan cara purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 47 ibu hamil. Pengukuran pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil didapatkan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan kadar hemoglobin pada ibu hamil didapatkan dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin yang dilakukan pada trimester I dan trimester III yang tercatat dalam rekam medik atau buku KIA ibu. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan sistem komputerisasi SPSS dengan menggunakan teknik korelasi Rank Spearman. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0.000. Diketahui nilai p value 0.05 maka hipotesis Ha1 diterima, sehingga dapat di simpulkan bahwa pada α = 5%, didapat ada hubungan bermakna anatara pengetahuan tentang anemia dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil dengan riwayat anemia. Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan bermakna anatara pengetahuan tentang anemia dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil dengan riwayat anemia di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Artinya semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang anemia maka ibu akan semakin menjaga pola hidupnya semasa kehamilan sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia kehamilan adalah asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Namun, Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya adalah usia ibu pada saat hamil dan paritas. Anemia kehamilan berhubungan dengan usia ibu (terlalu tua atau terlalu muda). Sedangkan pada ibu hamil dengan paritas 1 memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia pada kehamilan apabila dibandingkan dengan ibu hamil dengan paritas 2-3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Karateristik ibu yang mengalami anemia berdasarkan paritas,usia,riwayat anemia,dan IMT di Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian ini adalah penelitian deskri ptif yang betujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami anemia menurut paritas, umur, riwayat anemia dan IMT. Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian sebagai sasaran mendapatkan dan menggumpulkan data. Ju,lah populasi sebanyak 57dan jumlah smpel 57 dengan menggunakan teknik total sampling. Dari penelitian yang dilakukan terdapat karakteristik ibu hamil anemia berdasarkan usia, sebagian besar berada pada rentan usia 20-35 tahun sebanyak 48 (84,2%), kemudian di ikuti usia >35 sebanyak 8 (14,0%) reponden, dan kelompok usia 20 terdapat sebanyak 1 (1,8%) respoden. paritas ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 5 kali sebanyak 8 (14,0 %) responden, sedangkan ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 2 kali sebanyak 49 (86,0%) responden. Yang memiliki riwayat anemia ringan sebanyak 37 (64,9%) responden, tidak anemia sebanyak 17 (29,8%), dan yang anemia sedang sebanyak 3 (5,3%) responden. Sebagian besar ibu dengan indeks masa tubuh normal sebanyak 29 (50,9%) responden, obesitas sebanyak 24 (42,2%) responden, dan kurus sebanyak 3 (5,3%) responden. Anemia of pregnancy is insufficient iron intake and inadequate absorption. However, there are many things that cause anemia in pregnancy, including the age of the mother during pregnancy and parity. Pregnancy anemia is related to the mother's age (too old or too young). Meanwhile, pregnant women with parity 1 have a high risk of experiencing anemia in pregnancy when compared to pregnant women with parity 2-3. The purpose of this study was to determine the characteristics of women with anemia based on parity, age, history of anemia, and BMI at the Gunung Lingkas Health Center. This research is a descriptive study that aims to determine the characteristics of mothers who have anemia according to parity, age, history of anemia and BMI. The population is the entire object of research as the target of obtaining and collecting data. Ju, the population is 57 and the number of samples is 57 using the total sampling technique. From the research conducted, there were characteristics of anemic pregnant women based on age, most of them were vulnerable to the age of 20-35 years with as many as 48 (84.2%), then followed by those aged> 35 with as many as 8 (14.0%) respondents, and the age group 20 there were 1 (1.8%) respondents. The parity of mothers with more than 5 birth experiences was 8 (14.0%) respondents, while mothers who had more than 2 birth experiences were 49 (86.0%) respondents. There were 37 (64.9%) respondents with a history of mild anemia, 17 (29.8%) not anemic, and 3 (5.3%) moderate anemia. Most of the mothers with normal body mass index were 29 (50.9%) respondents, obese were 24 (42.2%) respondents, and thin were 3 (5.3%) respondents.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Anemia pada ibu hamil biasanya ditandai dengan terjadinya peningkatan kecepatan denyut jantung karena tubuh berusaha memberi oksigen lebih banyak ke jaringan, pusing akibat kurangnya darah ke otak, terasa lelah karena meningkatnya oksigenasi berbagai organ termasuk otot jantung dan rangka, kulit pucat dan mual akibat penurunan aliran darah saluran cerna dan susunan saraf pusat. Kemudian, klasifikasi anemia pada ibu hamil berdasarkan berat ringannya, anemia pada ibu hamil yang dikategorikan adalah anemia ringan dan berat (Depkes RI, 2009). Anemia ringan apabila kadar HB dalam darah 8 gr% sampai 11 gr%, anemia berat apabila kadar HB dalam darah kurang dari 8 gr%, dikutip dalam (Astutik dan Ertiana, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tablet FE dan vitamin C terhadap peningkatan kadar HB pada ibu hamil Trimester II dan III dengan Anemia Ringan dan Sedang di Puskesmas Gunung Lingkas Tahun 2023. Desain penelitian quasy eksperimental atau eksperimen semu. dengan desain two group pre-post test. Jumlah populasi sebanyak 30 pasien dan sampel 30 pasien yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Dari hasil penelitian ini terdapat Kadar Hemoglobin Pemberian Tablet FE + Vit C pada Follow UP I dan II, distribusi tertinggi pada ibu dengan kadar HB yang mengalami peningkatan sebanyak 10 responden (66,7%), kemudian ibu dengan kadar HB turun sebanyak 5 responden (33,3%), kemudian tidak terdapat ibu dengan kadar HB tetap. Analisis menggunakan uji beda / independent t test didapatkan hasil p value 0.003 0.005, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara dua kelompok dimana pemberian tablet Fe dan Vitamin C secara bersamaan lebih efektif dalam meningkatkan kadar haemoglobin.