KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI ANEMIA DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS
Anemia kehamilan adalah asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Namun, Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya adalah usia ibu pada saat hamil dan paritas. Anemia kehamilan berhubungan dengan usia ibu (terlalu tua atau terlalu muda). Sedangkan pada ibu hamil dengan paritas 1 memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia pada kehamilan apabila dibandingkan dengan ibu hamil dengan paritas 2-3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Karateristik ibu yang mengalami anemia berdasarkan paritas,usia,riwayat anemia,dan IMT di Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian ini adalah penelitian deskri ptif yang betujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami anemia menurut paritas, umur, riwayat anemia dan IMT. Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian sebagai sasaran mendapatkan dan menggumpulkan data. Ju,lah populasi sebanyak 57dan jumlah smpel 57 dengan menggunakan teknik total sampling. Dari penelitian yang dilakukan terdapat karakteristik ibu hamil anemia berdasarkan usia, sebagian besar berada pada rentan usia 20-35 tahun sebanyak 48 (84,2%), kemudian di ikuti usia >35 sebanyak 8 (14,0%) reponden, dan kelompok usia 20 terdapat sebanyak 1 (1,8%) respoden. paritas ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 5 kali sebanyak 8 (14,0 %) responden, sedangkan ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 2 kali sebanyak 49 (86,0%) responden. Yang memiliki riwayat anemia ringan sebanyak 37 (64,9%) responden, tidak anemia sebanyak 17 (29,8%), dan yang anemia sedang sebanyak 3 (5,3%) responden. Sebagian besar ibu dengan indeks masa tubuh normal sebanyak 29 (50,9%) responden, obesitas sebanyak 24 (42,2%) responden, dan kurus sebanyak 3 (5,3%) responden. Anemia of pregnancy is insufficient iron intake and inadequate absorption. However, there are many things that cause anemia in pregnancy, including the age of the mother during pregnancy and parity. Pregnancy anemia is related to the mother's age (too old or too young). Meanwhile, pregnant women with parity 1 have a high risk of experiencing anemia in pregnancy when compared to pregnant women with parity 2-3. The purpose of this study was to determine the characteristics of women with anemia based on parity, age, history of anemia, and BMI at the Gunung Lingkas Health Center. This research is a descriptive study that aims to determine the characteristics of mothers who have anemia according to parity, age, history of anemia and BMI. The population is the entire object of research as the target of obtaining and collecting data. Ju, the population is 57 and the number of samples is 57 using the total sampling technique. From the research conducted, there were characteristics of anemic pregnant women based on age, most of them were vulnerable to the age of 20-35 years with as many as 48 (84.2%), then followed by those aged> 35 with as many as 8 (14.0%) respondents, and the age group 20 there were 1 (1.8%) respondents. The parity of mothers with more than 5 birth experiences was 8 (14.0%) respondents, while mothers who had more than 2 birth experiences were 49 (86.0%) respondents. There were 37 (64.9%) respondents with a history of mild anemia, 17 (29.8%) not anemic, and 3 (5.3%) moderate anemia. Most of the mothers with normal body mass index were 29 (50.9%) respondents, obese were 24 (42.2%) respondents, and thin were 3 (5.3%) respondents.