ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan pada remaja putri dan dapat memengaruhi pertumbuhan, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, serta kondisi kesehatan reproduksi. Pemahaman mengenai anemia dan penerapan perilaku pencegahannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri SMP di wilayah pesisir Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden didominasi kategori kurang sebesar 48,5%, diikuti kategori cukup sebesar 30,3% dan baik sebesar 21,2%. Perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup sebesar 80,3%, diikuti kategori kurang sebesar 15,2% dan baik sebesar 4,5%. Berdasarkan tingkat pencegahan, perilaku yang memiliki frekuensi jawaban tertinggi meliputi sarapan dengan makanan sumber karbohidrat pada pencegahan primer, pemeriksaan hemoglobin pada pencegahan sekunder, serta menghindari makanan cepat saji pada pencegahan tersier. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan anemia didominasi kategori kurang, sedangkan perilaku pencegahan anemia didominasi kategori cukup. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan dan pembiasaan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Data Puskesmas Long Bawan menunjukkan tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Menganalisis hubungan usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari register Antenatal Care (ANC) periode April 2025 sampai April 2026 dan dianalisis pada satu waktu penelitian. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori usia tidak berisiko (78,6%), paritas tidak berisiko (95,4%), status gizi tidak KEK (90,1%), dan jarak kehamilan tidak berisiko (77,9%). Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 62,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,276), paritas (p=0,671), status gizi (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,170) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Tingginya prevalensi anemia yang ditemukan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, usia, paritas, status gizi, jarak kehamilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan kondisi penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan darah mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas, produktivitas, dan kualitas hidup pasien. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada du pasien dengan diagnosis medis anemia secara komprehensif di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien, yaitu Ny. S dan Ny. E, melalui tahapan pengkajian diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien dengan anemia mengalami keluhan lemah, pucat, akral dingin, CRT memanjang, penurunan nafsu makan, serta kadar Hb rendah. Diagnosis keperawatan yang muncul disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien dan dilakukan untervensi keperawatan yang berfokus pada pemantauan kondisi umum, pemenuhan kebutuhan oksigenasi, nutrisi, aktivitas, serta edukasi kesehatan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, ditemukan adanya perbaikan kondisi pasien sesuai dengan respons terhadap tindakan yang diberikan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang komprehensif berperan penting dalam membantu stabilisasi kondisi pasien anemia dan meningkatkan kualitas perawatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan fisik dan mental. Salah satu upaya pencegahan anemia secara nonfarmakologis yang efektif adalah melalui pemberian jus kacang hijau yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada remaja putri dengan anemia menggunakan intervensi jus kacang hijau sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan mencegah komplikasi jangka panjang. Metode: Pendekatan studi kasus dilakukan pada Nn. D, usia 19 tahun dengan anemia sedang (Hb 9,5 gr/dl) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas. Intervensi berupa pemberian jus kacang hijau 250 ml sekali sehari selama 4 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan Hb menggunakan GChb Easy Touch. Hasil: Setelah intervensi selama 4 hari, terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan perbaikan gejala anemia seperti kelelahan dan sulit konsentrasi. Remaja juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya gizi seimbang dan dukungan keluarga dalam pencegahan anemia. Kesimpulan: Pemberian jus kacang hijau merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterima dalam meningkatkan kadar Hb serta memperbaiki gejala anemia pada remaja putri. Diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia dalam kehamilan merupakan masalah yang harus mendapatkan penanganan khusus karena prevalensi yang masih tinggi. Dampak yang mugkin timbul pada ibu hamil dengan anemia dalam kehamilan tidak terjadi hanya pada ibu hamil tetapi juga berdampak pada bayi baru lahir. Kejadian anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain usia ibu saat hamil, paritas, frekuensi kunjungan ANC, status gizi, status ekonomi, tingkat pendidikan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor-faktor penyebab anemia pada ibu hamil di Puskesmas daerah perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan utara tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Tehnik Sampel menggunakan non probability sampling yaitu teknik purposive sampling dengan total besar sampel sebanyak 83 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari catatan rekam medik pasien, buku KIA ibu hamil dan kohort ibu tahun 2023-2024. Uji hubungan akan menggunakan uji chi-square serta uji multivariat menggunakan Uji Regresi Linier Ganda menggunakan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara anemia dengan usia ibu dengan p-value sebesar 0,000, anemia dengan umur kehamilan dengan p-value sebesar 0,009, anemia dengan paritas dengan p-value sebesar 0,000, anemia dengan status gizi dengan p-value sebesar 0,000. Diantara variabel yang ada, status gizi memiliki hubungan paling dominan terhadap kejadian anemia berdasarkan hasil uji multivariat dengan hasil nilai Coeffisients B sebesar -0,596. Berdasarkan hal tersebut, anemia memiliki hubungan terhadap usia ibu, umur kehamilan, paritas, dan status gizi, dengan faktor status gizi sebagai faktor yang paling berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Daerah Perbatasan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Tahun 2024. Diharapkan bagi petugas Kesehatan dapat memberikan perhatian terhadap usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan status gizi ibu hamil untuk mengurangi kejadian anemia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ibu hamil yang mengalami kondisi anemia meningkat di Indonesia dari 37,1% di tahun 2013 menjadi 48,9% di tahun 2018. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan riwayat anemia di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu dengan cara purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 47 ibu hamil. Pengukuran pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil didapatkan dengan menggunakan kuisioner, sedangkan kadar hemoglobin pada ibu hamil didapatkan dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin yang dilakukan pada trimester I dan trimester III yang tercatat dalam rekam medik atau buku KIA ibu. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan sistem komputerisasi SPSS dengan menggunakan teknik korelasi Rank Spearman. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0.000. Diketahui nilai p value 0.05 maka hipotesis Ha1 diterima, sehingga dapat di simpulkan bahwa pada α = 5%, didapat ada hubungan bermakna anatara pengetahuan tentang anemia dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil dengan riwayat anemia. Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan bermakna anatara pengetahuan tentang anemia dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil dengan riwayat anemia di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Artinya semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang anemia maka ibu akan semakin menjaga pola hidupnya semasa kehamilan sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
HUBUNGAN MENGKONKOMSUMSI TABLET FE DENGAN PENINGKATAN KADAR HB IBU HAMIL DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS ABSTRAK Anemia adalah penurunan kapasitas darah dalam membawa oksigen karena jumlah sel darah merah yang kurang dari normal atau penurunan konsentrasi hemoglobin yang bisa disebabkan karena penurunan produksi eritrosit atau kehilangan darah banyak. Salah satu kelompok yang rentan terhadap anemia defisiensi besi adalah ibu hamil. Anemia pada ibu hamil adalah kondisi dimana kadar hemoglobin berada di bawah 11 g/dl pada trimester I dan III atau di bawah 10,5 g/dl pada trimester II (Rizki F., Lipoeto, Ali, H.2017). Peneliti ini mempunyai tujuan untuk mengetahui Apakah pemberian tablet FeHubungandalam meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia Di Puskesmas Gunung Lingkas pada tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gunung Lingkas sejak Mei 2023 sebanyak 45 orang. Tekhnik sampling yang digunakan adalah Total sampling denganpengumpulan data menggunakan Rekam Medis.Dari penelitian yang penulis lakukan terdapat kadar Hb ibu hamil Folow Up I 10.262 gl/dl, sedangkan rata-rata kadar Hb ibu hamil setelah Follow Up II adalah 10.8 gl/dl. Hasil uji statistik didapatkan nilai p= 0.001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Mengkonsumsi tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil. Kata Kunci: Anemia, Kehamilan, Kadar Hb