2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan murid kelas III dalam memahami materi pengukuran panjang serta keterbatasan penggunaan bahan ajar yang dapat membantu murid mengembangkan kemampuan numerasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan Lembar Kerja Murid (LKM) bermuatan numerasi pada materi pengukuran panjang untuk murid kelas III SDN 043 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan LKM diperoleh melalui validasi ahli materi dan ahli media, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui angket respon guru dan murid pada uji coba terbatas dan uji coba luas. Keefektifan LKM diperoleh melalui hasil pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan N-Gain. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 80% dan validasi ahli media sebesar 94,6%, sehingga LKM dinyatakan sangat layak digunakan. Hasil uji coba terbatas menunjukkan respon guru sebesar 96,84% dan respon murid sebesar 91,23%, sedangkan pada uji coba luas respon guru sebesar 100% dan respon murid sebesar 90,33%, yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Keefektifan LKM ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Pada uji coba terbatas, rata-rata nilai pre-test sebesar 55,556 dan post-test sebesar 80,883 dengan selisih rata-rata sebesar 25,327. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,569 dengan kategori sedang, serta nilai t hitung yaitu 8,510 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,262. Pada uji coba luas, rata-rata nilai pre-test sebesar 40,741 dan post-test sebesar 72,222 dengan selisih rata-rata sebesar 31,481. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,531 dengan kategori sedang, serta nilai t hitung yaitu 9,723 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,086. Berdasarkan hasil tersebut, Lembar Kerja Murid bermuatan numerasi pada materi pengukuran panjang kelas III SD dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan murid kelas III dalam memahami materi pengukuran panjang serta keterbatasan penggunaan bahan ajar yang dapat membantu murid mengembangkan kemampuan numerasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan Lembar Kerja Murid (LKM) bermuatan numerasi pada materi pengukuran panjang untuk murid kelas III SDN 043 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan LKM diperoleh melalui validasi ahli materi dan ahli media, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui angket respon guru dan murid pada uji coba terbatas dan uji coba luas. Keefektifan LKM diperoleh melalui hasil pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan N-Gain. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 80% dan validasi ahli media sebesar 94,6%, sehingga LKM dinyatakan sangat layak digunakan. Hasil uji coba terbatas menunjukkan respon guru sebesar 96,84% dan respon murid sebesar 91,23%, sedangkan pada uji coba luas respon guru sebesar 100% dan respon murid sebesar 90,33%, yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Keefektifan LKM ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Pada uji coba terbatas, rata-rata nilai pre-test sebesar 55,556 dan post-test sebesar 80,883 dengan selisih rata-rata sebesar 25,327. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,569 dengan kategori sedang, serta nilai t hitung yaitu 8,510 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,262. Pada uji coba luas, rata-rata nilai pre-test sebesar 40,741 dan post-test sebesar 72,222 dengan selisih rata-rata sebesar 31,481. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,531 dengan kategori sedang, serta nilai t hitung yaitu 9,723 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,086. Berdasarkan hasil tersebut, Lembar Kerja Murid bermuatan numerasi pada materi pengukuran panjang kelas III SD dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
2026 · Book ·
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Data Puskesmas Long Bawan menunjukkan tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Menganalisis hubungan usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari register Antenatal Care (ANC) periode April 2025 sampai April 2026 dan dianalisis pada satu waktu penelitian. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori usia tidak berisiko (78,6%), paritas tidak berisiko (95,4%), status gizi tidak KEK (90,1%), dan jarak kehamilan tidak berisiko (77,9%). Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 62,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,276), paritas (p=0,671), status gizi (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,170) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Tingginya prevalensi anemia yang ditemukan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, usia, paritas, status gizi, jarak kehamilan.
2026 · Book ·
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang menunjukkan perilaku kurang sopan santun, seperti tidak memperhatikan guru saat pembelajaran, berbicara dengan suara keras, tidak mengucapkan salam ketika masuk kelas, berbicara kasar kepada teman, serta tidak meminta izin saat keluar kelas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas IV di SD Negeri 051 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas IV di SD Negeri 051 Tarakan telah terlaksana dengan cukup baik. Guru berperan sebagai penyedia fasilitas belajar yang mendukung pembentukan karakter sopan santun siswa. Guru juga memberikan waktu, tenaga, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta membiasakan perilaku sopan santun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Karakter sopan santun yang ditanamkan meliputi menghormati orang yang lebih tua, tidak berkata kotor, tidak berkata kasar, tidak bersikap takabur, tidak meludah di sembarang tempat, tidak menyela pembicaraan orang pada waktu yang tidak tepat, mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan dari orang lain, menerapkan sikap (salam, sapa, senyum), meminta izin ketika ingin memasuki ruangan orang lain, meminta izin ketika keluar dari ruangan orang lain dan menghargai orang lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru kelas IV SD Negeri 051 Tarakan telah menjalankan perannya sebagai fasilitator dengan baik dalam menanamkan karakter sopan santun siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya perilaku sopan santun di lingkungan sekolah.
2026 · Book ·
Meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Tarakan mendorong masyarakat memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber air alternatif. Namun, kualitas air sumur bor di Kelurahan Mamburungan belum memenuhi baku mutu air higiene sanitasi karena memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, pH yang bersifat asam, kadar besi (Fe) yang tinggi, serta teridentifikasi berbau. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisik-kimia air sumur bor sebelum dan sesudah pengolahan serta menentukan efisiensi kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi dalam meningkatkan kualitas air. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan kitosan yang dilanjutkan dengan filtrasi menggunakan media filter termodifikasi yang terdiri atas cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix), arang aktif, pasir silika, kerikil, dan busa filter. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, bau, pH, nitrat, nitrit, dan besi (Fe). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) serta dihitung nilai efisiensi pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tidak mengalami perubahan yang signifikan (p-value = 1,000), sedangkan parameter TDS, kekeruhan, pH, nitrat, dan Fe mengalami perubahan yang signifikan setelah pengolahan (p-value 0,05). Pengolahan mampu menurunkan TDS dengan efisiensi 73,6%, kekeruhan 94,1%, nitrat 39,6%, dan Fe 91,2%, serta meningkatkan pH dari kondisi asam menjadi memenuhi baku mutu. Parameter bau berubah dari berbau menjadi tidak berbau, sedangkan nitrit tetap memenuhi baku mutu sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi efektif meningkatkan kualitas fisik-kimia air sumur bor sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan air skala rumah tangga di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Tarakan mendorong masyarakat memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber air alternatif. Namun, kualitas air sumur bor di Kelurahan Mamburungan belum memenuhi baku mutu air higiene sanitasi karena memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, pH yang bersifat asam, kadar besi (Fe) yang tinggi, serta teridentifikasi berbau. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisik-kimia air sumur bor sebelum dan sesudah pengolahan serta menentukan efisiensi kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi dalam meningkatkan kualitas air. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan kitosan yang dilanjutkan dengan filtrasi menggunakan media filter termodifikasi yang terdiri atas cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix), arang aktif, pasir silika, kerikil, dan busa filter. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, bau, pH, nitrat, nitrit, dan besi (Fe). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) serta dihitung nilai efisiensi pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tidak mengalami perubahan yang signifikan (p-value = 1,000), sedangkan parameter TDS, kekeruhan, pH, nitrat, dan Fe mengalami perubahan yang signifikan setelah pengolahan (p-value 0,05). Pengolahan mampu menurunkan TDS dengan efisiensi 73,6%, kekeruhan 94,1%, nitrat 39,6%, dan Fe 91,2%, serta meningkatkan pH dari kondisi asam menjadi memenuhi baku mutu. Parameter bau berubah dari berbau menjadi tidak berbau, sedangkan nitrit tetap memenuhi baku mutu sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi efektif meningkatkan kualitas fisik-kimia air sumur bor sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan air skala rumah tangga di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan.
2026 · Thesis ·
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Data Puskesmas Long Bawan menunjukkan tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Menganalisis hubungan usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari register Antenatal Care (ANC) periode April 2025 sampai April 2026 dan dianalisis pada satu waktu penelitian. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori usia tidak berisiko (78,6%), paritas tidak berisiko (95,4%), status gizi tidak KEK (90,1%), dan jarak kehamilan tidak berisiko (77,9%). Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 62,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,276), paritas (p=0,671), status gizi (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,170) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Tingginya prevalensi anemia yang ditemukan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, usia, paritas, status gizi, jarak kehamilan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang menunjukkan perilaku kurang sopan santun, seperti tidak memperhatikan guru saat pembelajaran, berbicara dengan suara keras, tidak mengucapkan salam ketika masuk kelas, berbicara kasar kepada teman, serta tidak meminta izin saat keluar kelas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas IV di SD Negeri 051 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas IV di SD Negeri 051 Tarakan telah terlaksana dengan cukup baik. Guru berperan sebagai penyedia fasilitas belajar yang mendukung pembentukan karakter sopan santun siswa. Guru juga memberikan waktu, tenaga, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta membiasakan perilaku sopan santun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Karakter sopan santun yang ditanamkan meliputi menghormati orang yang lebih tua, tidak berkata kotor, tidak berkata kasar, tidak bersikap takabur, tidak meludah di sembarang tempat, tidak menyela pembicaraan orang pada waktu yang tidak tepat, mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan dari orang lain, menerapkan sikap (salam, sapa, senyum), meminta izin ketika ingin memasuki ruangan orang lain, meminta izin ketika keluar dari ruangan orang lain dan menghargai orang lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru kelas IV SD Negeri 051 Tarakan telah menjalankan perannya sebagai fasilitator dengan baik dalam menanamkan karakter sopan santun siswa sehingga mampu mendukung terbentuknya perilaku sopan santun di lingkungan sekolah.
2025 · Book ·
Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak diharuskan tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan sampai dibolehkan pulang. Anak yang dirawat dapat mengalami dampak hospitalisasi seperti kecemasan, malu, regresi, ketakutan mengalami nyeri fisik, kehilangan kemandirian dan kontrol sehingga diperlukan pemberian terapi bermain. Tujuan karya ilmiah ini yaitu mengidentifikasi optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain dengan pendekatan manajemen keperawatan pada fungsi perencanaan seperti Standar Prosedur Operasional dan aspek material seperti sarana dan prasarana di ruang terapi bermain. Metode karya ilmiah ini adalah observasi partisipatif, wawancara, kuesioner dan project based learning (pembuatan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain, dan draft desain interior ruang terapi bermain). Hasil dari karya ilmiah ini yaitu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat mengenai pemanfaatan terapi bermain yaitu kategori baik dan sikap perawat terhadap pemanfaatan terapi bermain yaitu menunjukkan sikap sangat setuju. Project Based Learning menghasilkan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain dan draft desain interior ruang terapi bermain. Kesimpulan dari studi kasus pada karya ilmiah ini adalah tercapainya seluruh tujuan dan indikator Project Based Learning yang dilakukan. Diharapkan laporan Project Based Learning ini dapat menjadi awal dari optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain di Rumah Sakit dengan fungsi dan aspek yang berbeda.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak diharuskan tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan sampai dibolehkan pulang. Anak yang dirawat dapat mengalami dampak hospitalisasi seperti kecemasan, malu, regresi, ketakutan mengalami nyeri fisik, kehilangan kemandirian dan kontrol sehingga diperlukan pemberian terapi bermain. Tujuan karya ilmiah ini yaitu mengidentifikasi optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain dengan pendekatan manajemen keperawatan pada fungsi perencanaan seperti Standar Prosedur Operasional dan aspek material seperti sarana dan prasarana di ruang terapi bermain. Metode karya ilmiah ini adalah observasi partisipatif, wawancara, kuesioner dan project based learning (pembuatan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain, dan draft desain interior ruang terapi bermain). Hasil dari karya ilmiah ini yaitu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat mengenai pemanfaatan terapi bermain yaitu kategori baik dan sikap perawat terhadap pemanfaatan terapi bermain yaitu menunjukkan sikap sangat setuju. Project Based Learning menghasilkan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain dan draft desain interior ruang terapi bermain. Kesimpulan dari studi kasus pada karya ilmiah ini adalah tercapainya seluruh tujuan dan indikator Project Based Learning yang dilakukan. Diharapkan laporan Project Based Learning ini dapat menjadi awal dari optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain di Rumah Sakit dengan fungsi dan aspek yang berbeda.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
BENTUK DAN MAKNA CITRAAN DALAM KUMPULAN LAGU KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STILISTIKA) ABSTRAK ERNI FIBRINITA 2024. Bentuk dan Makna Citraan Dalam Kumpulan Lagu Karya Fiersa Besari (Kajian Stilistika) Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan makna citraan dalam kumpulan lagu karya Fiersa Besari menggunakan kajian stilistika untuk mendeskripsikan, menggambarkan, melukiskan bentuk dan makna apa saja yang terdapat atau yang ada dalam lagu-lagu Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian kualitatif ini menghasilkan data yang berupa gambaran suatu keadaan atau suatu kondisi, situasi secara jelas, terang dan mudah dimengerti dan disajikan dalam bentuk kalimat, kata-kata berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian citraan dalam album “Tempat Aku Pulang” karya Fiersa Besari menghasilkan data sebagai berikut: 1). Citraan Penglihatan yakni penikmat dapat dengan jelas melihat/merasakan adanya perubahan situasi, 2). Citraan Perabaan yakni penikmat seakan-akan merasakan sesuatu yang ada dalam lagu, 3). Citraan Gerak yakni menunjukkan suatu kondisi yang bergerak, 4). Citraan Pendengaran yakni situasi dimana kita ikut merasakan, mendengar ide-ide yang timbul dari sipenulis.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstract The problems obtained by the out the researcher when conducting interviews at SDK Frater Don Bosco, Tarakan City on June 24, 2022, showed that: First, out of the 20 students in the class, there are 3 students and if is presented in percentage, there are 15% out of 100% of students who have not been able to apply their socio-emotional behavior well towards their peers, and have not been able to express their emotional expressions negatively or positively. This study aims to determine the validity of the storybook media Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development. The benefit of research is to determine the validity of the product of storybook Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development aimed at grade 1 students of SDK Frater Don Bosco, Tarakan City. The method used in this research is the development method. The research procedure used in this development research uses the results of a modification of Borg and Gall in Sugiyono (2016) consisting of 10 stages, namely: 1) potential and problems, 2) gathering information, 3) product design, 4) design validation, 5) design improvement, 6) produc trials, 7) produc revisions, 8) usage trials, 9) product revisions, and 10) mass production. In this study, it was only carried out up to the 5th stage, namely; design improvement. The results of experts scored 80%, and for material experts the score reached 90%, while for linguists the score reached 76.6%. So, the results of the validation of experts on the Enggang Si Pemberani storybook media in product development are declared “Highly Feasible”
2024 · Thesis ·
Abstract The problems obtained by the out the researcher when conducting interviews at SDK Frater Don Bosco, Tarakan City on June 24, 2022, showed that: First, out of the 20 students in the class, there are 3 students and if is presented in percentage, there are 15% out of 100% of students who have not been able to apply their socio-emotional behavior well towards their peers, and have not been able to express their emotional expressions negatively or positively. This study aims to determine the validity of the storybook media Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development. The benefit of research is to determine the validity of the product of storybook Enggang Si Pemberani for Socio-Emotional Development aimed at grade 1 students of SDK Frater Don Bosco, Tarakan City. The method used in this research is the development method. The research procedure used in this development research uses the results of a modification of Borg and Gall in Sugiyono (2016) consisting of 10 stages, namely: 1) potential and problems, 2) gathering information, 3) product design, 4) design validation, 5) design improvement, 6) produc trials, 7) produc revisions, 8) usage trials, 9) product revisions, and 10) mass production. In this study, it was only carried out up to the 5th stage, namely; design improvement. The results of experts scored 80%, and for material experts the score reached 90%, while for linguists the score reached 76.6%. So, the results of the validation of experts on the Enggang Si Pemberani storybook media in product development are declared “Highly Feasible”
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BENTUK DAN MAKNA CITRAAN DALAM KUMPULAN LAGU KARYA FIERSA BESARI (KAJIAN STILISTIKA) ABSTRAK ERNI FIBRINITA 2024. Bentuk dan Makna Citraan Dalam Kumpulan Lagu Karya Fiersa Besari (Kajian Stilistika) Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan makna citraan dalam kumpulan lagu karya Fiersa Besari menggunakan kajian stilistika untuk mendeskripsikan, menggambarkan, melukiskan bentuk dan makna apa saja yang terdapat atau yang ada dalam lagu-lagu Fiersa Besari. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian kualitatif ini menghasilkan data yang berupa gambaran suatu keadaan atau suatu kondisi, situasi secara jelas, terang dan mudah dimengerti dan disajikan dalam bentuk kalimat, kata-kata berdasarkan fakta yang ada. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian citraan dalam album “Tempat Aku Pulang” karya Fiersa Besari menghasilkan data sebagai berikut: 1). Citraan Penglihatan yakni penikmat dapat dengan jelas melihat/merasakan adanya perubahan situasi, 2). Citraan Perabaan yakni penikmat seakan-akan merasakan sesuatu yang ada dalam lagu, 3). Citraan Gerak yakni menunjukkan suatu kondisi yang bergerak, 4). Citraan Pendengaran yakni situasi dimana kita ikut merasakan, mendengar ide-ide yang timbul dari sipenulis.
2024 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan dan masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas dua belas dan 10 siswa dari jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan semua peran dengan baik meskipun ada satu peran yang kurang dilakukan oleh guru. Guru sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator sudah baik dengan melakukan semua informasi yang berkaitan dengan informasi tentang masing-masing peran. Peran guru yang kurang hanya satu yaitu guru sebagai mediator karena guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi di kelas. Ada tiga masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa yaitu kurangnya minat belajar, kesulitan belajar, dan materi yang sulit dipahami. Kurangnya minat belajar karena siswa merasa malas dan bosan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam belajar karena mereka merasa kesulitan dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris dan minimnya kosakata bahasa Inggris, dan yang terakhir materi yang sulit dimengerti karena siswa kurang memahami tata bahasa dan konsep atau topik dari materi.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan dan masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas dua belas dan 10 siswa dari jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan semua peran dengan baik meskipun ada satu peran yang kurang dilakukan oleh guru. Guru sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator sudah baik dengan melakukan semua informasi yang berkaitan dengan informasi tentang masing-masing peran. Peran guru yang kurang hanya satu yaitu guru sebagai mediator karena guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi di kelas. Ada tiga masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa yaitu kurangnya minat belajar, kesulitan belajar, dan materi yang sulit dipahami. Kurangnya minat belajar karena siswa merasa malas dan bosan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam belajar karena mereka merasa kesulitan dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris dan minimnya kosakata bahasa Inggris, dan yang terakhir materi yang sulit dimengerti karena siswa kurang memahami tata bahasa dan konsep atau topik dari materi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di berbagai negara termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta dapat mengganggu potensi ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, kader kesehatan memiliki peranan penting dalam pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam upaya pencegahan stunting. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam pendampingan program stunting menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang ada di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat sebanyak 45 kader. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden yaitu baik sebanyak 39 orang (95.1%) dan minoritas pengetahuan responden yaitu cukup sebanyak 2 orang (4.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat mayoritas dalam kategori baik.
2023 · Thesis ·
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di berbagai negara termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta dapat mengganggu potensi ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, kader kesehatan memiliki peranan penting dalam pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam upaya pencegahan stunting. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam pendampingan program stunting menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang ada di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat sebanyak 45 kader. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden yaitu baik sebanyak 39 orang (95.1%) dan minoritas pengetahuan responden yaitu cukup sebanyak 2 orang (4.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat mayoritas dalam kategori baik.