Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kader
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGETAHUAN KADER DALAM PENGELOLAAN POSYANDU SIKLUS HIDUP DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) mengubah Posyandu menjadi Posyandu Siklus Hidup yang melayani seluruh kelompok usia. Keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu sesuai standar. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader masih belum optimal dan penelitian yang menggambarkan pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu Siklus Hidup masih terbatas. Kader di UPTD Puskesmas Tanjung Palas juga masih beradaptasi dengan sistem pelayanan dan administrasi Posyandu Siklus Hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader Posyandu dalam pengelolaan Posyandu siklus hidup di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan standar Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel riil yang memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi penuh dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 orang dengan total populasi berjumlah 136 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 71 orang (55,9%) dan kategori kurang 56 orang (44,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu di UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih perlu ditingkatkan Kembali. Perawat dapat melakukan evaluasi dan edukasi Kembali sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader puskesmaas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEANTIFAN PERAN KADER DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LONG BAWAN TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keaktifan kader dalam menjalankan perannya diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan keaktifan peran kader. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43 orang (55,1%) dan keaktifan peran kader kategori cukup aktif sebanyak 39 orang (50,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,011 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan kader, semakin tinggi pula keaktifan kader dalam menjalankan perannya dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan program pencegahan stunting, khususnya di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS EDUKASI VIDEO FAKTOR RISIKO TINGGI IBU HAMIL DAN PERSALINAN TERHADAP PENGETAHUAN KADER POSYANDU DI KECAMATAN TARAKAN TENGAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kematian ibu terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait kehamilan dan persalinan berisiko tinggi. Deteksi dini faktor risiko merupakan upaya penting untuk mencegah komplikasi. Kader posyandu berperan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu, namun pengetahuan mereka tentang faktor risiko tinggi masih rendah sehingga diperlukan metode edukasi yang efektif. Media video cukup efektif untuk menyebarluaskan informasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman kader. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis video terhadap pengetahuan kader posyandu mengenai faktor risiko tinggi ibu hamil dan bersalin di Kecamatan Tarakan Tengah. Penelitian quasi experiment dengan one group pretest–posttest dilakukan pada Januari 2025 dengan sampel 60 kader yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Intervensi berupa video edukasi ±5 menit. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner 19 item yang telah valid dan reliabel. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov, p = 0,000). Hasil pretest menunjukkan kategori baik 56,7%, cukup 40,0%, dan kurang 3,3%. Posttest meningkat menjadi baik 95,0%, cukup 3,3%, dan kurang 1 1,7%. Uji Wilcoxon p = 0,000 menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan. Edukasi melalui media video efektif meningkatkan pengetahuan kader dan mendukung deteksi dini serta pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan Kader dalam Pendampingan Program Stunting

2023•

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di berbagai negara termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta dapat mengganggu potensi ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, kader kesehatan memiliki peranan penting dalam pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam upaya pencegahan stunting. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam pendampingan program stunting menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang ada di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat sebanyak 45 kader. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden yaitu baik sebanyak 39 orang (95.1%) dan minoritas pengetahuan responden yaitu cukup sebanyak 2 orang (4.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat mayoritas dalam kategori baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail