BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak diharuskan tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan sampai dibolehkan pulang. Anak yang dirawat dapat mengalami dampak hospitalisasi seperti kecemasan, malu, regresi, ketakutan mengalami nyeri fisik, kehilangan kemandirian dan kontrol sehingga diperlukan pemberian terapi bermain. Tujuan karya ilmiah ini yaitu mengidentifikasi optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain dengan pendekatan manajemen keperawatan pada fungsi perencanaan seperti Standar Prosedur Operasional dan aspek material seperti sarana dan prasarana di ruang terapi bermain. Metode karya ilmiah ini adalah observasi partisipatif, wawancara, kuesioner dan project based learning (pembuatan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain, dan draft desain interior ruang terapi bermain). Hasil dari karya ilmiah ini yaitu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat mengenai pemanfaatan terapi bermain yaitu kategori baik dan sikap perawat terhadap pemanfaatan terapi bermain yaitu menunjukkan sikap sangat setuju. Project Based Learning menghasilkan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain dan draft desain interior ruang terapi bermain. Kesimpulan dari studi kasus pada karya ilmiah ini adalah tercapainya seluruh tujuan dan indikator Project Based Learning yang dilakukan. Diharapkan laporan Project Based Learning ini dapat menjadi awal dari optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain di Rumah Sakit dengan fungsi dan aspek yang berbeda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak diharuskan tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan sampai dibolehkan pulang. Anak yang dirawat dapat mengalami dampak hospitalisasi seperti kecemasan, malu, regresi, ketakutan mengalami nyeri fisik, kehilangan kemandirian dan kontrol sehingga diperlukan pemberian terapi bermain. Tujuan karya ilmiah ini yaitu mengidentifikasi optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain dengan pendekatan manajemen keperawatan pada fungsi perencanaan seperti Standar Prosedur Operasional dan aspek material seperti sarana dan prasarana di ruang terapi bermain. Metode karya ilmiah ini adalah observasi partisipatif, wawancara, kuesioner dan project based learning (pembuatan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain, dan draft desain interior ruang terapi bermain). Hasil dari karya ilmiah ini yaitu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat mengenai pemanfaatan terapi bermain yaitu kategori baik dan sikap perawat terhadap pemanfaatan terapi bermain yaitu menunjukkan sikap sangat setuju. Project Based Learning menghasilkan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain dan draft desain interior ruang terapi bermain. Kesimpulan dari studi kasus pada karya ilmiah ini adalah tercapainya seluruh tujuan dan indikator Project Based Learning yang dilakukan. Diharapkan laporan Project Based Learning ini dapat menjadi awal dari optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain di Rumah Sakit dengan fungsi dan aspek yang berbeda.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di berbagai negara termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta dapat mengganggu potensi ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, kader kesehatan memiliki peranan penting dalam pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam upaya pencegahan stunting. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam pendampingan program stunting menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang ada di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat sebanyak 45 kader. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden yaitu baik sebanyak 39 orang (95.1%) dan minoritas pengetahuan responden yaitu cukup sebanyak 2 orang (4.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat mayoritas dalam kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius di berbagai negara termasuk Indonesia. Stunting dapat berdampak buruk terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, serta dapat mengganggu potensi ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah stunting melalui berbagai program dan kebijakan. Dalam pelaksanaan program tersebut, kader kesehatan memiliki peranan penting dalam pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam upaya pencegahan stunting. Tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam pendampingan program stunting menjadi faktor yang sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting, dapat dilakukan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi masalah stunting. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang ada di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat sebanyak 45 kader. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden yaitu baik sebanyak 39 orang (95.1%) dan minoritas pengetahuan responden yaitu cukup sebanyak 2 orang (4.9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran tingkat pengetahuan kader dalam pendampingan program stunting di Wilayah Kelurahan Nunukan Barat mayoritas dalam kategori baik.