Abstrak
Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak diharuskan tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan sampai dibolehkan pulang. Anak yang dirawat dapat mengalami dampak hospitalisasi seperti kecemasan, malu, regresi, ketakutan mengalami nyeri fisik, kehilangan kemandirian dan kontrol sehingga diperlukan pemberian terapi bermain. Tujuan karya ilmiah ini yaitu mengidentifikasi optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain dengan pendekatan manajemen keperawatan pada fungsi perencanaan seperti Standar Prosedur Operasional dan aspek material seperti sarana dan prasarana di ruang terapi bermain. Metode karya ilmiah ini adalah observasi partisipatif, wawancara, kuesioner dan project based learning (pembuatan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain, dan draft desain interior ruang terapi bermain). Hasil dari karya ilmiah ini yaitu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perawat mengenai pemanfaatan terapi bermain yaitu kategori baik dan sikap perawat terhadap pemanfaatan terapi bermain yaitu menunjukkan sikap sangat setuju. Project Based Learning menghasilkan draft Standar Prosedur Operasional, petunjuk arah ruang terapi bermain, denah ruang rawat anak, video pemanfaatan ruang terapi bermain dan draft desain interior ruang terapi bermain. Kesimpulan dari studi kasus pada karya ilmiah ini adalah tercapainya seluruh tujuan dan indikator Project Based Learning yang dilakukan. Diharapkan laporan Project Based Learning ini dapat menjadi awal dari optimalisasi pemanfaatan ruang terapi bermain di Rumah Sakit dengan fungsi dan aspek yang berbeda.