ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) mengubah Posyandu menjadi Posyandu Siklus Hidup yang melayani seluruh kelompok usia. Keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu sesuai standar. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader masih belum optimal dan penelitian yang menggambarkan pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu Siklus Hidup masih terbatas. Kader di UPTD Puskesmas Tanjung Palas juga masih beradaptasi dengan sistem pelayanan dan administrasi Posyandu Siklus Hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader Posyandu dalam pengelolaan Posyandu siklus hidup di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan standar Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel riil yang memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi penuh dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 orang dengan total populasi berjumlah 136 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 71 orang (55,9%) dan kategori kurang 56 orang (44,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu di UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih perlu ditingkatkan Kembali. Perawat dapat melakukan evaluasi dan edukasi Kembali sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader puskesmaas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keaktifan kader dalam menjalankan perannya diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan keaktifan peran kader. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43 orang (55,1%) dan keaktifan peran kader kategori cukup aktif sebanyak 39 orang (50,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,011 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan kader, semakin tinggi pula keaktifan kader dalam menjalankan perannya dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan program pencegahan stunting, khususnya di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kematian ibu terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama terkait kehamilan dan persalinan berisiko tinggi. Deteksi dini faktor risiko merupakan upaya penting untuk mencegah komplikasi. Kader posyandu berperan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu, namun pengetahuan mereka tentang faktor risiko tinggi masih rendah sehingga diperlukan metode edukasi yang efektif. Media video cukup efektif untuk menyebarluaskan informasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman kader. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis video terhadap pengetahuan kader posyandu mengenai faktor risiko tinggi ibu hamil dan bersalin di Kecamatan Tarakan Tengah. Penelitian quasi experiment dengan one group pretest–posttest dilakukan pada Januari 2025 dengan sampel 60 kader yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Intervensi berupa video edukasi ±5 menit. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner 19 item yang telah valid dan reliabel. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov, p = 0,000). Hasil pretest menunjukkan kategori baik 56,7%, cukup 40,0%, dan kurang 3,3%. Posttest meningkat menjadi baik 95,0%, cukup 3,3%, dan kurang 1 1,7%. Uji Wilcoxon p = 0,000 menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan. Edukasi melalui media video efektif meningkatkan pengetahuan kader dan mendukung deteksi dini serta pencegahan komplikasi kehamilan dan persalinan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi ibu balita ke Posyandu merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak, namun tingkat kunjungan yang belum merata menunjukkan bahwa masih terdapat ibu yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan ini secara rutin. Berbagai faktor seperti kesibukan, kurangnya informasi, atau persepsi terhadap manfaat Posyandu dapat memengaruhi partisipasi tersebut. Keterlibatan ibu dalam kegiatan Posyandu berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan gangguan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu dengan perkembangan balita di wilayah Puskesmas Tideng Pale. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan metode observasional analitik korelatif. Sampel berjumlah 149 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner partisipasi ibu dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang aktif dalam kegiatan Posyandu memiliki balita dengan perkembangan sesuai usia. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi ibu dan perkembangan balita (p 0,05). Berdasarkan temuan ini, penting bagi puskesmas dan kader posyandu untuk meningkatkan partisipasi ibu melalui edukasi dan pelayanan yang lebih menarik agar perkembangan pada balita dapat terpantau optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola asuh yang kurang tepat, rendahnya kepatuhan orang tua dalam membawa anak ke posyandu, serta buruknya sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian menggunakan metode analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita Usia 12-59 bulan sebanyak 46 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner untuk menilai pola asuh ibu, buku KMS untuk melihat kepatuhan kunjungan Posyandu, dan checklist sanitasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel dengan nilai p-Value 0,05 dimana pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,000), kepatuhan kunjungan Posyandu dengan kejadian stunting (p = 0,005), dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan kepada ibu balita mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, kunjungan rutin ke Posyandu, dan menjaga kebersihan lingkungan.