Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

WINA ARDILA

4 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 2

Implementasi Biblioterapi Menggunakan Pop Up Book pada Anak Pra Sekolah dengan Hospitalisasi di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan

2026 · Book ·

Hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) merupakan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis, terutama jika tidak ditangani sesuai dengan tahap perkembangannya. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam keperawatan anak karena dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh Biblioterapi menggunakan pop up book merupakan intervensi nonfarmakologis yang membantu anak mengelola kecemasan melalui aktivitas membaca dan interaksi dengan cerita. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan implementasi biblioterapi menggunakan pop up book serta menganalisis perubahan tingkat kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien anak usia pra sekolah yang dirawat di Ruang Anggrek B1 RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 06-08 Juni 2026 dengan diagnosis observasi febris disertai kecemasan akibat hospitalisasi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Intervensi dilaksanakan melalui lima fase, yaitu persiapan, orientasi, kerja, diskusi, dan evaluasi, dengan melibatkan orang tua. Hasil menunjukkan penurunan skor FIS pada An. F dari 4 menjadi 1 dan pada An. M dari 5 menjadi 1, dengan rata-rata penurunan 3,5 poin. Penurunan kecemasan juga ditunjukkan oleh berkurangnya tangisan, meningkatnya kooperatif selama tindakan keperawatan, perbaikan pola tidur, serta normalisasi frekuensi nadi. Biblioterapi menggunakan pop up book efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi (child centered care).

Implementasi Biblioterapi Menggunakan Pop Up Book pada Anak Pra Sekolah dengan Hospitalisasi di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan

2026 · Thesis ·

Hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-6 tahun) merupakan pengalaman yang berpotensi menimbulkan trauma psikologis, terutama jika tidak ditangani sesuai dengan tahap perkembangannya. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam keperawatan anak karena dampaknya tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan kesehatan secara menyeluruh Biblioterapi menggunakan pop up book merupakan intervensi nonfarmakologis yang membantu anak mengelola kecemasan melalui aktivitas membaca dan interaksi dengan cerita. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan implementasi biblioterapi menggunakan pop up book serta menganalisis perubahan tingkat kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien anak usia pra sekolah yang dirawat di Ruang Anggrek B1 RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan pada 06-08 Juni 2026 dengan diagnosis observasi febris disertai kecemasan akibat hospitalisasi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Intervensi dilaksanakan melalui lima fase, yaitu persiapan, orientasi, kerja, diskusi, dan evaluasi, dengan melibatkan orang tua. Hasil menunjukkan penurunan skor FIS pada An. F dari 4 menjadi 1 dan pada An. M dari 5 menjadi 1, dengan rata-rata penurunan 3,5 poin. Penurunan kecemasan juga ditunjukkan oleh berkurangnya tangisan, meningkatnya kooperatif selama tindakan keperawatan, perbaikan pola tidur, serta normalisasi frekuensi nadi. Biblioterapi menggunakan pop up book efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak pra sekolah selama hospitalisasi (child centered care).

Hubungan Partisipasi Ibu Dalam Kegiatan Posyandu Terhadap Perkembangan Balita di Wilayah Puskesmas Tideng Pale

2025 · Book ·

Partisipasi ibu balita ke Posyandu merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak, namun tingkat kunjungan yang belum merata menunjukkan bahwa masih terdapat ibu yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan ini secara rutin. Berbagai faktor seperti kesibukan, kurangnya informasi, atau persepsi terhadap manfaat Posyandu dapat memengaruhi partisipasi tersebut. Keterlibatan ibu dalam kegiatan Posyandu berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan gangguan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu dengan perkembangan balita di wilayah Puskesmas Tideng Pale. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan metode observasional analitik korelatif. Sampel berjumlah 149 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner partisipasi ibu dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang aktif dalam kegiatan Posyandu memiliki balita dengan perkembangan sesuai usia. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi ibu dan perkembangan balita (p 0,05). Berdasarkan temuan ini, penting bagi puskesmas dan kader posyandu untuk meningkatkan partisipasi ibu melalui edukasi dan pelayanan yang lebih menarik agar perkembangan pada balita dapat terpantau optimal.

Hubungan Partisipasi Ibu Dalam Kegiatan Posyandu Terhadap Perkembangan Balita di Wilayah Puskesmas Tideng Pale

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Partisipasi ibu balita ke Posyandu merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak, namun tingkat kunjungan yang belum merata menunjukkan bahwa masih terdapat ibu yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan ini secara rutin. Berbagai faktor seperti kesibukan, kurangnya informasi, atau persepsi terhadap manfaat Posyandu dapat memengaruhi partisipasi tersebut. Keterlibatan ibu dalam kegiatan Posyandu berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan gangguan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu dengan perkembangan balita di wilayah Puskesmas Tideng Pale. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan metode observasional analitik korelatif. Sampel berjumlah 149 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner partisipasi ibu dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang aktif dalam kegiatan Posyandu memiliki balita dengan perkembangan sesuai usia. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi ibu dan perkembangan balita (p 0,05). Berdasarkan temuan ini, penting bagi puskesmas dan kader posyandu untuk meningkatkan partisipasi ibu melalui edukasi dan pelayanan yang lebih menarik agar perkembangan pada balita dapat terpantau optimal.