Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Tingkat Pengetahuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEANTIFAN PERAN KADER DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LONG BAWAN TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader kesehatan yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan balita, edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Keaktifan kader dalam menjalankan perannya diduga dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki mengenai stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 78 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan keaktifan peran kader. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43 orang (55,1%) dan keaktifan peran kader kategori cukup aktif sebanyak 39 orang (50,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,011 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keaktifan peran kader dalam upaya pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan kader, semakin tinggi pula keaktifan kader dalam menjalankan perannya dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan program pencegahan stunting, khususnya di wilayah perbatasan dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Pola Asuh Anak Bekerbutuhan Khusus Di Sekolah Luar Biasa Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP POLA ASUH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA KOTA TARAKAN ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan atau hambatan dalam perkembangan fisik, intelektual, sosial, maupun emosional sehingga memerlukan pelayanan dan pendidikan khusus. Anak berkebutuhan khusus dengan tuna grahita yang mengalami keterbatasan kemampuan intelektual dan adaptasi sosial. Anak berkebutuhan khusus memerlukan pola asuh yang tepat dari orang tua untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Tingkat pengetahuan orang tua sering dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua terhadap pola asuh anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode analisis korelatif non-eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 252 orang tua siswa, dengan sampel penelitian 155 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan orang tua dan Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh. Analisis data menggunakan Uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p 0,05), yang menandakan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pola asuh anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa Kota Tarakan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan orang tua memiliki hubungan secara signifikan dengan pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi orang tua dan pihak sekolah. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor lain yang dapat memengaruhi pola asuh dengan metode dan jumlah sampel yang lebih spesifik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMAN Kota Tarakan

2024•

Infeksi menular seksual adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Penyebab paling banyak penyakit ini biasa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. Hal ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti bakteri dan virus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang disebarkan secara online pada siswa SMAN Tarakan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang infeksi menular seksual di SMAN Kota Tarakan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan populasi sebanyak 3.852 siswa SMAN Kota Tarakan dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 362 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan sebanyak 216 orang dengan presentase (59,7%), sebanyak 145 orang berusia 16 tahun (40,1%), dan karakteristik sumber informasi kesehatan reproduksi banyak diperoleh melalui internet sebanyak 184 orang (50,8%), sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang baik dan memiliki sikap yang baik tentang penyakit infeksi menular seksual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku merawat Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI GASTRITIS DI PESANTREN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastritis sering kali dianggap sebagai penyakit ringan dan tidak parah, namun gastritis dapat memunculkan komplikasi yang lebih parah apabila tidak segera ditangani. Beberapa faktor pemicu terjadinya gastritis dikarenakan pola makan remaja yang tidak sehat, tingkat kecemasan yang dialami remaja dan kurangnya tingkat pengetahuan remaja mengenai gastritis dan cara pencegahannya. Pada pesantren, remaja memiliki durasi belajar yang lebih padat dibandingkan dengan sekolah umum dan santri yang dituntut untuk bisa hidup lebih mandiri.. Informasi yang didapatkan dari remaja di pesantren, didapatkan bahwa mereka pernah mengalami gastritis dan hanya mengetahui penyebab gastritis yaitu pola makan yang tidak teratur dan stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gastritis di Pesantren Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Statistik Deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 324 remaja di Pesantren yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa remaja di Pesantren Kota Tarakan dengan pengetahuan baik sebanyak 26,9%, pengetahuan cukup 56,8% dan pengetahuan kurang sebanyak 16,4%. Kesimpulan dari penelitian ini, mayoritas tingkat pengetahuan remaja berada dalam kategori cukup, sehingga perlu adanya peningkatan informasi lebih lanjut mengenai gastritis untuk peningkatan tingkat pengetahuan dan mencegah terjadinya kekambuhan gastritis pada remaja di pesantren Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh edukasi perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting

2023•

Perawatan bayi baru lahir merupakan perawatan yang harus diberikan kepada bayi segera setelah dilahirkan. Permasalahan pada bayi baru lahir yaitu rentan terjadinya infeksi. Ibu yang merawat bayi baru lahir di rumah memerlukan penanganan dan perawatan yang tepat. Pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir sangat diperlukan bagi ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode pretest dan postest yang menggunakan kuesioner, metode ceramah dan diskusi tanya jawab antara penyuluh dan responden. Terdapat pengaruh edukasi kesehatan perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting ditandai dengan meningkatnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir sehingga tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan BBL merupakan faktor penting yang mempengaruhi keterlibatan ibu untuk meningkatkan keberhasilan harapan hidup bayi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia 5-13 Tahun di Puskesmas Sebengkok Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit berbahaya dan bahkan cenderung dapat menjadi epidemi serta pandemi. penyebaran dari penyakit yang satu ini dapat dengan mudah menular melalui droplet atau cairan yang dihasilkan dari batuk dan bersin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan desain cross sectional yaitu variabel bebas dan terikat pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam satu waktu yang bersamaan. Hasil penelitian Berdasarkan Gambaran Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia 5-13 Tahun di Puskesmas Sebengkok, Ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 41 responden dan yang pengetahuan cukup sebanyak 6 responden. Hasil penelitan Gambaran pengetahuan orang tua dengan kejadian ISPA berdasarkan karakteristik responden di Puskesmas Sebengkok mayoritas orang tua berada pada usia rentan 20-35 tahun memiliki pengetahuan baik sebanyak 13 (54.1%), dengan Pendidikan SMA memiliki pengetahuan cukup sebanyak 8 (20.8%), dan status pekerjaan tidak bekerja dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 (58.3%) responden. Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam mencari informasi mengenai pengetahuan tentang ISPA pada anak usia 5-13 tahun dikalangan masyarakat khususnya orang tua.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail