Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ERIKA AHMAD

4 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 2

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN TERAPI NOVACO PADA PASIEN LESBIAN DAN BISEXSUAL

2025 · Book ·

Lesbian dan bisexual merupakan bagian dari komunitas LGBT yang rentan mengalami tekanan psikososial, diskriminasi, dan konflik identitas yang dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan (RPK). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah terapi Novaco, metode pengelolaan amarah berfokus pada manajemen marah dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien lesbian dan bisexual dengan diagnosis RPK serta mengevaluasi efektivitas intervensi terapi Novaco dalam menurunkan RPK. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap dua pasien dengan pasien satu orientasi seksual lesbian dan pasien dua bisexual yang menunjukkan RPK. Intervensi dilakukan melalui 6 sesi dengan durasi 20-40 menit setiap terapi Novaco, disertai asuhan keperawatan dan menggunakan kuesioner Brief Cope, UCLA Loneliness Scale, Rosenberg Self-Esteem Scale, SRQ-20, kuesioner perilaku seksual pranikah, kuesioner kecanduan pornografi sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan Klien 1 menunjukkan penurunan skor Brief Cope dari 67 (adaptif) menjadi 57 (adaptif) dan SRQ-20 dari 1 (Ringan) menjadi 0 (Tidak ada gangguan). Hal serupa terjadi pada Klien 2, di mana skor Brief Cope menurun dari 75 (Maladaptif) menjadi 64 (Adaptip) setelah terapi Novaco, SRQ-20 dari 16 (Tinggi) menjadi 10 (Ringan). Pasien menunjukkan peningkatan dalam pengendalian emosi, kemampuan komunikasi, serta penggunaan mekanisme koping yang lebih adaptif. Pasien juga mampu mengenali pemicu kemarahan dan menerapkan strategi pengendalian diri secara mandiri. Asuhan keperawatan yang terstruktur dan pemberian terapi Novaco efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien lesbian dan bisexual. Terapi ini dapat menjadi strategi intervensi yang bermanfaat dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya dalam pengelolaan emosi pada pasien dengan orientasi seksual minoritas.

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN TERAPI NOVACO PADA PASIEN LESBIAN DAN BISEXSUAL

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lesbian dan bisexual merupakan bagian dari komunitas LGBT yang rentan mengalami tekanan psikososial, diskriminasi, dan konflik identitas yang dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan (RPK). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah terapi Novaco, metode pengelolaan amarah berfokus pada manajemen marah dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien lesbian dan bisexual dengan diagnosis RPK serta mengevaluasi efektivitas intervensi terapi Novaco dalam menurunkan RPK. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap dua pasien dengan pasien satu orientasi seksual lesbian dan pasien dua bisexual yang menunjukkan RPK. Intervensi dilakukan melalui 6 sesi dengan durasi 20-40 menit setiap terapi Novaco, disertai asuhan keperawatan dan menggunakan kuesioner Brief Cope, UCLA Loneliness Scale, Rosenberg Self-Esteem Scale, SRQ-20, kuesioner perilaku seksual pranikah, kuesioner kecanduan pornografi sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan Klien 1 menunjukkan penurunan skor Brief Cope dari 67 (adaptif) menjadi 57 (adaptif) dan SRQ-20 dari 1 (Ringan) menjadi 0 (Tidak ada gangguan). Hal serupa terjadi pada Klien 2, di mana skor Brief Cope menurun dari 75 (Maladaptif) menjadi 64 (Adaptip) setelah terapi Novaco, SRQ-20 dari 16 (Tinggi) menjadi 10 (Ringan). Pasien menunjukkan peningkatan dalam pengendalian emosi, kemampuan komunikasi, serta penggunaan mekanisme koping yang lebih adaptif. Pasien juga mampu mengenali pemicu kemarahan dan menerapkan strategi pengendalian diri secara mandiri. Asuhan keperawatan yang terstruktur dan pemberian terapi Novaco efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien lesbian dan bisexual. Terapi ini dapat menjadi strategi intervensi yang bermanfaat dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya dalam pengelolaan emosi pada pasien dengan orientasi seksual minoritas.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku merawat Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku merawat Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.