Abstrak
Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia. Tingginya angka gangguan jiwa di indonesia memerlukan perhatian yang cukup serius dari dari pemerintah dan masyarakat akan persoalan gangguan jiwa tersebut. selanjutnya dibutuhkan tingkat pengetahua, sikap, dan perilaku yang khusus dalam membantu menagani persoalan tersebut. Pengetahuan yang memadai tentang kondisi kesehatan anggota keluarga dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat dan mendukung. Selain itu, sikap positif dari anggota keluarga juga sangat berperan penting dalam perawatan. Dengan adanya dukungan pengetahuan dan sikap yang baik dari keluarga, proses pemulihan dan kesejahteraan anggota keluarga yang sedang dirawat dapat terbantu secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 68 orang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan hubungan antara tingkat penegtahuan dan sikap keluarga dengan perilaku keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya adalah memerbanyak karakteristik yang sekiranya berkaitan dengan faktor-faktor keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.