2025 · Book ·
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat berakhir dengan kematian. Salah satu penyakit jantung yang juga memiliki risiko terhadap kemaitian adalah kelainan katup jantung. Kelainan katup jantung adalah keadaan dimana katup jantung tidak berfungsi secara normal dan biasanya bisa berupa penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi), ataupun kondisi dari keduanya. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan preload, penurunan curah jantung, dan perfusi organ vital yang akan menurunkan Mean Arterial Pressure (MAP). Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan intervensi posisi lateral untuk peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP). Pemberian posisi lateral diterapkan oleh 2 orang klien yang mengalami kelainan katup jantung dan intervensi dilakukan selama 3 hari. Kedua klien dilakukan pemantauan Mean Arterial Pressure (MAP) saat sebelum dan sesudah pemberian intervensi posisi lateral. Setelah diberikan intervensi posisi lateral kanan dan lateral kiri, terjadi peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP) pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian posisi lateral dapat dilakukan sebagai penatalaksanaan non farmakologis bukan hanya untuk menghindari resiko dekubitus akibat tirah baring yang lama, namun juga dapat mempengaruhi perbaikan sirkulasi pada klien yaitu peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP).
2025 · Thesis ·
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat berakhir dengan kematian. Salah satu penyakit jantung yang juga memiliki risiko terhadap kemaitian adalah kelainan katup jantung. Kelainan katup jantung adalah keadaan dimana katup jantung tidak berfungsi secara normal dan biasanya bisa berupa penyempitan (stenosis), kebocoran (regurgitasi), ataupun kondisi dari keduanya. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan preload, penurunan curah jantung, dan perfusi organ vital yang akan menurunkan Mean Arterial Pressure (MAP). Salah satu terapi non farmakologis yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan intervensi posisi lateral untuk peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP). Pemberian posisi lateral diterapkan oleh 2 orang klien yang mengalami kelainan katup jantung dan intervensi dilakukan selama 3 hari. Kedua klien dilakukan pemantauan Mean Arterial Pressure (MAP) saat sebelum dan sesudah pemberian intervensi posisi lateral. Setelah diberikan intervensi posisi lateral kanan dan lateral kiri, terjadi peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP) pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian posisi lateral dapat dilakukan sebagai penatalaksanaan non farmakologis bukan hanya untuk menghindari resiko dekubitus akibat tirah baring yang lama, namun juga dapat mempengaruhi perbaikan sirkulasi pada klien yaitu peningkatan Mean Arterial Pressure (MAP).
2024 · Book ·
Gastritis sering kali dianggap sebagai penyakit ringan dan tidak parah, namun gastritis dapat memunculkan komplikasi yang lebih parah apabila tidak segera ditangani. Beberapa faktor pemicu terjadinya gastritis dikarenakan pola makan remaja yang tidak sehat, tingkat kecemasan yang dialami remaja dan kurangnya tingkat pengetahuan remaja mengenai gastritis dan cara pencegahannya. Pada pesantren, remaja memiliki durasi belajar yang lebih padat dibandingkan dengan sekolah umum dan santri yang dituntut untuk bisa hidup lebih mandiri.. Informasi yang didapatkan dari remaja di pesantren, didapatkan bahwa mereka pernah mengalami gastritis dan hanya mengetahui penyebab gastritis yaitu pola makan yang tidak teratur dan stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gastritis di Pesantren Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Statistik Deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 324 remaja di Pesantren yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa remaja di Pesantren Kota Tarakan dengan pengetahuan baik sebanyak 26,9%, pengetahuan cukup 56,8% dan pengetahuan kurang sebanyak 16,4%. Kesimpulan dari penelitian ini, mayoritas tingkat pengetahuan remaja berada dalam kategori cukup, sehingga perlu adanya peningkatan informasi lebih lanjut mengenai gastritis untuk peningkatan tingkat pengetahuan dan mencegah terjadinya kekambuhan gastritis pada remaja di pesantren Kota Tarakan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastritis sering kali dianggap sebagai penyakit ringan dan tidak parah, namun gastritis dapat memunculkan komplikasi yang lebih parah apabila tidak segera ditangani. Beberapa faktor pemicu terjadinya gastritis dikarenakan pola makan remaja yang tidak sehat, tingkat kecemasan yang dialami remaja dan kurangnya tingkat pengetahuan remaja mengenai gastritis dan cara pencegahannya. Pada pesantren, remaja memiliki durasi belajar yang lebih padat dibandingkan dengan sekolah umum dan santri yang dituntut untuk bisa hidup lebih mandiri.. Informasi yang didapatkan dari remaja di pesantren, didapatkan bahwa mereka pernah mengalami gastritis dan hanya mengetahui penyebab gastritis yaitu pola makan yang tidak teratur dan stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gastritis di Pesantren Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Statistik Deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 324 remaja di Pesantren yang ada di Kota Tarakan. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa remaja di Pesantren Kota Tarakan dengan pengetahuan baik sebanyak 26,9%, pengetahuan cukup 56,8% dan pengetahuan kurang sebanyak 16,4%. Kesimpulan dari penelitian ini, mayoritas tingkat pengetahuan remaja berada dalam kategori cukup, sehingga perlu adanya peningkatan informasi lebih lanjut mengenai gastritis untuk peningkatan tingkat pengetahuan dan mencegah terjadinya kekambuhan gastritis pada remaja di pesantren Kota Tarakan.