ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa serta mengetahui tingkat kekuatan hubungan tersebut pada siswa kelas V A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 28 siswa kelas V A sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 56 siswa kelas V. Data peran guru sebagai motivator dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan program SPSS versi 27 karena salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi Rank Spearman (ρ) sebesar 0,247 dengan nilai signifikansi 0,206 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa, meskipun hubungan yang diperoleh bersifat positif dengan tingkat hubungan rendah. Kontribusi peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa sebesar 6,10%, sedangkan 93,90% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran matematika sering dianggap sulit dan kurang diminati oleh siswa sehingga diperlukan peran guru yang optimal untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Subjek penelitian adalah guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, guru menyediakan media, sumber belajar, serta strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, penghargaan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan, pendampingan, serta bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing mampu mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang efektif dan kondusif bagi siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Bullying merupakan bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap anti bullying pada siswa kelas IV-C SDN 005 Tarakan. Fokus penelitian meliputi tiga indikator utama, yaitu guru sebagai motivator, fasilitator, dan mediator dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu guru kelas IV-C dan tiga siswa, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif sebagai motivator dengan memberikan nasihat rutin setiap pagi, mengingatkan siswa agar saling menghormati, serta memberikan pemahaman tentang dampak negatif bullying melalui cerita dan diskusi kelas. Sebagai fasilitator, guru menjadi teladan dalam berbicara sopan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Guru juga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui media edukatif seperti poster anti bullying. Sebagai mediator, guru menangani kasus bullying dengan mendamaikan pelaku dan korban, memberikan sanksi edukatif, serta melibatkan orang tua dan kepala sekolah pada kasus yang lebih serius. Penelitian menyimpulkan bahwa peran guru berjalan efektif, meskipun kerja sama dengan orang tua perlu ditingkatkan. This research aimed to determine the role of the principal as a motivator on teacher performance at SD Negeri 050 Tarakan. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation. The research subjects consisted of the principal and teachers from SD Negeri 050 in Tarakan. The research focus concerned five indicators of the principal's role as a motivator: providing an adequate physical environment, creating a comfortable work atmosphere, fostering discipline, providing work encouragement, and recognizing outstanding teachers. The research results indicated that the principal has performed their role as a motivator satisfactorily. Regarding the physical environment provision indicator, most teachers stated that school facilities have supported learning activities. Creating a comfortable work environment and enforcing discipline have also been done, although not completely evenly. Work encouragement is provided through verbal motivation and example, but its intensity still needs to be increased. Meanwhile, awards have been given to outstanding teachers, but this has been limited and not implemented consistently. Overall, the principal's role as a motivator has had a positive impact on teacher performance, but improvements are still needed in the consistency of implementation, equitable distribution of facilities, and the reward system to optimize teacher performance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peran guru menerapkan media pembelajaran visual berbasis inovatif di Sekolah Dasar Negeri 005 Kayan Hulu. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Guru dan kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dialami guru dalam menggunakan media pembelajaran visual berbasis inovatif di Sekolah Dasar Negeri 005 Kayan Hulu, di antaranya: (1) guru telah mengunakan media visual namun tidak berbasis inovatif. (2) guru kadang menggunakan media pembelajaran selama proses pembelajaran di kelas dikarenakan kurangnya pemahaman membuat media dan keterbatasan fasilitas di sekolah. (3) guru berupaya menyediakan berbagai media sesuai dengan metode sumber. (4) guru menyediakan buku-buku pembelajaran yang disediakan oleh pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi guru kelas dalam menerapkan kedisiplinan siswa kelas V-A di SDN 032 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan fokus pada fungsi guru sebagai model dan teladan serta sebagai motivator dalam membentuk perilaku siswa. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder yang di peroleh dari informan, yaitu guru kelas V-A serta enam orang siswa kelas V-A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penariakan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas V-A telah melaksanakan perannya dengan baik dalam menerapkan kedisiplinan siswa. Peran guru sebagai model dan teladan tercermin melalui sikap dan perilaku positif, seperti ketepatan waktu hadir di kelas serta kepatuhan terhadap aturan berpakaian yang rapi, bersih, dan sopan, sehingga menjadi contoh yang ditiru oleh siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator melalui pemberian dorongan dan arahan sebelum pembelajaran dimulai, serta pelaksanaan penghargaan untuk siswa yang patuh dan pemberian hukuman bersifat mendidik bagi siswa yang melanggar tata tertib. Dengan demikian, peran guru sebagai teladan dan motivator berkontribusi penting dalam membentuk sikap disiplin siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter disiplin siswa, terutama dalam lingkungan sekolah dasar. Guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswa melalui sikap, perilaku, dan kedisiplinannya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V di SDN 004 Malinau Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V SDN 004 Malinau Utara. Sumber data pada penelitian ini berupa data primr dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa dengan karakteristik disiplin yang berbeda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas V SDN 004 Malinau Utara telah melaksanakan perannya secara konsisten sebagai model dan teladan. Namun masih terdapat beberapa siswa yang belum disiplin dalam belajar, yang disebabkan faktor lain yaitu motivasi. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku dan sikap guru yang konsisten sangat berpengaruh dalam menumbuhkan dan memperkuat karakter disiplin belajar pada siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PERAN GURU DALAM PENANAMAN KEDISPLINAN SISWA KELAS V MELALUI TATA TERTIB SEKOLAH DI SD NEGERI 004 MALINAU UTARA Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan siswa sebagai salah satu indikator keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dasar. Kedisiplinan mencerminkan sikap, tanggung jawab, dan pengendalian diri siswa yang perlu dibentuk sejak dini melalui penerapan tata tertib sekolah. Guru memegang peran sentral dalam proses ini, khususnya sebagai pendidik dan pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam penanaman kedisiplinan siswa kelas V melalui tata tertib sekolah di SD Negeri 004 Malinau Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik berperan dalam membuat perencanaan terkait tata tertib, menerapkan aturan secara konsisten, membekali siswa dengan pemahaman tentang disiplin, serta menjadi teladan dalam kehadiran, ketepatan waktu, dan kerapian. Sementara itu, guru sebagai pembimbing berperan memberikan contoh menaati peraturan, membimbing dalam pelaksanaan ibadah, serta menilai kepatuhan siswa terhadap peraturan sekolah. Tingkat kedisiplinan siswa tercermin dalam empat indikator: (1) ketaatan terhadap tata tertib sekolah, (2) ketaatan terhadap kegiatan sekolah, (3) ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan (4) ketaatan dalam mengerjakan tugas di rumah. Kesimpulannya, peran guru sebagai pendidik dan pembimbing secara terpadu mampu membentuk kebiasaan disiplin pada siswa, yang berdampak positif pada iklim belajar dan karakter siswa di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik (educator)dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas V B di SD Negeri 013 Kota Tarakan Kalimantan Utara.Fokus penelitian mencakup bagaimana peran guru sebagai pendidik (educator) berperan dalam mengajar, membimbing, dan memelihara nilai-nilai religius peserta didik, seperti ibadah, kejujuran, ketulusan, kedisiplinan, dan keteladanan.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru kelas V B dan 2 Peserta didik kelas V B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran, wawancara guru kelas V B dan 2 peserta didik kelas V B, serta dokumentasi aturan kelas, budaya kelas, dan pada pelaksanaan observasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan peran penting dalam tiga aspek utama. Pertama, dalam perannya sebagai pengajar, guru tidak hanya menyampaikan materi akademis tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius, seperti cara berdoa yang benar, mencegah perilaku menyontek, dan menekankan penghormatan terhadap sesama. Guru juga menjadi teladan dalam hal berpakaian rapi dan bersih serta mendorong kedisiplinan dengan aturan kelas. Kedua, sebagai pembimbing, guru memberikan arahan langsung terkait praktik religius, pentingnya kejujuran, dan kedisiplinan. Guru juga mengajarkan peserta didik untuk menghargai sesama dalam interaksi sosial. Ketiga, guru berperan dalam memelihara perkembangan karakter religius peserta didik dengan memberi nasihat dan penguatan nilai-nilai religius secara konsisten. Guru membiasakan peserta didik untuk tidak menyontek dan menekankan pentingnya menghargai sesama. Meskipun peran guru efektif, penelitian ini juga menekankan perlunya dukungan dari keluarga, lingkungan masyarakat, dan motivasi internal peserta didik untuk mencapai perkembangan karakter religius yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VI-A di SDN 004 Sebengkok Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas VI-A dan 6 siswa kelas VI-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa yaitu sudah dilakukan dengan cukup baik. Adapun peran guru kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa sebagai fasilitator berperan dalam memfasilitasi kemudahan belajar siswa dengan gembira, menyenangkan dan bebas mengeluarkan pendapat secara terbuka guru kelas melakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran seperti PPT, Video pembelajaran, dan alat peraga. Guru kelas sebagai evaluator berperan menjadi penilai yang baik dalam memberikan penilaian siswa dengan melakukan tanya jawab dikelas, melakukan tes lisan dan tertulis. Guru kelas sebagai mediator berperan memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai media pembelajaran, guru kelas melakukan pembelajaran dengan menggunakan media PPT, Video pembelajaran dan alat peraga agar siswa antusias dalam mengikuti pelajaran dikelas. Guru kelas berperan sebagai motivator dengan memberi dorongan semangat kepada siswa, memberi nasihat, teguran, menata ruang kelas, menggunakan media pembelajaran dan alat peraga sehingga siswa dapat termotivasi mengikuti pembelajaran dikelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V-B di SDN 007 Mamburungan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V-B di SDN 007 Mamburungan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan Teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas V-B SDN 007 Mamburungan telah melaksanakan perannya yaitu : (1) peran guru sebagai pengajar dalam menanamkan kedisplinan belajar siswa mengerjakan tugas sudah berjalan dengan baik, guru dapat melakukan dengan menggunakan metode pembelajaran penugasan untuk memberikan tugas siswa agar dapat mengetahui kedisiplinan belajar siswa yaitu mengumpulkan tugas tepat waktu (2) peran guru sebagai model dan teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa disiplin masuk sekolah dan disiplin berpakian sudah sejalan dengan baik, guru dapat memberikan contoh yang baik bagi siswa dengan dating kesekolah tepat waktu dan cara berpakian guru rapi, sopan dan sesuai dengan jadwal sehingga siswa dapat mencontohkan guru untuk datamg ke sekolah tepat waktu dan berpakaian seragam dengan rapi, sopan dan sesuai dengan jadwal. Dengan peran tersebut maka guru berusaha menciptakan suasanan belajar yang nyaman bagi siswa. Peran guru tersebut harus selalu di tingkatkan oleh guru, jika guru tidak peduli maka siswa akan mengalami banyak hambatan dalam menanamkan kediplinan belajar siswa di kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan dan masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas dua belas dan 10 siswa dari jurusan IPA (ilmu pengetahuan alam) dan IPS (ilmu pengetahuan sosial) yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan semua peran dengan baik meskipun ada satu peran yang kurang dilakukan oleh guru. Guru sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator sudah baik dengan melakukan semua informasi yang berkaitan dengan informasi tentang masing-masing peran. Peran guru yang kurang hanya satu yaitu guru sebagai mediator karena guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru selalu menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi di kelas. Ada tiga masalah yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa yaitu kurangnya minat belajar, kesulitan belajar, dan materi yang sulit dipahami. Kurangnya minat belajar karena siswa merasa malas dan bosan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam belajar karena mereka merasa kesulitan dalam melafalkan kosakata bahasa Inggris dan minimnya kosakata bahasa Inggris, dan yang terakhir materi yang sulit dimengerti karena siswa kurang memahami tata bahasa dan konsep atau topik dari materi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika secara daring pada masa pandemi COVID-19 di SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 015 Tarakan dengan melibatkan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator konten dan proses dalam pembelajaran matematika di masa pandemi COVID-19 telah dilaksanakan. Hal tersebut terlihat bahwa dalam fasilitator konten guru telah menyiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, media berupa video pembelajaran, media dakon matematika untuk materi faktor persekutuan terbesar dan kelipatan persekutuan terkecil, dan media karton untuk materi bangun ruang, serta menyediakan bahan penilaian seperti lembar kerja siswa, ulangan harian, penilaian tenganh semester dan penilaian akhir semester dalam bentuk soal pilihan ganda, isian, dan essay. Sedangkan peran guru sebagai fasilitator proses terlihat bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat yang disediakan. Pembelajaran dilakukan melalui grup WhatsApp dan Zoom. Guru menerapkan atau menggunakan model saintifik. Selain itu juga guru menggunakan media berupa video pembelajaran yang dibuat sendiri atau diambil dari YouTube. Guru juga telah melaksanakan penilaian dengan memberikan lembar kerja siswa, ulangan harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester dalam bentuk soal pilihan ganda, isian dan essay. This objective of this research was to describe the teacher’s role as a facilitator in the process of mathematics online learning during the COVID-19 pandemic at SDN 015 Tarakan. This research employed a descriptive qualitative method which was conducted at SDN 015 Tarakan by involving a teacher and students. The data were collected through interview and documentation, and were then analyzed using the theory of Miles ahd 1-luberman, namely: reducing the data, presenting the data, and drawing conclusion. The results of this study indicated that the role of the teacher as a facilitator of content and process in learning mathematics during the CO VID- 19 pandemic had been implemented. It could be seen that the role of teacher as a content facilitator, the teacher had prepared the learning tools such as syllabus, lesson plans, media in the form of videos, mathematical dakon media (dakota) for the materials of the greatest common divisor and the least common multiple, and cardboard media for the material of solid figures, and providing assessment materials such as student’s worksheets, daily tests, middle semester assessment, and final semester assessment in the forms of multiple-choice test, gap filling/completion, and essay question. Meanwhile, the role of the teacher as a process facilitator showed that the teacher had implemented the learning process according to the learning tools provided. The learning processes were done using WhatsApp groups and Zoom cloud meeting based on the scientific learning model. In addition, the teacher used media in the form of videos which were made by herself or taken from YouTube. The teacher had also conducted an assessment by providing student’s worksheets, daily tests, middle semester assessment, and final semester assessment in the forms of multiple-choice test, gap filling/completion, and essay question.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini di lakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Karakter sopan santun di SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang di laksanakan di SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini di fokuskan pada peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun Sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru kelas dua, enam, Kepala sekolah, satu siswa kelas dua dan satu siswa kelas enam. Teknik pengumpulan data yang di gunakan berupa Lembar Wawancara, Observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai motivator, pengarah, fasilitator, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam melakuka perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa dimana guru sebagai motivator selalu memberikan motivasi, nasihat kepada siswanya. Selanjutnya sebagai pengarah guru selalu mengarahkan siswanya agar berbuat hal yang baik terutama sikapnya. Selain itu peran guru sebagai fasilitator memberikan fasilitats seperti cara belajar yang baik dan juga mudah untuk siswa pahami. Adapun peran guru sebagai evaluator sudah berusaha dengan baik berperan untuk selalu mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil evaluasinya. The purpose of this study was to describe how politeness character developed at SDS Muhamadiyah III Al-Hilal Tarakan. This type of research used qualitative data collection at SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Trakan during the even semester of the 2020/2021 academic year. The topic of this study was the role of the teacher in teaching politeness characters. The data sources in this study were primary and secondary data from second and sixth grade teachers informants, the principal, one second grade student, and one sixth grade student. Interview sheets, observations, and documentation were employed as data collection strategies. The result of this study showed that teachers as motivators, directors, facilitators, and evaluators had done an excellent job in carrying out their roles, as seen by the result of interviews conducted with teachers, principals, and students, where teachers as a motivator always gave motivation and advice to his students, where teachers as a motivator always gave motivation and advice to his students. Furthermore, the teacher, as a director, consistenly encouraged his students to achieve positive things, particularly in his attitude.besides, the teacher’s role as a facilitator gave benefits such as a nice learning environment that was also simple to comprehend for students. The teachers role as an evaluator had attempted to play a part in constantly reviewing his students and offering an assessment that was consistent with the outcomes of his evaluation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini berfokus pada peran guru dalam pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 dan faktor pendukung serta penghambat dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu SDN 015 Tarakan. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 015 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai demonstrator, yaitu guru telah membuat perangkat pembelajaran secara daring, guru menyampaikan materi dengan yakin, membuka diskusi tanya jawab di grup whatsapp dan siswa juga bisa menghubungi guru melalui pesan pribadi, (2) sebagai pengelola kelas, yaitu guru telah mempersiapkan pembelajaran daring, baik secara administratif maupun sikap mental guru untuk mengatur grup whatsapp. Guru juga memberikan apersepsi, motivasi dan semangat kepada siswa dan mengatur kelas dengan menegur siswa melalui chat pribadi, telepon bahkan membuat surat pemanggilan ke sekolah, (3) sebagai fasilitator, yaitu guru telah mengusahakan sumber dan fasilitas belajar seperti buku, media belajar dan paket data. Guru memberikan materi secara merata di grup whatsapp dan menggunakan media video yang menarik, (4) sebagai evaluator, guru melaksanakan evaluasi dengan memberikan tugas kepada siswa melalui grup whatsapp, melakukan penilaian dan menindaklanjuti hasil evaluasi secara proporsional dengan menegur, menasehati bahkan memanggil orang tua/siswa. Adapun faktor pendukungnya adalah sistem manajemen dan administrasi pembelajaran yang lengkap dari guru, handphone android dan paket data internet yang stabil, serta kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum semua orang tua mampu membimbing anaknya dalam pembelajaran daring, belum semua siswa/orang tua mampu dalam mengoperasikan hanphone android dan aplikasi whatsapp, tidak semua siswa/orang tua memiliki handphone android dan mampu memenuhi paket data internet, serta tidak semua siswa/orang tua dapat bekerja sama dengan guru.