ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan peran guru dalam proses pembelajaran PJOK di kelas IV-A ditinjau dari prespektif siswa. Jenis penelitian pada penelitian ini ialah kualitatif dengan lokasi penelitian di kelas IV-A Sekolah Dasar Negri 015 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah siswa dan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kelas IV-A SDN 015 Tarakan dengan observsi, wawancara serta dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data yang diterapkan. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PJOK dapat melaksanakan peran guru dalam proses pembelajaran di kelas IV-A ditinjau dari prespektif siswa yang teraktualisasi melalui pelaksanaan peran guru sebagai pembimbing, fasilitator dan motivator. (1) peran guru sebagai pembimbing pelaksanaanya terlihat pada siswa kelas IV-A yang telah mendapatkan penjelasan materi dari guru pada proses pembelajaran PJOK, serta selalu dipastikan dapat memahami materi pembelajaran. (2) peran guru sebagai fasilitator implementasinya terlihat pada siswa yang telah mendapatkan penjelasan materi dengan bahasa yang mudah dipahami serta menggunakan alat bantu, sehingga memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami materi pembelajaran. (3) peran guru sebagai motivator aktualisasinya terlihat pada siswa yang telah memperoleh penyampaian motivasi dari guru PJOK kelas IV-A SDN 015 Tarakan secara intens setiap proses pembelajaran, sehingga siswa dapat bersemangat untuk mengikuti proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi siswa kelas III-A di SDN 015 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas III-A SDN 015 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah 3 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, yang terpilih melalui teknik pemilihan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan memiliki gaya belajar yang beragam terdiri dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 3 siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan yang merupakan sampel penelitian. Siswa yang memiliki gaya belajar visual ditandai dengan S1, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar visual yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran melalui pengelihatan daripada pendengaran dan lebih mudah menerima intruksi melalui yang dilihatnya. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar auditori ditandai dengan S2, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar auditori yaitu lebih antusias dan memahami materi pembelajaran melalui penjelasan guru daripada membaca dan ketika berargumentasi cenderung berintonasi. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar kinestetik ditandai dengan S3, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar kinestetik yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran jika dipelajari melalui peragaan materi pembelajaran dan ketika berargumentasi cenderung menggerakkan tanganya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fungsi kepemimpinan kepala sekolah merupakan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen, dan kepemimpinan sesuai dengan kemampuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang digunakan untuk memimpin di SDN 015 Tarakan. Penelitian ini berfokus pada fungsi kepemimpinan kepala sekolah di sekolah dasar negeri 015 tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu SDN 015 Tarakan. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru waka kurikulum SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepala SDN 015 Tarakan menjalankan 7 dari 8 fungsi kepemimpinan kepala sekolah yaitu, Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Motivator dan Figure Mediator. Fungsi Inovator belum terlaksana karena masa kerja baru menjabat kepala sekolah untuk memimpin di sekolah dasar yang mana awalnya kepala sekolah adalah guru sekolah menengah pertama. Selain itu, kepala sekolah butuh penyesuaian terhadap lingkungan sekolah untuk menjalankan fungsi inovator tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini berfokus pada peran guru dalam pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 dan faktor pendukung serta penghambat dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu SDN 015 Tarakan. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SDN 015 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai demonstrator, yaitu guru telah membuat perangkat pembelajaran secara daring, guru menyampaikan materi dengan yakin, membuka diskusi tanya jawab di grup whatsapp dan siswa juga bisa menghubungi guru melalui pesan pribadi, (2) sebagai pengelola kelas, yaitu guru telah mempersiapkan pembelajaran daring, baik secara administratif maupun sikap mental guru untuk mengatur grup whatsapp. Guru juga memberikan apersepsi, motivasi dan semangat kepada siswa dan mengatur kelas dengan menegur siswa melalui chat pribadi, telepon bahkan membuat surat pemanggilan ke sekolah, (3) sebagai fasilitator, yaitu guru telah mengusahakan sumber dan fasilitas belajar seperti buku, media belajar dan paket data. Guru memberikan materi secara merata di grup whatsapp dan menggunakan media video yang menarik, (4) sebagai evaluator, guru melaksanakan evaluasi dengan memberikan tugas kepada siswa melalui grup whatsapp, melakukan penilaian dan menindaklanjuti hasil evaluasi secara proporsional dengan menegur, menasehati bahkan memanggil orang tua/siswa. Adapun faktor pendukungnya adalah sistem manajemen dan administrasi pembelajaran yang lengkap dari guru, handphone android dan paket data internet yang stabil, serta kerja sama yang baik antara guru, orang tua dan siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah belum semua orang tua mampu membimbing anaknya dalam pembelajaran daring, belum semua siswa/orang tua mampu dalam mengoperasikan hanphone android dan aplikasi whatsapp, tidak semua siswa/orang tua memiliki handphone android dan mampu memenuhi paket data internet, serta tidak semua siswa/orang tua dapat bekerja sama dengan guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Penelitian ini berfokus pada media kartu bergambar dan keterampilan literasi menulis. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran sangat penting untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan literasi dan pemahaman siswa. Kartu bergambar sendiri merupakan media yang mudah untuk dibuat, tidak rumit dan mudah dimengerti siswa. kartu bergambar sendiri digunakan guru pada pembelajaran menulis kalimat sederhana, penggunaan media ini sangat efektif karena siswa lebih mudah memahaminya, dan hasil yang diperoleh pun lebih baik dari sebelum menggunakan media tersebut. Selanjutnya dengan penggunaan media yang produktif dan inovatif dalam mengembangkan literasi sekolah diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap literasi, Serta dapat menjadikan SDN 015 salah satu sekolah berbasis litersi yang ada di kota Tarakan. Adapun dampak yang ditimbulkan yaitu dengan efektifnya penggunaan media kartu bergambar antusias siswa sangat tinggi dan minat siswa terhadap literasi mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar dan peningkatan keterampilan menulis siswa SDN 015 Tarakan.