Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Siswa Kelas V
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi implementasi nilai-nilai pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa sekaligus membentuk kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini adalah siswa kelas V-B dan guru wali kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya Teknik analisis data yang di gunakan menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V-B telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab, khusus nya pada butir sila mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya dan mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira. Namun masih terdapat sebagian siswa yang masih kurang dalam mengimplementasikannya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan peserta didik lebih meningkatkan kesadaran menghargai sesama dan guru, peneliti selanjutnya untuk mengkaji faktor penyebab masih adanya perilaku yang kurang sesuai, serta memperluas cakupan penelitian agar hasilnya lebih menyeluruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota

2026•

Perilaku prososial merupakan perilaku yang diwujudkan melalui tindakan sukarela untuk membantu, berbagi, bekerja sama, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang didorong oleh motivasi internal. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, khususnya kelas VII, pengembangan perilaku prososial menjadi penting karena siswa berada pada tahap perkembangan sosial yang membutuhkan kemampuan berinteraksi secara positif dengan teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa adalah melalui layanan bimbingan kelompok. Layanan bimbingan kelompok merupakan proses pemberian bantuan dalam suasana kelompok yang memungkinkan siswa saling berinteraksi, bertukar pendapat, mengembangkan empati, serta belajar menghargai dan bekerja sama dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial pada siswa kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design model one group pre-test and post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 8 siswa dari populasi 80 siswa. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert untuk mengukur tingkat perilaku prososial siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai Asym Sig sebesar 0,012 pada taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku prososial siswa kelas VII di SMPN 1 Malinau Kota.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Penanaman Kedisplinan Siswa Kelas V Melalui Tata Tertib Sekolah Di SD Negeri 004 Malinau Utara

2025•

PERAN GURU DALAM PENANAMAN KEDISPLINAN SISWA KELAS V MELALUI TATA TERTIB SEKOLAH DI SD NEGERI 004 MALINAU UTARA Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedisiplinan siswa sebagai salah satu indikator keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dasar. Kedisiplinan mencerminkan sikap, tanggung jawab, dan pengendalian diri siswa yang perlu dibentuk sejak dini melalui penerapan tata tertib sekolah. Guru memegang peran sentral dalam proses ini, khususnya sebagai pendidik dan pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam penanaman kedisiplinan siswa kelas V melalui tata tertib sekolah di SD Negeri 004 Malinau Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik berperan dalam membuat perencanaan terkait tata tertib, menerapkan aturan secara konsisten, membekali siswa dengan pemahaman tentang disiplin, serta menjadi teladan dalam kehadiran, ketepatan waktu, dan kerapian. Sementara itu, guru sebagai pembimbing berperan memberikan contoh menaati peraturan, membimbing dalam pelaksanaan ibadah, serta menilai kepatuhan siswa terhadap peraturan sekolah. Tingkat kedisiplinan siswa tercermin dalam empat indikator: (1) ketaatan terhadap tata tertib sekolah, (2) ketaatan terhadap kegiatan sekolah, (3) ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran, dan (4) ketaatan dalam mengerjakan tugas di rumah. Kesimpulannya, peran guru sebagai pendidik dan pembimbing secara terpadu mampu membentuk kebiasaan disiplin pada siswa, yang berdampak positif pada iklim belajar dan karakter siswa di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V B Pada Elemen Bilangan Di SD Negeri 032 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Numerasi merujuk pada kemampuan individu dalam menggunakan pengetahuan matematikanya untuk menyelesaikan permasalahan dari berbagai konteks kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan numerasi siswa kelas V B pada elemen bilangan di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket wawancara. Peneliti mengambil 3 siswa sebagai representasi dari 1 kategori kemampuan tinggi, 1 kategori sedang, dan 1 kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas V B cenderung berhasil memenuhi indikator 1, 2, dan 4 yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari, mampu membaca informasi pada tabel, dan mampu mengubah pecahan yang ditampilkan dalam bentuk simbol matematika ataupun gambar. Namun, cenderung belum memenuhi pada indikator 3, yaitu dapat menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa sudah mampu membaca dan menganalisis informasi pada tabel, namun belum mampu menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI NILAI-NILAI KEDISIPLINAN SISWA KELAS VI-B SDN 001 MALINAU KOTA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kedisiplinan siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota. Berdasarkan hasil observasi awal yang terlihat masih terdapatnya siswa yang tidak bersikap disiplin. Metode yang di gunakan penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif, dengan lokasi penelitian di kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota, Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas VI-B SDN 001 Malinau Kota telah melaksanakan sikap kedisiplinan peraturan, hukuman dan penghargaan. (1) kedisiplinan peraturan teraktualisasi pada sikap siswa datang tepat waktu kesekolah, siswa mengenakan atribut dan pakaian seragam sekolah sesuai dengan jadwal sekolah yang di tentukan. (2) kedisiplinan hukuman terimplementasi pada sikap antar siswa saling menegur temannya apabila tidak tertib di kelas dan antar siswa saling menegur temannya apabila berkelahi di kelas. (3) kedisiplinan penghargaan teraktualisasi pada sikap siswa saling memberikan pujian kepada temannya yang tertib di kelas dan siswa saling memberikan dukungan motivasi kepada temannya di dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Deskripsi, Nilai Kedisiplinan, Siswa Kelas VI-B

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sikap Toleransi Siswa Kelas V-D SDN 050 Tarakan

2025•

Penelitian ini berfokus pada analisis sikap toleransi siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan dan faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap toleransi siswa di lingkungan sekolah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas V-D SDN 050 Tarakan. Informan pada penelitian ini adalah wali kelas dan siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan dapat melaksanakan sikap toleransi agama dan toleransi sosial. (1) toleransi agama teraktualisasi pada sikap tidak mengganggu siswa yang memiliki perbedaan agama dalam melaksanakan ibadah keagamaan serta dapat berteman secara harmonis dan berkomunikasi dengan sopan meskipun terdapat adanya perbedaan agama, (2) toleransi sosial terimplementasi dalam sikap menghargai adanya perbedaan pendapat yang dimiliki oleh siswa lain serta dapat berteman dan bekerjasama dengan siswa yang memiliki perbedaan suku. Adapun faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap toleransi siswa kelas V-D SDN 050 Tarakan yaitu budaya sekolah dan peran guru. Budaya sekolah di SDN 050 Tarakan yang berkorelasi dengan terciptanya siswa yang memiliki sikap toleransi ialah budaya 4S (senyum,sapa,salam,santun), dengan budaya 4S siswa akan terbiasa untuk menerima dan menghormati individu lain. Wali kelas telah melaksanakan perannya selaku guru dalam menciptakan siswa yang memiliki sikap toleransi, yang teraktualisasi dengan memberikan edukasi dan motivasi tentang melaksanakan sikap toleransi serta mampu menjadi contoh yang baik dalam bersikap toleransi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 007 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SDN 007 TARAKAN ABSTRAK Wiwik wijayanti, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDN 007 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika pada siswa, antara lain faktor diri sendiri seperti motivasi belajar yang rendah, pemahaman konsep dasar yang kurang, dan tingkat kecemasan yang tinggi. Selain itu. Faktor lingkungan keluarga seperti dukungan orang tua dan keluarga, sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa terutama dalam hal memberikan masukan dan motivasi bagi siswa untuk belajar yang menyebabkan rajin atau tidaknya siswa untuk mengulang pelajaran dirumah. Faktor lingkungan sekolah seperti cara guru menjelaskan materi yang tidak mudah dipahami, metode pengajaran yang kurang efektif, keterbatasan media pembelajaran, faktor lingkungan masyarakat tidak menjadi faktor yang mempunyai pengaruh besar dalam kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi tantangan utama bagi siswa. Beberapa siswa juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal cerita yang memerlukan pemahaman lebih mendalam dan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan metode pengajaran yang monoton dan tidak variatif membuat siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar matematika. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif juga menyebabkan siswa tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran. media pembelajaran yang lebih menarik serta memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, peran orang tua dalam mendukung proses belajar anak di rumah juga sangat penting untuk membantu mengatasi kesulitan belajar matematika.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 004 LUMBIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan literasi membaca adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam melafalkan kata, menemukan informasi serta memahami setiap makna yang ada pada bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD Negeri 004 Lumbis. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan literasi membaca yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 8 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan literasi membaca, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan literasi membaca tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan literasi membaca untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori tinggi mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan dengan baik. (2) subjek dengan kategori sedang mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan dengan baik, namun subjek kurang memahami isi bacaan, tidak berhati-hati dalam memilih jawaban, dan tidak dapat menentukan gagasan utama dalam bacaan. (3) subjek dengan kategori rendah belum mampu menemukan informasi, mengidentifikasi perubahan dalam elemen intrinsik, menyimpulkan, membandingkan penokohan, menilai kesesuaian ilustrasi, dan merefleksikan pengetahuan. Kesulitan yang dialami subjek dengan kategori rendah adalah kesulitan dalam membaca.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SURVEI KONSEP DIRI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 12 TARAKAN TAHUN AJARAN 2021/2022

2022•

Desi Mustika Sari. 2022. Survei Konsep Diri Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 12 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022. Dibimbing oleh Ibu Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd selaku pembimbing utama dan Ibu Suriata, M.Pd selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri siswa di SMP Negeri 12 tarakan tahun ajaran 2021/2022. Konsep diri merupakan keseluruhan gambaran, persepsi, penilaian diri, keyakinan yang dimiliki individu tentang ciri-ciri dan sifat yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 siswa dari 128 siswa sebagai populasi kelas VII di SMP Negeri 12 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri siswa di SMP Negeri 12 Tarakan termasuk dalam kategori rendah. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase 128 sampel penelitian terdapat 66 siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan skor persentase 51%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP KECEMASAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 TARAKAN.

2021•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model cooperative learning tipe numbered heads together (NHT) terhadap kecemasan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh model cooperative learning tipe numbered heads together (NHT) terhadap kecemasan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu (quasi experiment). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling dan didapatkan 32 orang responden dari kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-F sebagai kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t (independent sample t-test) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan (nyata) antara rata-rata kecemasan matematika siswa pada kelompok eksperimen dan kelas kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA SISWA KELAS VII-1 DI MTS DDI TARAKAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Analisis Alih Kode dan Campur Kode Pada Siswa Kelas VII-1 Di MTs DDI Tarakan Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan landasan teori kajian Sosiolinguistik. Kajian sosiolinguistik yang dikaitkan dengan pnelitian, yaitu alih kode dan campur kode. penulis menggunakan jenis penelitian seskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan data-data berdasarkan bentuk-bentuk alih kode dan campur kode. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan rekam. Data yang ada kemudian diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar serta dianalisis, diinterpretasikan dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1, yaitu bahasa Bugis, bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Keempat kode bahasa tersebut diklasifikasikan berdasarkan alih kode intern, alih kode ekstern, campur kode ke dalam, dan campur kode ke luar. Pada alih kode imtern terdapat dua kode bahasa, yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa dan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sedangkan campur kode ke dalam terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Bugis dan bahasa Jawa. Sedangkan alih kode ekstern terdapat dua buah kode bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Arab. Penyebab terjadinya alih kode dan campur kode bahasa yang digunakan oleh siswa kelas VII-1 adalah (a) identifikasi peran (penutur), (b) identifikasi ragam, (c) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, (d) Kesantaian penutur, (e) kebiasaan, (f) tidak adanya ungkapan yang tepat dalam bahasa yang sedang dipakai, (g) hadirnya penutur ketiga, (h) perubahan topik pembicaraan antara penutur dengan lawan tutur, (i) perubahan situasi berbicara dari tidak formal menjadi formal, (j) mengimbangi kemampuan berbahasa lawan tuturnya, (k) untuk membangkitkan rasa humor, dan (l) untuk sekedar bergengsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail