Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Penulis: MARTA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V B Pada Elemen Bilangan Di SD Negeri 032 Tarakan

2025•

Numerasi merujuk pada kemampuan individu dalam menggunakan pengetahuan matematikanya untuk menyelesaikan permasalahan dari berbagai konteks kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan numerasi siswa kelas V B pada elemen bilangan di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket wawancara. Peneliti mengambil 3 siswa sebagai representasi dari 1 kategori kemampuan tinggi, 1 kategori sedang, dan 1 kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas V B cenderung berhasil memenuhi indikator 1, 2, dan 4 yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari, mampu membaca informasi pada tabel, dan mampu mengubah pecahan yang ditampilkan dalam bentuk simbol matematika ataupun gambar. Namun, cenderung belum memenuhi pada indikator 3, yaitu dapat menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa sudah mampu membaca dan menganalisis informasi pada tabel, namun belum mampu menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kemampuan Numerasi Siswa Kelas V B Pada Elemen Bilangan Di SD Negeri 032 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Numerasi merujuk pada kemampuan individu dalam menggunakan pengetahuan matematikanya untuk menyelesaikan permasalahan dari berbagai konteks kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan numerasi siswa kelas V B pada elemen bilangan di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket wawancara. Peneliti mengambil 3 siswa sebagai representasi dari 1 kategori kemampuan tinggi, 1 kategori sedang, dan 1 kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas V B cenderung berhasil memenuhi indikator 1, 2, dan 4 yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari, mampu membaca informasi pada tabel, dan mampu mengubah pecahan yang ditampilkan dalam bentuk simbol matematika ataupun gambar. Namun, cenderung belum memenuhi pada indikator 3, yaitu dapat menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa sudah mampu membaca dan menganalisis informasi pada tabel, namun belum mampu menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

LEMBAGA ADAT DAYAK SA'BAN SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA YANG TERJADI DALAM RUMAH TANGGA

2024•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Lembaga adat memiliki kedudukan strategis dalam Masyarakat hukum adat. Lembaga adat berperan menyelesaian sengketa yang terjadi dalam Masyarakat. Demikian pula halnya dengan Lembaga Adat Dayak Sa’ban. Salah satu sengketa yang diselesaikan oleh Lembaga adat Dayak Sa’ban adalah sengketa rumah tangga. dengan berkedudukan sebagai mediator. Permasalahan yang diangkat, yaitu: Bagaimana mekanisme penyelsaian sengketa rumah tangga oleh lembaga adat Sa’ban di Kabupaten Malinau melalui mediasi dan Bagaimana kekuatan Hukum mengikat hasil mediasi Lembaga Adat Sa’ban bagi pihak yang bersengketa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer dan skunder dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lembaga adat Dayak Sa’ban berperen sebagai mediator dalam penyelesaian perselisihan rumah tangga. Dilakukan dalam beberapa tahap, pertama tahap pelaporan, kedua mediasi musyawarah, dan yang ketiga merupakan hasil yang telah dimediasi oleh Lembaga adat. Dan Kekuatan mengikat hasil putusan mediasi dalam penyelesaian sengketa rumah tangga dalam Masyarakat hukum adat Dayak Sa’ban memiliki tingkat kepatuhan oleh para pihak. Mediasi yang dilakukan Lembaga adat mengikat para pihak karena beberapa alasan. Alasan pertama, lembaga adat sebagai mediator memiliki wibawa yang tinggi di mata masyarakat hukum adat. Alasan berikutnya mediasi berfungsi mengembalikan pada posisi semula, karena ketika terjadi sengketa dalam masyarakat hukum adat, timbul ketidak seimbangan dalam hubungan masyarakat. Saat tercapai perdamaian melalui mediasi maka ketidak seimbangan tadi dikembalikan pada posisi semula Kata Kunci : Lembaga Adat, Sengketa, Mediasi, Rumah tangga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LEMBAGA ADAT DAYAK SA'BAN SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA YANG TERJADI DALAM RUMAH TANGGA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lembaga adat memiliki kedudukan strategis dalam Masyarakat hukum adat. Lembaga adat berperan menyelesaian sengketa yang terjadi dalam Masyarakat. Demikian pula halnya dengan Lembaga Adat Dayak Sa’ban. Salah satu sengketa yang diselesaikan oleh Lembaga adat Dayak Sa’ban adalah sengketa rumah tangga. dengan berkedudukan sebagai mediator. Permasalahan yang diangkat, yaitu: Bagaimana mekanisme penyelsaian sengketa rumah tangga oleh lembaga adat Sa’ban di Kabupaten Malinau melalui mediasi dan Bagaimana kekuatan Hukum mengikat hasil mediasi Lembaga Adat Sa’ban bagi pihak yang bersengketa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer dan skunder dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lembaga adat Dayak Sa’ban berperen sebagai mediator dalam penyelesaian perselisihan rumah tangga. Dilakukan dalam beberapa tahap, pertama tahap pelaporan, kedua mediasi musyawarah, dan yang ketiga merupakan hasil yang telah dimediasi oleh Lembaga adat. Dan Kekuatan mengikat hasil putusan mediasi dalam penyelesaian sengketa rumah tangga dalam Masyarakat hukum adat Dayak Sa’ban memiliki tingkat kepatuhan oleh para pihak. Mediasi yang dilakukan Lembaga adat mengikat para pihak karena beberapa alasan. Alasan pertama, lembaga adat sebagai mediator memiliki wibawa yang tinggi di mata masyarakat hukum adat. Alasan berikutnya mediasi berfungsi mengembalikan pada posisi semula, karena ketika terjadi sengketa dalam masyarakat hukum adat, timbul ketidak seimbangan dalam hubungan masyarakat. Saat tercapai perdamaian melalui mediasi maka ketidak seimbangan tadi dikembalikan pada posisi semula Kata Kunci : Lembaga Adat, Sengketa, Mediasi, Rumah tangga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Resiliensi Pasien Pre Operasi Katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

2023•Koleksi Perpustakaan

Ketahanan pasien yang menjalani operasi katarak akan berdampak pada kemampuan pasien untuk pulih dan sembuh setelah menghadapi operasi. Seorang pasien menghadapi operasi yang akan dijalani membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi, kepercayaan diri yang kuat untuk pulih, dan tetap produktif setelah menjalani operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 81 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pasien pra operasi katarak memiliki nilai minimal-maksimum 30-40 yang berarti nilai resiliensi pasien tinggi. Sehingga pasien merasa siap dan nyaman saat menjalani operasi katarak. Pasien menunjukkan nilai resiliensi yang tinggi dengan tidak merasa tertekan sebelum menjalani operasi katarak dan dapat beradaptasi dengan transformasi yang akan terjadi setelah operasi katarak. Mengoptimalkan peran perawat dan memberikan dukungan kepada pasien merupakan salah satu upaya untuk menjaga motivasi perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Resiliensi Pasien Pre Operasi Katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketahanan pasien yang menjalani operasi katarak akan berdampak pada kemampuan pasien untuk pulih dan sembuh setelah menghadapi operasi. Seorang pasien menghadapi operasi yang akan dijalani membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi, kepercayaan diri yang kuat untuk pulih, dan tetap produktif setelah menjalani operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 81 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pasien pra operasi katarak memiliki nilai minimal-maksimum 30-40 yang berarti nilai resiliensi pasien tinggi. Sehingga pasien merasa siap dan nyaman saat menjalani operasi katarak. Pasien menunjukkan nilai resiliensi yang tinggi dengan tidak merasa tertekan sebelum menjalani operasi katarak dan dapat beradaptasi dengan transformasi yang akan terjadi setelah operasi katarak. Mengoptimalkan peran perawat dan memberikan dukungan kepada pasien merupakan salah satu upaya untuk menjaga motivasi perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG KEWENANGAN KEPOLISIAN DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA TARAKAN

2021•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan yang dilakukan oleh kepolisian.. Pertama, bagaimana dari kewenangan kepolian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan? Kedua, bagaimana tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan oleh kepolisian di Kota Tarakan?. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yakni: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta peraturan yang terkait dengan penelitian ini serta pendekatan kasus yang terjadi di Kota Tarakan mengenai pelanggaran lalu lintas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam peraturan perundang-undangan terkait kewenangan kepolisian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan serta hasil wawancara dengan kepolisian dalam bidang lalu lintas. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kepolisian mempunyai kewenangan yang mutlak dalam melakukan pemeriksaan kendaraan di jalan yang diberikan oleh undang-undang sehingga harus diimplementasikan kewenangannya untuk mengatur lalu lintas agar tercipta keteraturan dalam berkendara. Kedua, kepolisian dalam menjalankan kewenangannya harus dengan tanggungjawab sepenuhnya menurut ubndang-undang sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam menjalankan tugasnya. Pada kasus pelanggaran yang terjadi pada operasi patuh kayan 2020 yang terjadi dilatarbelakangi adanya masyarakat yang kurang mematuhi peraturan yang berkaitan dengan kelengkapan dalam berkendara dan melanggar marka jalan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG KEWENANGAN KEPOLISIAN DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan yang dilakukan oleh kepolisian.. Pertama, bagaimana dari kewenangan kepolian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan? Kedua, bagaimana tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan oleh kepolisian di Kota Tarakan?. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yakni: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta peraturan yang terkait dengan penelitian ini serta pendekatan kasus yang terjadi di Kota Tarakan mengenai pelanggaran lalu lintas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam peraturan perundang-undangan terkait kewenangan kepolisian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan serta hasil wawancara dengan kepolisian dalam bidang lalu lintas. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kepolisian mempunyai kewenangan yang mutlak dalam melakukan pemeriksaan kendaraan di jalan yang diberikan oleh undang-undang sehingga harus diimplementasikan kewenangannya untuk mengatur lalu lintas agar tercipta keteraturan dalam berkendara. Kedua, kepolisian dalam menjalankan kewenangannya harus dengan tanggungjawab sepenuhnya menurut ubndang-undang sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam menjalankan tugasnya. Pada kasus pelanggaran yang terjadi pada operasi patuh kayan 2020 yang terjadi dilatarbelakangi adanya masyarakat yang kurang mematuhi peraturan yang berkaitan dengan kelengkapan dalam berkendara dan melanggar marka jalan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (M. malabathricum L) PADA Artemia salina SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIINFEKSI Vibrio harveyi

2020•Koleksi Perpustakaan

Tingginya tingkat serangan penyakit baik bersifat infeksius maupun non-infeksius merupakan penyebab yang mempengaruhi rendahnya produksi tambak tradisional, salah satu adalah serangan bakteri Vibrio harveyi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L) sebagai imonustimulan benur udang windu terhadap serangan bakteri V. harveyi yang diuji tantang pada benur udang windu stadia post larva usia 10 hari (PL – 10) yang diberikan pakan metode eksperimeental yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 (kontrol), perlakuan 2 (50 ppm), perlakuan 3 (100 ppm) dan perlakuan 4 (150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan 3 yaitu persentase 100%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada normal yang baik bagi kehidupan benur udang windu (Penaeus monodon).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (M. malabathricum L) PADA Artemia salina SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIINFEKSI Vibrio harveyi

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya tingkat serangan penyakit baik bersifat infeksius maupun non-infeksius merupakan penyebab yang mempengaruhi rendahnya produksi tambak tradisional, salah satu adalah serangan bakteri Vibrio harveyi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L) sebagai imonustimulan benur udang windu terhadap serangan bakteri V. harveyi yang diuji tantang pada benur udang windu stadia post larva usia 10 hari (PL – 10) yang diberikan pakan metode eksperimeental yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 (kontrol), perlakuan 2 (50 ppm), perlakuan 3 (100 ppm) dan perlakuan 4 (150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan 3 yaitu persentase 100%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada normal yang baik bagi kehidupan benur udang windu (Penaeus monodon).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail