ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan murid kelas III dalam memahami materi pengukuran panjang serta keterbatasan penggunaan bahan ajar yang dapat membantu murid mengembangkan kemampuan numerasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan Lembar Kerja Murid (LKM) bermuatan numerasi pada materi pengukuran panjang untuk murid kelas III SDN 043 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Kelayakan LKM diperoleh melalui validasi ahli materi dan ahli media, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui angket respon guru dan murid pada uji coba terbatas dan uji coba luas. Keefektifan LKM diperoleh melalui hasil pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan N-Gain. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 80% dan validasi ahli media sebesar 94,6%, sehingga LKM dinyatakan sangat layak digunakan. Hasil uji coba terbatas menunjukkan respon guru sebesar 96,84% dan respon murid sebesar 91,23%, sedangkan pada uji coba luas respon guru sebesar 100% dan respon murid sebesar 90,33%, yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Keefektifan LKM ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Pada uji coba terbatas, rata-rata nilai pre-test sebesar 55,556 dan post-test sebesar 80,883 dengan selisih rata-rata sebesar 25,327. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,569 dengan kategori sedang, serta nilai t hitung yaitu 8,510 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,262. Pada uji coba luas, rata-rata nilai pre-test sebesar 40,741 dan post-test sebesar 72,222 dengan selisih rata-rata sebesar 31,481. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,531 dengan kategori sedang, serta nilai t hitung yaitu 9,723 lebih besar daripada t tabel yaitu 2,086. Berdasarkan hasil tersebut, Lembar Kerja Murid bermuatan numerasi pada materi pengukuran panjang kelas III SD dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMBELAJARAN NUMERASI PADA TOPIK LINGKARAN DENGAN MENGGUNAKAN FLIPBOOK INTERAKTIF: STUDI KASUS TENTANG PENGALAMAN BELAJAR SISWA Abstrak Numerasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, mendeskripsikan, menafsirkan, dan menyampaikan informasi yang melibatkan simbol, angka, dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Salah satu media yang memperkuat kemampuan numerasi siswa adalah flipbook interaktif, karena dapat membangun pengalaman belajar secara langsung melalui visualisasi konsep matematika secara sistematis dan interaktif. Namun, penelitian kualitatif yang secara khusus mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif masih belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus sebagai bagian dari Design-Based Research (DBR), yang dilaksanakan pada tahap uji coba desain flipbook di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Tarakan dengan enam partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa terbentuk melalui tiga aspek, yaitu keterlibatan siswa dalam pembelajaran, pengalaman siswa dalam menjalani proses numerasi, dan interaksi siswa dengan media flipbook interaktif, yang saling berkaitan dan turut dipengaruhi oleh dukungan guru serta lingkungan belajar. Flipbook interaktif membantu mengkonkretkan konsep lingkaran yang abstrak dan mendorong strategi penyelesaian numerasi, namun keberhasilannya tidak mutlak karena sebagian siswa tetap lebih fokus belajar dengan buku cetak, sehingga flipbook lebih tepat sebagai media pelengkap. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penerapan media pembelajaran digital seperti flipbook interaktif perlu dirancang secara fleksibel dan tidak menggantikan sepenuhnya sumber belajar konvensional, agar pengalaman belajar numerasi siswa dapat berkembang secara optimal sesuai kebutuhan dan gaya belajar masing-masing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan numerasi berorientasi kritis (KNBK) merupakan kemampuan peserta didik untuk menggunakan pengetahuan dan gagasan matematis secara tepat dan efisien dalam menyelesaikan persoalan, menafsirkan hasil atau informasi numerik sesuai dengan konteks, menilai serta memberikan dukungan, penolakan, atau sanggahan terhadap suatu pernyataan berdasarkan alasan dan bukti matematis, serta menarik kesimpulan dan mengambil keputusan secara logis berdasarkan hasil analisis matematis. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dipandang relevan untuk mendukung pengembangan KNBK karena mengaitkan pembelajaran matematika dengan konteks kehidupan nyata yang dekat dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan RME terhadap KNBK peserta didik SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control group pretest–posttest design. Data diperoleh melalui tes KNBK yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data meliputi analisis N-Gain secara deskriptif dan uji Mann–Whitney terhadap nilai gain secara inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 34,45%, sedangkan kelas kontrol sebesar 32,75%. Hasil uji Mann–Whitney terhadap nilai gain memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,823 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan peningkatan KNBK yang signifikan antara kedua kelas. Meskipun secara deskriptif rata-rata peningkatan KNBK pada kelas eksperimen sedikit lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, hasil tersebut belum menunjukkan bahwa pendekatan RME lebih efektif secara statistik dalam meningkatkan KNBK peserta didik. Secara teoritis, hipotesis penelitian belum terbukti. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh waktu penerapan pembelajaran yang relatif singkat, yaitu tiga kali pertemuan. Waktu tersebut mungkin belum cukup bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan pembelajaran RME yang menuntut peserta didik aktif dalam memahami masalah kontekstual, mencari strategi penyelesaian, serta menyampaikan dan merefleksikan hasil pemikirannya. Oleh karena itu, penerapan RME dalam waktu yang lebih panjang perlu dipertimbangkan agar pengembangan KNBK peserta didik dapat berlangsung secara lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan numerasi yang tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur matematika, tetapi juga kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di dunia nyata yang dihadapi. Orientasi kritis menjadi aspek penting dalam numerasi karena memungkinkan siswa untuk mengekstraksikan informasi, Menyusun strategi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi orientasi kritis siswa ketika berhadapan dengan soal dan tugas yang berkaitan dengan masalah numerasi selama pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas dua Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, tugas selama proses pembelajaran, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik dan memberikan hasil bahwa OKKN tampak melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan, menghubungkan konsep matematika dengan konteks permasalahan, mempertimbangkan dan mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Temuan penelitian dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu orientasi kritis dalam konteks numerasi, pengalaman belajar, persepsi dan proses berpikir dalam penyelesaian masalah, serta hambatan dan kesulitan yang dialami siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran RME menunjukkan kecenderungan lebih aktif dalam mengonstruksi pemahaman, mengaitkan matematika dengan situasi nyata, dan melakukan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah dibandingkan siswa pada pembelajaran konvensional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah metode pembelajaran menjadi lebih dinamis melalui pemanfaatan video interaktif dan simulasi virtual. Integrasi media pembelajaran berbasis teknologi informasi kini menjadi salah satu alternatif dalam memperkaya proses belajar serta mempermudah pemahaman materi, khususnya dalam mengembangkan numerasi siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan media flipbook untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa menengah atas pada topik lingkaran. Penelitian pengembangan ini terdiri dari tahap analis masalah, perancangan solusi, implementasi, dan refleksi. Implementasi dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan di kelas XI dengan banyak siswa 14 orang. Analisis data menunjukkan bahwa flipbook yang dirancang valid menurut ahli, praktis sesuai dengan respons pengguna, dan efektif berdasarkan hasil pretest-posttest numerasi di MAN tersebut. Sementara itu, hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih mudah memahami materi dan menerapkan konsep lingkaran dalam masalah kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flipbook ini potensial dalam meningkatkan kemampuan numerasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa serta minimnya pemanfaatan LKPD yang menarik dan interaktif dalam pembelajaran IPAS pada materi siklus makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan LKPD berbasis aplikasi Canva dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Sampel penelitian terdiri dari 26 siswa kelas III-A SDN 014 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, lembar validasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket respons guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas LKPD berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh persentase sebesar 95,55%, ahli bahasa sebesar 93,33%, dan ahli media sebesar 95,55%, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Aspek kepraktisan ditunjukkan melalui hasil observasi aktivitas guru sebesar 84% dan aktivitas siswa sebesar 70%, dengan kategori praktis. Selain itu, respons guru memperoleh persentase sebesar 98%, sedangkan respons siswa pada uji coba terbatas sebesar 88,6% dan pada uji coba lapangan sebesar 84,4%, yang menunjukkan tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap LKPD. Dari aspek keefektifan, nilai rata-rata N-gain sebesar 0,59 termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis aplikasi Canva dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam melatih kemampuan numerasi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengembangkan kemampuan numerasi siswa melalui tiga indikator utama, yaitu guru sebagai fasilitator, komunikator, dan motivator. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru matematika di SMP Negeri 1 Tarakan yang terdiri dari guru kelas VII, VIII, dan IX. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu membaca seluruh data, melakukan pengkodean (coding), menyusun deskripsi dan tema, serta menginterpretasikan makna dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator terlihat melalui pendekatan kepada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, memberi bimbingan, penyediaan sumber dan media pembelajaran serta pembelajaran kontekstual. Sebagai komunikator, penyampaian materi yang mudah dipahami, pemberian penjelasan ulang, penggunaan media pembelajaran, membangun interaksi dan penggunaan bahasa non formal. Sementara itu, sebagai motivator guru membangun kepercayaan diri siswa, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, penyesuaian metode pembelajaran, menanamkan mindset positif dan menumbuhkan semangat kolaborasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kesulitan merupakan kondisi di mana individu mengalami hambatan atau kesukaran dalam memahami, mengaplikasikan, atau menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman konsep atau eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif. Penyelesaian soal ANBK merupakan proses evaluasi kemampuan siswa dalam mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer, khususnya pada domain numerasi yang mencakup literasi matematika, di mana siswa harus menjawab soal-soal yang mengukur kompetensi minimum melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 032 Tarakan dalam menyelesaikan soal ANBK numerasi pada domain aljabar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) menggunakan standar deviasi. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal numerasi dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi: pemahaman konsep dasar matematika seperti operasi hitung; interpretasi maksud soal cerita panjang; penyusunan kalimat matematika; dan penyelesaian masalah aljabar. Berdasarkan kategorisasi, 2 siswa mengalami kesulitan tinggi, 5 sedang, dan 8 rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan kesulitan memproses soal cerita. Saran untuk guru adalah meningkatkan latihan konsep dasar dengan variasi soal; untuk siswa adalah berlatih lebih intensif pada soal cerita; dan untuk peneliti selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan yang penting sebagai dasar pembelajaran. Dengan adanya representasi akan mempermudah siswa untuk memahami konsep dan menyelesaikan soal-soal cerita, khususnya pada soal AKM numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal AKM numerasi pada materi bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, di mana subjek penelitiannya adalah 3 siswa yang diambil dari 1 kategori tinggi, 1 kategori sedang dan 1 kategori rendah siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Data dikumpulkan melalui lembar tes soal AKM numersi dan wawancara subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kecenderungan memunculkan indikator visual, verbal, dan simbolik. Namun, khusus pada siswa yang berkemampuan rendah hanya muncul pada soal nomor satu saja. Sehingga, dapat dikatakan bahwa semua subjek mampu memunculkan indikator pada soal nomor satu saja yaitu garis bilangan. Selain itu, pada soal nomor dua terdapat semua subjek yaitu siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah tidak ada sama sekali memunculkan indikator visual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Numerasi merujuk pada kemampuan individu dalam menggunakan pengetahuan matematikanya untuk menyelesaikan permasalahan dari berbagai konteks kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan numerasi siswa kelas V B pada elemen bilangan di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket wawancara. Peneliti mengambil 3 siswa sebagai representasi dari 1 kategori kemampuan tinggi, 1 kategori sedang, dan 1 kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas V B cenderung berhasil memenuhi indikator 1, 2, dan 4 yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari, mampu membaca informasi pada tabel, dan mampu mengubah pecahan yang ditampilkan dalam bentuk simbol matematika ataupun gambar. Namun, cenderung belum memenuhi pada indikator 3, yaitu dapat menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa sudah mampu membaca dan menganalisis informasi pada tabel, namun belum mampu menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan soal numerasi ditinjau dari aspek self-efficacy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga mahasiswa yang dikategorikan berdasarkan tingkat self-efficacy: rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, tes numerasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan tahapan Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self-efficacy rendah melakukan kesalahan pada tahap membaca. Mahasiswa dengan self-efficacy sedang dan tinggi menunjukkan kesalahan dalam memahami soal, yang mengakibatkan muncul kesalahan pada transformasion, Prosess skill dan Encoding. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengetahui kesalahan dalam menyelesaikan soal numerasi untuk meningkatkan kemampuan berhitung mahasiswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal numerasi di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini mengacu pada tiga indikator menurut Silver, yaitu kefasihan (fluency), keluwesan (flexibility), dan kebaruan (novelty). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas V. Instrumen yang digunakan berupa soal numerasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kefasihan tampak dominan ditunjukkan oleh siswa. Mereka mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta menyelesaikan soal numerasi dengan langkah yang jelas dan runtut. Keluwesan muncul pada beberapa siswa yang dapat menggunakan lebih dari satu strategi penyelesaian soal, seperti menyamakan penyebut atau mengubah pecahan ke bentuk desimal. Sementara itu, kebaruan hanya ditemukan pada satu siswa melalui pendekatan visual dengan teknik mengarsir. Secara keseluruhan, kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal numerasi tergolong pada tingkat kreatif (TKBK 3) karena sebagian besar siswa memenuhi dua dari tiga indikator berpikir kreatif. Hasil ini menunjukkan perlunya upaya pengembangan pembelajaran numerasi yang lebih bervariasi agar dapat mendorong munculnya aspek kebaruan dalam berpikir kreatif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kemampuan numerasi penting dimiliki siswa dalam merespon dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengetahui profil kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan numerasi siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada konten bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sei menggaris. Karena populasi kurang dari 30 (kecil), maka pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes tertulis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa tergolong rendah dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,50. Hal ini terjadi karena siswa memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam perhitungan sederhana, terutama yang melibatkan penerapan rumus langsung seperti perhitungan perbandingan. Namun, ketika siswa dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks, siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan strategi pemecahan masalah dan menyajikan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Sebagian besar siswa berada pada Level 2, 3, dan 4 yang mencerminkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu menyelesaikan soal yang melibatkan proses numerik dasar dan strategi sederhana, tetapi belum mampu melakukan penalaran kompleks atau menyelesaikan soal dengan informasi yang tidak dinyatakan secara langsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gaya belajar merupakan salah satu faktor pendukung kemampuan numerasi yang dapat memudahkan dalam proses pembelajaran dan berkomunikasi. Setiap anak mempunyai gaya belajar sendiri-sendiri dan tidak dapat dipaksakan untuk menggunakan gaya belajar yang seragam, sehingga kemampuan numerasi anakpun juga berbeda Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa berdasarkan gaya belajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengambilan data melalui angket, tes, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini ada tiga peserta didik, satu peserta didik dengan gaya belajar visual. Satu peserta didik dengan gaya belajar auditorial. Satu peserta didik dengan gaya belajar kinestetik. Analisis data melewati tahapan dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa siswa dengan gaya belajar visual cepat tanggap karena siswa dengan gaya belajar visual dapat mengerjakan seluruh soal tes dan memenuhi seluruh indikator kemampuan numerasi. Sedangkan untuk gaya belajar auditorial dan kinestetik cenderung memiliki respon yang sama ketika mendapat soal tes meminta bantuan terhadap guru dan hanya memenuhi dua indikator kemampuan numerasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan informasi dalam format yang berbeda baik itu grafik, tabel, maupun bagan, kemudian menggunakan interpretasi hasil analisis untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas II-B di SDN 008 Lingkas Ujung. Jenis penlitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data tes, dan wawancara. Instrumen soal tes kemampuan numerasi berjumlah 3 soal uraian. Subjek penelitian 6 siswa masing masing 2 siswa tiap kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori tinggi T1 dan T2 menunjukkan ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika yaitu melakukan perjumlahan dan pengurangan dengan tepat, mampu menyelesaikan soal dengan tepat dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan membandingkan dan mengurutkan data sesuai informasi yang diberikan, dan mampu menafsirkan hasil analisis analisis dengan tepat. Subjek kategori sedang menunjukkan beberapa indikator kemampuan numerasi yaitu indikator pertama mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika, selanjutnya pada indikator kedua S1 mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel, tetapi S2 hanya mampu menganalisis sebagian informasi yang ditampilkan pada tabel. Lalu pada indikator ketiga S1 dan S2 tidak mampu menafsirkan hasil analisis pada gambar. Subjek R1 dan R2 tidak mampu menunjukkan ketiga indikator numerasi, ini disebabkan karena subjek kurang memahami masalah yang terjadi pada soal dan pertanyaan yang diajukan, subjek kurang teliti dalam membaca soal, kurang mampu dalam menganalisis dan mengambil keputusan sehingga bingung dalam menentukan informasi penting yang dibutuhkan, kedua subjek juga masih mengalami kesulitan dalam membaca data dalam bentuk tabel dan gambar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Numerasi merupakan kemampuan dalam mengaplikasikan konsep matematika pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV A pada elemen bilangan di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes numerasi yang disusun berdasarkan 4 indikator numerasi, serta dikaitkan dengan capaian pembelajaran elemen bilangan yang relevan. Setelah itu, peneliti mengambil masing-masing dua subjek dengan tingkat kognitif; tinggi, sedang, dan rendah untuk diwawancarai secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Indikator pertama dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang, hanya saja salah satu subjek dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam menjelaskan ide pemecahan masalah matematis secara tertulis. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah tidak dapat memenuhi indikator tersebut. (2) Indikator kedua dapat dipenuhi oleh seluruh subjek, baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, maupun rendah. (3) Indikator ketiga dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi dan kemampuan sedang, sedangkan subjek dengan kemampuan rendah tidak dapat memenuhinya. (4) Indikator keempat hanya dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi, sedangkan subjek dengan kemampuan sedang dan rendah tidak dapat memenuhi indikator tersebut, baik dalam capaian membandingkan pecahan maupun menunjukkan pemahaman pada bilangan desimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, sedang maupun rendah mampu membaca informasi pada gambar. Kemampuan ini mengindikasikan capaian kompetensi siswa dalam mengurutkan bilangan sudah sesuai dengan capaian pembelajaran Fase B.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi dasar siswa Kelas II di MI Daud Kholifatulloh. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan numerasi dasar siswa kelas II di MI Daud Kholifatulloh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi yang dikonfirmasi melalui wawancara. sebanyak 13 orang siswa menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan soal tes kemampuan numerasi dasar siswa yang kemudian dikelompokan berdasarkan level. Ada 5 level kemampuan numerasi dasar yaitu Level pemula, Level 1, Level 2, Level 3, dan Level 4. Setiap soal numerasi masing-masing mewakili indikator dan level kemampuan numerasi. Peneliti menentukan 2 orang siswa yang dijadikan subjek penelitian yaitu subjek pada level 1 dan level 2. karena Siswa pada level tersebut mampu mengerjakan soal sesuai tingkat kesulitan level dengan baik. Hasil Penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan numerasi dasar kelas II di MI Daud Kholifatulloh pada level 2 yaitu siswa sudah dapat menentukan pengurangan bilangan cacah. namun siswa tidak dapat menyelesaikan soal numerasi dasar pada level 3 dengan indikator menentukan bilangan ganjil. oleh karena itu siswa ditetapkan masuk pada level 2. Pada penelitian ini peneliti menemukan temuan baru berdasarkan hasil tes siswa kelas II. Berdasarkan indikator yang ada di dalam penelitian, peneliti menemukan data bahwa siswa kelas II, lebih banyak memahami soal numerasi penjumlahan dibandingkan soal mengurutkan bilangan. Dalam hal ini tentu menjadi temuan baru yang dapat diteliti dan didalami lebih lanjut mengapa siswa kebanyakan bisa mengerjakan soal level 4 namun siwa tidak dapatmengerjakan soal pada level pemula, level 1 level 2, level 3 atau dibawah dari level 4.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas V B SDN 016 Tarakan. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen soal tes kemampuan numerasi berjumlah 3 soal dengan 3 indikator. Subjek penelitian 6 siswa dengan masing masing 2 kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori tinggi mengungkap ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika dari diagram gambar dengan melakukan perhitungan penjumlahan dengan tepat, mampu merancang strategi penyelesaian, dapat menyelesaikan soal dengan tepat dalam berbagai macam konteks terkait kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan menuliskan tiga informasi, dan mampu menafsirkan hasil analisis tersebut dengan tepat, tetapi tidak menuliskan kesimpulan. Subjek kategori sedang mengungkap ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika dari diagram gambar dengan melakukan perhitungan penjumlahan dengan tepat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis sebagian informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel, dan mampu menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil kesimpulan. Selain itu, ada subjek yang lambat dalam membaca. Subjek kategori rendah mengungkap satu indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan menuliskan tiga informasi yang didapatkan, subjek menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari yang berbeda, tetapi tidak dapat melakukan perhitungan dengan tepat yang disajikan dalam bentuk diagram gambar, dan tidak dapat memperoleh hasil menafsirkan analisis untuk memprediksi dan membuat kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI 032 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan numerasi adalah keterampilan memahami dan menerapkan bilangan serta keterampilan mengaplikasikan operasi hitung matematika yang harus dimiliki setiap individu sebagai penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV B di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu, kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi dan dikonfirmasi melalui wawancara. Pada penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 23 siswa mengerjakan tes kamampuan numerasi dan hasil pengerjaan dikelompokkan berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Peneliti mengambil subjek penelitian sebanyak 6 orang sebagai perwakilan setiap kategori kemampuan matematika untuk diwawancarai. Adapun hasil penelitian, (1) indikator menggunakan berbagai macam angka atau simbol terkait dengan matematika dasar ditemukan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang berhasil menyelasikan permasalahan pada soal. Pada subjek kemampuan sedang lainnya mampu memperoleh jawaban, namun jawaban tersebut kurang tepat. Subjek kemampuan rendah belum mampu dalam menyelesaikan permasalahan pada soal; (2) indikator menganalisis informasi yang ditampilkan berbagai bentuk (grafik, bagan, tabel, dll) ditemukan subjek kemampuan tinggi mampu menuliskan 3 informasi dengan tepat. Pada subjek kemampuan tinggi lainnya dan salah satu kemampuan sedang hanya mampu menuliskan 1 informasi dikarenakan kedua subjek kurang teliti dalam membaca grafik. Subjek kemampuan sedang lainnya dan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam membaca grafik; dan (3) indikator menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang sudah mampu menafsirkan hasil analisisnya untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Sedangkan subjek kemampuan sedang lainnya mampu menggunakan operasi hitung, namun belum mampu dalam membuat keputusan. Selain itu pada subjek kemampuan rendah hanya mampu mengambil keputusan tanpa disertakan alasan-alasan. Kata Kunci: Kemampuan Numerasi, Kemampuan Matematika, Kelas IV B SDN 032 Tarakan