ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMBELAJARAN NUMERASI PADA TOPIK LINGKARAN DENGAN MENGGUNAKAN FLIPBOOK INTERAKTIF: STUDI KASUS TENTANG PENGALAMAN BELAJAR SISWA Abstrak Numerasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, mendeskripsikan, menafsirkan, dan menyampaikan informasi yang melibatkan simbol, angka, dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Salah satu media yang memperkuat kemampuan numerasi siswa adalah flipbook interaktif, karena dapat membangun pengalaman belajar secara langsung melalui visualisasi konsep matematika secara sistematis dan interaktif. Namun, penelitian kualitatif yang secara khusus mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif masih belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus sebagai bagian dari Design-Based Research (DBR), yang dilaksanakan pada tahap uji coba desain flipbook di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Tarakan dengan enam partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa terbentuk melalui tiga aspek, yaitu keterlibatan siswa dalam pembelajaran, pengalaman siswa dalam menjalani proses numerasi, dan interaksi siswa dengan media flipbook interaktif, yang saling berkaitan dan turut dipengaruhi oleh dukungan guru serta lingkungan belajar. Flipbook interaktif membantu mengkonkretkan konsep lingkaran yang abstrak dan mendorong strategi penyelesaian numerasi, namun keberhasilannya tidak mutlak karena sebagian siswa tetap lebih fokus belajar dengan buku cetak, sehingga flipbook lebih tepat sebagai media pelengkap. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penerapan media pembelajaran digital seperti flipbook interaktif perlu dirancang secara fleksibel dan tidak menggantikan sepenuhnya sumber belajar konvensional, agar pengalaman belajar numerasi siswa dapat berkembang secara optimal sesuai kebutuhan dan gaya belajar masing-masing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah metode pembelajaran menjadi lebih dinamis melalui pemanfaatan video interaktif dan simulasi virtual. Integrasi media pembelajaran berbasis teknologi informasi kini menjadi salah satu alternatif dalam memperkaya proses belajar serta mempermudah pemahaman materi, khususnya dalam mengembangkan numerasi siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan media flipbook untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa menengah atas pada topik lingkaran. Penelitian pengembangan ini terdiri dari tahap analis masalah, perancangan solusi, implementasi, dan refleksi. Implementasi dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan di kelas XI dengan banyak siswa 14 orang. Analisis data menunjukkan bahwa flipbook yang dirancang valid menurut ahli, praktis sesuai dengan respons pengguna, dan efektif berdasarkan hasil pretest-posttest numerasi di MAN tersebut. Sementara itu, hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih mudah memahami materi dan menerapkan konsep lingkaran dalam masalah kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flipbook ini potensial dalam meningkatkan kemampuan numerasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan lingkaran berdasarkan tahapan analisis Newman (Newman Error Analysis). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa kelas XI SMK Kesehatan Kaltara Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi soal tes materi persamaan lingkaran dan pedoman wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, yaitu membandingkan hasil pekerjaan tes siswa dengan hasil wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa mencakup lima tahapan Newman, yaitu: (1) Kesalahan membaca (Reading Error), (2) Kesalahan memahami masalah (Comprehension Error), (3) Kesalahan transformasi (Transformation Error), (4) Kesalahan keterampilan proses (Process Skill Error), dan (5) Kesalahan penulisan jawaban akhir (Encoding Error) dari kelima kesalahan tersebut kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa terjadi pada tahap memahami masalah (Comprehension Error) dan juga pada tahap penulisan jawaban akhir (Encoding Error. Kesalahan tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa tehadap langkah-langkah penyelesaiaan soal pemecahan masalah, kurangnya ketelitian siswa dalam mengerjakan soal dan juga faktor kebiasaan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah. Penyebab terjadinya kesalahan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru untuk rajin melatih siswa mengerjakan soal pemecahan masalah dan tidak lupa menjelaskan ke siswa apa saja langkah-langkah dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa buku saku matematika berbasis etnomatematika yang layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahap utama: Analisis (Analysis), Perancangan (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku ini memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan penilaian ahli materi dengan persentase 86,6%, ahli media dan desain sebesar 85,5%, serta guru matematika sebesar 92%. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa buku saku ini berada pada kategori sangat praktis dan menarik, dengan persentase kepraktisan mencapai 91%. Dengan demikian, buku saku matematika berbasis etnomatematika ini dinyatakan layak dan praktis sebagai bahan ajar. Dengan demikian pengembangan buku saku matematika berbasis etnomatematika yang layak dan praktis untuk pembelajaran materi lingkaran di VIII telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan penelitian.