Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Subjek: pembelajaran matematika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS BERBASIS KONTEKSTUAL DI KELAS VI A SD NEGERI 011 KARANG BALIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) masalah kontekstual pada materi pecahan di kelas VI-A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen tes terdiri atas lima soal uraian HOTS masalah kontekstual yang mencakup indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berbasis kontekstual memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dengan baik, meskipun masih ditemukan tidak lengkapnya langkah pengerjaan pada sub-indikator memilih keputusan yang tepat. Siswa kategori sedang dapat menyelesaikan soal pada indikator menganalisis dan mencipta, tetapi masih mengalami kesulitan pada indikator mengevaluasi, khususnya dalam memilih strategi yang tepat. Sementara itu, siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, terutama dalam memahami informasi, menentukan strategi, melakukan penalaran, serta menghubungkan situasi kontekstual dengan konsep matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GAME DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis game di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat partisipan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi video pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan member checking. Persepsi siswa dianalisis berdasarkan tiga indikator Walgito, yaitu penyerapan, pemahaman, dan penilaian/evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap penyerapan, seluruh siswa menunjukkan respons emosional positif dan antusias yang tinggi. Pada tahap pemahaman, ditemukan variasi persepsi di mana sebagian siswa merasa terbantu dalam meningkatkan fokus, sementara sebagian lainnya mengalami distraksi kognitif akibat orientasi kompetisi dalam permainan. Pada tahap penilaian/evaluasi, seluruh siswa menilai pembelajaran berbasis game efektif dalam menghidupkan suasana kelas dan meningkatkan keaktifan, meskipun terdapat tantangan berupa potensi materi yang kurang terserap maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika berbasis game dipersepsikan secara positif sebagai metode yang efektif membangkitkan semangat dan keterlibatan sosial siswa, namun tetap memerlukan kombinasi dengan penjelasan langsung untuk mendukung pemahaman konsep secara mendalam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MARITIM INDONESIA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di SMK Maritim Indonesia Tarakan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian model pembelajaran di mana pembelajaran yang berlangsung masih bersifat konvensional dan terpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Transformasi Geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berdesain The Nonequivalent Pre-test dan Post-test Control Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling dengan total 40 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 siswa kelas XI-A sebagai kelas eksperimen (menerapkan STAD) dan 20 siswa kelas XI-B sebagai kelas kontrol (menerapkan metode konvensional). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir (post-test) kelas eksperimen mencapai 71,6, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yang sebesar 56,3. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMK Maritim Indonesia Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap Kemampuan Numerasi Murid SMA Kelas XII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, OUTLINE, DISCUSSION, EVALUATION (RODE) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MURID KELAS XI SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Corong Berhitung Perkalian dan Pembagian di Kelas IV A SDN 037 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CORONG BERHITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI KELAS IV A SDN 037 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran corong berhitung perkalian dan pembagian yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas IV A SDN 037 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan pendekatan Mixed Method yang mengacu pada model ADDIE yang terdiri atas tahap analisis (analyze), desain (design), pengembangan (develop), implementasi (implement), dan evaluasi (evaluate). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV A SDN 037 Tarakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, wawancara, angket validasi ahli media, ahli materi, ahli praktisi, serta tes hasil belajar yaitu pretest dan posttest. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 85,45%, ahli materi sebesar 80%, dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi menunjukkan bahwa media layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba terbatas mendapatkan respon positif serta tidak mengalami kendala atau pun kesulitan saat siswa menggunakan media. Hasil uji coba lapangan mendapatkan nilai N-Gain sebesar 0,55 dengan kategori sedang. Pada uji paired sample t-test mendapatkan t hitung sebesar 6,439 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,056 (6,439 > 2,056) dan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa siswa mengerjakan soal berdasarkan pemahaman yang dimiliki. Kata Kunci:Penelitian dan Pengembangan, Media Pembelajaran, Pembelajaran Matematika, Perkalian dan Pembagian Model ADDIE

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD negeri 043 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD Negeri 043 Tarakan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif Subjek penelitian yaitu GK1 dan GK2 Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru menggunakan berbagai media, termasuk audio, visual, audio-visual, dan multimedia, untuk mendukung proses belajar mengajar Media yang digunakan meliputi mikrofon, jam kardus, piring penggaris gambar, speaker, led, laptop, permainan matematika, pulpen, video pembelajaran, dan pensil warna, yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran Guru tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan media tersebut, sehingga variasi media yang relevan mempermudah proses belajar mengajar. This research is aimed at describing the mathematics learning media applied by phase A teachers at SD Negeri 043 Tarakan. The type of research applied is descriptive qualitative. The research subjects were GK1 and GK2 The data collection techniques applied were in the form of observation sheets, interview sheets, and documentation The data analysis techniques applied consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings from this research reveal that teachers use various media, including audio, visual, audio-visual, and multimedia, to support the teaching and learning process. The media used include microphones, cardboard clocks, plates, drawing rulers, speakers, LCDs, laptops, math games, pens, learning videos, and coloured pencils, which are adjusted to the learning objectives Teachers do not face difficulties in using this media, so that the variety of relevant media makes the teaching and learning process casier.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa materi bangun datar berbentuk soal cerita dikelas v sdn 013 tarakan

2026•

Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki pada setia orang terutama siswa, karena siswa akan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu dilatih dan dikembangkan kepada siswa agar mereka dapat memecahkan masalah dalam materi bangun datar berbentuk soal cerita di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan pemecahannya, menyelesaikan masalah sesuai rencana, serta memeriksa Kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Penelitian ini memperoleh data dari hasil lembar jawaban tes siswa. Data dari hasil tes siswa telah dilakukan penskoran dan telah dikelompokkan berdasarkan Tingkat kemampuan siswa, yaitu kategori tinggi, kategori sedang, kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil melainkan juga menekankan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran perlu ditingkatkan dengan berbagai macam model matematika sehingga kemampuan siswa dalam pemecahan masalah lebih meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK LUNDAYEH

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI ARANG ANAK TENGELAYAT SUKU DAYAK ABAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada Tari Arang Anak Tengelayat Suku Dayak Abai serta mengetahui persepsi siswa terhadap pengintegrasiannya dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, dan SMP Negeri 4 Malinau Barat pada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis video. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari pembina budaya Dayak Abai, pelatih Tari Tengelayat, dan empat siswa dari latar belakang suku berbeda. Analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan untuk dianalisis, membaca ulang dan memahami semua data, melakukan pengkodean, mengelompokkan kode menjadi tema atau kategori, menghubungkan tema, menginterpretasikan makna tema dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika yang ditemukan pada gerakan tari, formasi tari, pengukuran jarak antar-penari dan susunan penari. Pada gerakan, terdapat konsep rotasi pada gerakan putaran abai dan refleksi pada gerakan menyilangkan tangan dengan pasangan, konsep sudut lebih dari 90 derajat pada rentangan tangan, dan garis sejajar pada gerakan kedua tangan yang direntangkan ke depan. Pada formasi tari menunjukkan adanya konsep lingkaran, persegi panjang, jajargenjang, garis lurus, garis paralel, sudut dan transformasi geometri pada setiap perpindahan formasi. Pada pengaturan jarak antarpenari terdapat konsep pengukuran melalui penerapan jarak dua rentang lengan. Pada susunan penari, penari diurutkan berdasarkan tinggi yang menunjukkan konsep pola urutan. Unsur-unsur tersebut dapat dipetakan ke dalam materi Transformasi Geometri (kelas IX), Bangun Datar, Garis dan Sudut, serta Pengukuran (kelas VII). Seluruh siswa memberikan persepsi positif yang dikelompokkan menjadi tiga tema utama, yaitu pembelajaran yang lebih menyenangkan, kemudahan memahami konsep melalui contoh nyata, serta tumbuhnya motivasi belajar dan apresiasi terhadap budaya lokal. Persepsi positif ini tidak hanya berasal dari siswa suku Dayak Abai, tetapi juga dari siswa suku lain, yang membuktikan bahwa Tari Tengelayat berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang inklusif dan lintas budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENGATASI LEARNING LOSS SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 11 SMAN 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 015 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran matematika sering dianggap sulit dan kurang diminati oleh siswa sehingga diperlukan peran guru yang optimal untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Subjek penelitian adalah guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, guru menyediakan media, sumber belajar, serta strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, penghargaan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan, pendampingan, serta bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing mampu mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang efektif dan kondusif bagi siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PENGUATAN KARAKTER SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMPN 13 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penguatan karakter siswa ditingkat SMP telah diterapkan tetapi penerapannya masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penguatan karakter siswa dalam proses pembelajaran matematika di SMPN 13 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan 6 partisipan penelitian. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan cacatan di lapangan. Proses analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca dan memahami semua data, melakukan pengkodean semua data, membuat deskripsi dan tema, menghubungkan tema dan deskripsi, menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter selama pembelajaran matematika telah dilaksanakan. Implementasi berbagai dimensi karakter seperti disiplin, berpikir kritis, ketelitian, serta tanggug jawab. Sebagian besar siswa telah menanamkan perilaku positif sesuai indikator yang diamati. Perilaku positif yang muncul yaitu: bekerja keras, berani menyampaikan pendapat, dan mengerjakan tugas tepat waktu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE PESERTA DIDIK KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan ditinjau dari self confidence. Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan menghubungkan konsep matematika dengan konsep lain, bidang pengetahuan lain, dan kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi oleh self confidence peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi tiga peserta didik kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga-1 yang ditentukan melalui teknik purposive sampling yang mewakili tingkat self confidence tinggi, sedang, dan rendah dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner self confidence dan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan model Creswell dengan enam tahap. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, member checking, dan deskripsi kaya dan padat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self confidence peserta didik sebagian besar kategori sedang (68,75%). Peserta didik dengan self confidence tinggi mampu menunjukkan kemampuan koneksi matematis pada ketiga indikator dengan memberikan berbagai contoh dan sikap positif terhadap tantangan. Peserta didik dengan self confidence sedang menunjukkan kemampuan koneksi matematis yang cukup memadai pada sebagian besar indikator meskipun mengalami kesulitan pada materi tertentu. Sementara itu, peserta didik dengan self confidence rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menjukkan kemampuan koneksi matematis pada ketiga indikator. Terdapat keterkaitan antara self confidence dengan kemampuan koneksi matematis, yang juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar dan dukungan sosial. Temuan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan matematika dalam kehidupan sehari-hari, self confidence dan persepsi terhadap matematika, hubungan matematika dengan akuntansi, hubungan antar konsep matematika, dan strategi mengatasi kesulitan matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujua n untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group desain. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini adalah 54 siswa yaitu 27 siswa kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan 27 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal uraian dengan soal yang berbeda-beda. Analisis inferensial menggunakan uji independent sample t test (uji t). Berdasarkan hasil analisis data akhir posttest diperoleh nilai t hitung 2,806 dengan t tabel sebesar 2,007 kerena t hitung ˃ t tabel dengan nilai sigifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan . Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF BATIK KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur Matematika yang terdapat pada motif batik khas Kota Tarakan serta mendeskripsikan pandangan siswa terhadap penggunaan motif batik tersebut sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas satu orang pengrajin Batik Pakis Asia dan tiga orang siswa SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Kota Tarakan, antara lain motif Semandag, Tameng Sungkul, Seraung Dayak, Temparang Piyay, dan Kapah, mengandung berbagai unsur Matematika seperti belah ketupat, lingkaran, segi enam, simetri, dan sudut-sudut geometri. Unsur-unsur tersebut dapat dijadikan konteks konkret dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada materi geometri. Berdasarkan hasil wawancara, siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Matematika yang dikaitkan dengan motif batik. Siswa merasa lebih tertarik, termotivasi, dan mudah memahami konsep Matematika karena pembelajaran menjadi lebih kontekstual serta dekat dengan budaya lokal. Selain itu, siswa juga menyadari pentingnya pelestarian budaya melalui integrasi batik dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan motif batik Kota Tarakan sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika tidak hanya membantu siswa memahami konsep geometri secara konkret, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika yang bermakna dan berkarakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Faktor Self Confidence Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa MTs Negeri Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self confidence penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran matematika yang sering dianggap sulit dan menimbulkan kecemasan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self confidence siswa MTs Negeri Tarakan dalam pembelajaran matematika dan apa saja faktor self confidence siswa MTs Negeri Tarakan pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen terhadap empat siswa kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kategori 2 siswa dengan nilai matematika tinggi dan 2 siswa dengan nilai matematika rendah. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan interaktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian nilai tinggi memiliki tingkat self confidence yang kuat, terlihat dari keyakinan pada kemampuan diri, kemandirian, rasa positif terhadap diri, dan keberanian mengemukakan pendapat di kelas. Sebaliknya, siswa dengan nilai rendah menunjukkan self confidence yang masih berkembang, ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri dan ketergantungan pada bantuan orang lain. Faktor-faktor self confidence siswa meliputi pengalaman keberhasilan, motivasi intrinsik, dukungan sosial dari guru dan teman sebaya, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa self confidence berperan penting dalam pembelajaran matematika dan perlu menjadi perhatian guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong kepercayaan diri siswa agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX SISWA SMK PAGUNTAKA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman konsep matematika siswa yang rendah menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran, yang ditunjukkan oleh ketidaksesuaian antara jawaban dengan tingkat keyakinan siswa dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan Certainty of Response Index (CRI) siswa SMK Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional yang melibatkan seluruh siswa SMK Paguntaka Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 19 orang sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang mencakup indikator interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi, serta dilengkapi dengan skala CRI dengan rentang skor 0–5. Data yang diperoleh dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji prasyarat normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, serta pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Alpha Cronbach's sebesar 0,747. Hasil analisis menunjukkan bahwa 73,7% siswa termasuk dalam kategori kemampuan berpikir kritis sedang. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan CRI, ditunjukkan oleh nilai r_(s hitung)=0,649>r_(s tabel)=0,460. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R^2=0,539, yang mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir kritis berkontribusi sebesar 53,9% terhadap variasi nilai CRI. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan berpikir kritis siswa, maka semakin tinggi pula tingkat keyakinannya terhadap kebenaran jawaban dalam menyelesaikan soal matematika, sehingga penting bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran matematika melalui pendekatan yang mendorong siswa berpikir logis, mengevaluasi strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan yang tepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V-B PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 015 TARAKAN TIMUR

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket selanjutnya di dukung berdasarkan hasil wawancara. Sebanyak 27 siswa menjadi partisipan dalam penelitian dan mengisi angket motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika kemudian dikelompokan berdasarkan kategori. Ada 3 kategori motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika yaitu motivasi belajar rendah, sedang, dan tinggi. Peneliti menentukan sebanyak 3 orang siswa yang akan dijadikan subjek dalam penelitian yaitu 1 subjek kategori motivasi belajar matematika rendah, 1 subjek kategori motivasi belajar matematika sedang, dan 1 subjek kategori motivasi belajar tinggi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut presentase motivasi belajar siswa kelas V-B pada mata pelajaran matematika di SDN 015 Tarakan Timur memiliki kecenderung tergolong sedang. Di mana terdapat hanya dua siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, sebanyak dua puluh empat siswa yang memiliki motivasi belajar sedang, dan sebanyak satu siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. This study aims to describe the learning motivation of students in mathematics. The study employs a qualitative methodology. Data collection was primarily conducted through questionnaires, further supported by interview results. A total of 27 students participated in the study, completing a questionnaire on learning motivation in mathematics, after which they were categorised based on their motivation levels. Three categories of student learning motivation in mathematics were established: low, medium, and high. From these categories, three students were selected as research subjects: one representing low mathematics learning motivation, one representing medium mathematics learning motivation, and one representing high mathematics learning motivation. The findings indicate that the learning motivation of fifth-grade B students in mathematics at SDN 015 East Tarakan tends to fall predominantly within the medium category. Specifically, only two students exhibited low learning motivation, twenty-four students demonstrated medium learning motivation, and one student displayed high learning motivation.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail