Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NUR AISYAH

27 karya publik ditemukan.

2026: 132025: 82024: 42021: 1

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK TIRI SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi kasus putusan nomor : 47/Pid.Sus/2018/PN Pts)

· Thesis ·

Kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anggota keluarga seperti pasangan ataupun anak. Beberapa orang tua beranggapan bahwa dengan kekerasan seperti memukul dapat memberikan efek jera pada perilaku anak. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan yaitu terkait Ratio decidendi pada kasus putusan nomor: 47/Pid.Sus/2018/PN Pts sebagai perlindungan hukum terhadap anak tiri sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan pertanggungjawaban pelaku (orang tua) terhadap korban. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual, serta bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian penulis bahwa, pertama Ratio decidendi pada kasus putusan nomor: 47/Pid.Sus/2018/PN Pts menggunakan undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga kurang adanya perwujudan aspek perlindungan terhadap korban dalam memutus suatu perkara pidana anak hal tersebut tentunya tidak memberikan efek jera terhadap pelaku. Kedua, tindakan pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak tirinya telah melanggar ketentuan pasal 76 C undang-undang perlindungan anak dan seharusnya mendapatkan pemberatan sanksi sesuai pasal 80 ayat (4) atau hakim dapat memberikan pidana tambahan sesuai pasal 50 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Perlu adanya penyederhanaan terhadap peraturan-peraturan hukum mengenai perlindungan anak agar penerapannya bisa lebih efektif dan efisien dan menjamin terwujudnya perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan.

Pengembangan Media Flash Card dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas III Sdit Ar Royyan Tarakan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Flash Card pada materi Penerapan Sila-Sila Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta mengetahui respon siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media Flash Card dikembangkan dengan memuat gambar dan teks singkat mengenai contoh penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kelayakan media dinilai melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Hasil validasi ahli materi memperoleh sebesar 93% dengan kategori sangat layak, ahli bahasa sebesar 93% dengan kategori sangat layak, dan ahli media sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Selanjutnya, hasil uji coba terbatas memperoleh sebesar 95,83% dengan kategori sangat tertarik, sedangkan uji coba lapangan memperoleh sebesar 85,19% dengan kategori sangat tertarik. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran Flash Card yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan mendapat respon positif dari siswa sehingga dapat digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.

Pengembangan Media Flash Card dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Pada Siswa Kelas III Sdit Ar Royyan Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Flash Card pada materi Penerapan Sila-Sila Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta mengetahui respon siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media Flash Card dikembangkan dengan memuat gambar dan teks singkat mengenai contoh penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kelayakan media dinilai melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Hasil validasi ahli materi memperoleh sebesar 93% dengan kategori sangat layak, ahli bahasa sebesar 93% dengan kategori sangat layak, dan ahli media sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Selanjutnya, hasil uji coba terbatas memperoleh sebesar 95,83% dengan kategori sangat tertarik, sedangkan uji coba lapangan memperoleh sebesar 85,19% dengan kategori sangat tertarik. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran Flash Card yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan mendapat respon positif dari siswa sehingga dapat digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.

EKSPLORASI ONKOGEN PADA BREAST CANCER CELLS (BC) DAN POTENSI PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026 · Book ·

Breast cancer (BC) merupakan kanker dengan kasus paling tinggi kedua didunia setelah kanker paru-paru dan tertinggi pertama di negara Indonesia. Salah satu penyebab BC adalah adanya mutasi pada protoonkogen sehingga gen abnormal berubah menjadi gen onkogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gen onkogen pada sel BC, mengeksplorasi fungsi gen bersifat onkogen, dan mengkaji potensi penerapannya pada pembelajaran biologi di tingkat SMA. Jenis penelitian systematic review ini menggunkan metode penelitian PRISMA-P. Artikel yang digunakan berasal dari artikel internasional melalui basis data Scopus dengan melewati kriteria yang ditentukan peneliti dengan rentang waktu 2016-2026. Proses analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Shiny GO 0.85.1 melalui data ensambl Gene Cards untuk menganalisis proses biologi, komponen seluler, dan fungsi molekuler onkogen pada BC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 286 artikel, namun hanya 135 artikel yang berhubungan dengan gen yang bersifat onkogen pada BC. Onkogen tersebut sangat berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan BC melalui proses hematopoietic progenitor cells, mengatur migrasi, invasi dengan melibatkan nukleus dan aparatus golgi, melibatkan apoptosis dan hilangnya kontrol siklus sel agar metastasis dapat terjadi, serta terdistribusi di kromosom X dan hampir seluruh kromosom autosom kecuali kromosom 20. Hasil penelitian berpotensi untuk diterapkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi SMA kelas XII melalui modul ajar dengan metode pembelajaran Case Based Learning (CBL) pada sub bab materi pewarisan sifat tepatnya pada materi mutasi gen.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026 · Book ·

Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini.

EKSPLORASI ONKOGEN PADA BREAST CANCER CELLS (BC) DAN POTENSI PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Breast cancer (BC) merupakan kanker dengan kasus paling tinggi kedua didunia setelah kanker paru-paru dan tertinggi pertama di negara Indonesia. Salah satu penyebab BC adalah adanya mutasi pada protoonkogen sehingga gen abnormal berubah menjadi gen onkogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gen onkogen pada sel BC, mengeksplorasi fungsi gen bersifat onkogen, dan mengkaji potensi penerapannya pada pembelajaran biologi di tingkat SMA. Jenis penelitian systematic review ini menggunkan metode penelitian PRISMA-P. Artikel yang digunakan berasal dari artikel internasional melalui basis data Scopus dengan melewati kriteria yang ditentukan peneliti dengan rentang waktu 2016-2026. Proses analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Shiny GO 0.85.1 melalui data ensambl Gene Cards untuk menganalisis proses biologi, komponen seluler, dan fungsi molekuler onkogen pada BC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 286 artikel, namun hanya 135 artikel yang berhubungan dengan gen yang bersifat onkogen pada BC. Onkogen tersebut sangat berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan BC melalui proses hematopoietic progenitor cells, mengatur migrasi, invasi dengan melibatkan nukleus dan aparatus golgi, melibatkan apoptosis dan hilangnya kontrol siklus sel agar metastasis dapat terjadi, serta terdistribusi di kromosom X dan hampir seluruh kromosom autosom kecuali kromosom 20. Hasil penelitian berpotensi untuk diterapkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi SMA kelas XII melalui modul ajar dengan metode pembelajaran Case Based Learning (CBL) pada sub bab materi pewarisan sifat tepatnya pada materi mutasi gen.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP-ASI Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini

Karakteristik Membran Komposit Polivinil Alkohol dan Kitosan Dari Cangkang Kerang Kapah (Meretrix meretrix)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) di sepanjang pantai Tarakan merupakan sumber kitin yang melimpah dengan potensi signifikan untuk dikonversi menjadi kitosan, bahan alami, ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan limbah ini sebagai bahan baku kitosan diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik membran komposit yang terbuat dari kitosan dan polivinil alkohol (PVA) yang berasal dari cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) sebagai membran pertukaran proton prospektif. Kitosan disintesis dari cangkang kerang, diikuti oleh persiapan membran komposit kitosan-PVA. Membran dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), pengujian kekuatan tarik, analisis membrane swelling, water uptake, dan kapasitas penukar ion (KPI). Spektrum FTIR mengkonfirmasi keberhasilan sintesis kitosan. Membran komposit menunjukkan kekuatan tarik maksimum 8,90 MPa, membrane swelling 144,76%, water uptake 5,16%, dan kapasitas pertukaran ion (KPI) 0,875 meq/g. Membran dengan rasio kitosan : PVA (3:2) mendukung konduktivitas proton yang tinggi, sementara rasio kitosan : PVA (2:3) memberikan kekuatan mekanis yang baik, sehingga cocok untuk membran pertukaran proton MFC dari limbah laut.

Karakteristik Membran Komposit Polivinil Alkohol dan Kitosan Dari Cangkang Kerang Kapah (Meretrix meretrix)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) di sepanjang pantai Tarakan merupakan sumber kitin yang melimpah dengan potensi signifikan untuk dikonversi menjadi kitosan, bahan alami, ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan limbah ini sebagai bahan baku kitosan diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik membran komposit yang terbuat dari kitosan dan polivinil alkohol (PVA) yang berasal dari cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) sebagai membran pertukaran proton prospektif. Kitosan disintesis dari cangkang kerang, diikuti oleh persiapan membran komposit kitosan-PVA. Membran dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), pengujian kekuatan tarik, analisis membrane swelling, water uptake, dan kapasitas penukar ion (KPI). Spektrum FTIR mengkonfirmasi keberhasilan sintesis kitosan. Membran komposit menunjukkan kekuatan tarik maksimum 8,90 MPa, membrane swelling 144,76%, water uptake 5,16%, dan kapasitas pertukaran ion (KPI) 0,875 meq/g. Membran dengan rasio kitosan : PVA (3:2) mendukung konduktivitas proton yang tinggi, sementara rasio kitosan : PVA (2:3) memberikan kekuatan mekanis yang baik, sehingga cocok untuk membran pertukaran proton MFC dari limbah laut.

Eksplorasi Faktor Self Confidence Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa MTs Negeri Tarakan

2026 · Book ·

Self confidence penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran matematika yang sering dianggap sulit dan menimbulkan kecemasan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self confidence siswa MTs Negeri Tarakan dalam pembelajaran matematika dan apa saja faktor self confidence siswa MTs Negeri Tarakan pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen terhadap empat siswa kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kategori 2 siswa dengan nilai matematika tinggi dan 2 siswa dengan nilai matematika rendah. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan interaktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian nilai tinggi memiliki tingkat self confidence yang kuat, terlihat dari keyakinan pada kemampuan diri, kemandirian, rasa positif terhadap diri, dan keberanian mengemukakan pendapat di kelas. Sebaliknya, siswa dengan nilai rendah menunjukkan self confidence yang masih berkembang, ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri dan ketergantungan pada bantuan orang lain. Faktor-faktor self confidence siswa meliputi pengalaman keberhasilan, motivasi intrinsik, dukungan sosial dari guru dan teman sebaya, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa self confidence berperan penting dalam pembelajaran matematika dan perlu menjadi perhatian guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong kepercayaan diri siswa agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.

Eksplorasi Faktor Self Confidence Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa MTs Negeri Tarakan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self confidence penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran matematika yang sering dianggap sulit dan menimbulkan kecemasan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self confidence siswa MTs Negeri Tarakan dalam pembelajaran matematika dan apa saja faktor self confidence siswa MTs Negeri Tarakan pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dan analisis dokumen terhadap empat siswa kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kategori 2 siswa dengan nilai matematika tinggi dan 2 siswa dengan nilai matematika rendah. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan interaktif model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian nilai tinggi memiliki tingkat self confidence yang kuat, terlihat dari keyakinan pada kemampuan diri, kemandirian, rasa positif terhadap diri, dan keberanian mengemukakan pendapat di kelas. Sebaliknya, siswa dengan nilai rendah menunjukkan self confidence yang masih berkembang, ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri dan ketergantungan pada bantuan orang lain. Faktor-faktor self confidence siswa meliputi pengalaman keberhasilan, motivasi intrinsik, dukungan sosial dari guru dan teman sebaya, serta lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menegaskan bahwa self confidence berperan penting dalam pembelajaran matematika dan perlu menjadi perhatian guru dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong kepercayaan diri siswa agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.

KARAKTERISTIK KARAGENAN DARI RUMPUT LAUT DAN HASIL SAMPING GARAM KAPPAPHYCUS ALVAREZII DI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM HIDROKSIDA (KOH)

2025 · Book ·

Hasil samping garam merupakan hasil samping dari proses pengolahan rumput laut menjadi garam, yang diduga masih mengandung senyawa karagenan yang bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karagenan yang dihasilkan dari hasil samping garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Kota Tarakan menggunakan pelarut KOH. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar sulfat, kadar abu, dan viskositas, yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik karagenan dari rumput laut segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil samping garam masih mengandung karagenan dengan karakteristik yang baik . Rendemen karagenan dari garam adalah 26,94 ± 4,46%, sedangkan dari rumput laut segar sebesar 29,10 ± 10,24%. Kadar air karagenan dari hasil samping garam lebih rendah (5,66 ± 2,08%) dibandingkan rumput laut segar (7,33 ± 2,51%), sementara kadar sulfat dan kadar abu pada kedua sampel menunjukkan nilai yang relatif tinggi. Viskositas karagenan dari hasil samping garam adalah 5,9 ± 0,17 cP, sedangkan dari rumput laut segar adalah 8,7 ± 0,51 cP. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil samping garam Kappaphycus alvarezii masih berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku karagenan alternatif. Pemanfaatan limbah ini mendukung upaya pengolahan hasil perikanan yang efisien dan ramah lingkungan.

KARAKTERISTIK KARAGENAN DARI RUMPUT LAUT DAN HASIL SAMPING GARAM KAPPAPHYCUS ALVAREZII DI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN PELARUT KALIUM HIDROKSIDA (KOH)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil samping garam merupakan hasil samping dari proses pengolahan rumput laut menjadi garam, yang diduga masih mengandung senyawa karagenan yang bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karagenan yang dihasilkan dari hasil samping garam rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Kota Tarakan menggunakan pelarut KOH. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar sulfat, kadar abu, dan viskositas, yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik karagenan dari rumput laut segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil samping garam masih mengandung karagenan dengan karakteristik yang baik . Rendemen karagenan dari garam adalah 26,94 ± 4,46%, sedangkan dari rumput laut segar sebesar 29,10 ± 10,24%. Kadar air karagenan dari hasil samping garam lebih rendah (5,66 ± 2,08%) dibandingkan rumput laut segar (7,33 ± 2,51%), sementara kadar sulfat dan kadar abu pada kedua sampel menunjukkan nilai yang relatif tinggi. Viskositas karagenan dari hasil samping garam adalah 5,9 ± 0,17 cP, sedangkan dari rumput laut segar adalah 8,7 ± 0,51 cP. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil samping garam Kappaphycus alvarezii masih berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku karagenan alternatif. Pemanfaatan limbah ini mendukung upaya pengolahan hasil perikanan yang efisien dan ramah lingkungan.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK TIRI SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi kasus putusan nomor : 47/Pid.Sus/2018/PN Pts)

2025 · Book ·

Kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anggota keluarga seperti pasangan ataupun anak. Beberapa orang tua beranggapan bahwa dengan kekerasan seperti memukul dapat memberikan efek jera pada perilaku anak. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan yaitu terkait Ratio decidendi pada kasus putusan nomor: 47/Pid.Sus/2018/PN Pts sebagai perlindungan hukum terhadap anak tiri sebagai korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan pertanggungjawaban pelaku (orang tua) terhadap korban. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual, serta bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian penulis bahwa, pertama Ratio decidendi pada kasus putusan nomor: 47/Pid.Sus/2018/PN Pts menggunakan undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga kurang adanya perwujudan aspek perlindungan terhadap korban dalam memutus suatu perkara pidana anak hal tersebut tentunya tidak memberikan efek jera terhadap pelaku. Kedua, tindakan pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak tirinya telah melanggar ketentuan pasal 76 C undang-undang perlindungan anak dan seharusnya mendapatkan pemberatan sanksi sesuai pasal 80 ayat (4) atau hakim dapat memberikan pidana tambahan sesuai pasal 50 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Perlu adanya penyederhanaan terhadap peraturan-peraturan hukum mengenai perlindungan anak agar penerapannya bisa lebih efektif dan efisien dan menjamin terwujudnya perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan.