Abstrak
Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) di sepanjang pantai Tarakan merupakan sumber kitin yang melimpah dengan potensi signifikan untuk dikonversi menjadi kitosan, bahan alami, ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan limbah ini sebagai bahan baku kitosan diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik membran komposit yang terbuat dari kitosan dan polivinil alkohol (PVA) yang berasal dari cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) sebagai membran pertukaran proton prospektif. Kitosan disintesis dari cangkang kerang, diikuti oleh persiapan membran komposit kitosan-PVA. Membran dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), pengujian kekuatan tarik, analisis membrane swelling, water uptake, dan kapasitas penukar ion (KPI). Spektrum FTIR mengkonfirmasi keberhasilan sintesis kitosan. Membran komposit menunjukkan kekuatan tarik maksimum 8,90 MPa, membrane swelling 144,76%, water uptake 5,16%, dan kapasitas pertukaran ion (KPI) 0,875 meq/g. Membran dengan rasio kitosan : PVA (3:2) mendukung konduktivitas proton yang tinggi, sementara rasio kitosan : PVA (2:3) memberikan kekuatan mekanis yang baik, sehingga cocok untuk membran pertukaran proton MFC dari limbah laut.