Abstrak
Keberhasilan industri budidaya udang sebagian besar dipengaruhi oleh keberhasilan produksi post larvae (PL) berkualitas tinggi melalui fase pembenihan. Pembenihan dapat menghasilkan udang postlarva yang lebih besar dan sehat serta menyesuaikan kondisi PL dengan kondisi kolam pembesaran. Penelitian ini menggunakan hewan uji udang windu dengan perlakuan perendaman ekstrak daun karamunting (melastoma malabathricum) dan penambahan kitosan pada media pemeliharaan terhadap pertumbuhan udang windu (penaeus monodon) (PL 10). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol P1 (tanpa ekstrak), perlakuan P2 (ekstrak karamunting 50 ppm), perlakuan P3 (50 ppm ekstrak daun karamunting dan 100 ppm kitosan), dan perlakuan P4 (Kitosan 100 ppm). Pertumbuhan panjang tertinggi didapatkan pada perlakuan P3 yaitu 3,03 cm sedangkan pertumbuhan berat tertinggi didapatkan pada perlakuan P4 yaitu 0,168 g. kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan P4 yaitu 68%. Pemberian ekstrak daun karamunting yang dikombinasikan dengan kitosan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan benur udang windu.