ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gizi lebih pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Gizi lebih pada balita dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi energi, gula, dan lemak secara berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik. Pengetahuan ibu berperan penting dalam menentukan pemilihan jenis, jumlah, dan frekuensi makanan balita. Di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo masih ditemukan balita berisiko gizi lebih serta keterbatasan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu sebelum dan sesudah edukasi serta menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 51 ibu yang memiliki balita berusia 36–60 bulan berisiko gizi lebih di wilayah Puskesmas Karang Rejo, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi berupa video berdurasi 5 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui media video. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 26 responden (51,0%). Sesudah diberikan edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori cukup sebanyak 37 responden (72,5%). Nilai mean meningkat dari 60,49 menjadi 70,76. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,001 (p0,05) sehingga terdapat pengaruh. Kesimpulannya terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi balita berisiko gizi lebih di Puskesmas Karang Rejo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan status kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan ibu dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Setabu tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 35 orang (87,5%), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (52,5%), dan merupakan ibu rumah tangga sebanyak 21 orang (52,5%). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif sebanyak 23 orang (57,5%) dan mendapatkan dukungan suami yang baik sebanyak 22 orang (55%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,012 serta terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p=0,026. Perlunya peningkatan edukasi kesehatan serta keterlibatan suami dalam mendukung ibu selama proses menyusui untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media edukasi kesehatan yang berisi informasi penting mengenai kehamilan, termasuk tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemanfaatan Buku KIA diharapkan dapat membantu ibu hamil meningkatkan pengetahuan, memahami informasi kesehatan secara mandiri, serta dapat mendeteksi tanda bahaya kehamilan secara dini sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Pengetahuan yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam mencari pertolongan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 135 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pemanfaatan Buku KIA dan kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok ibu hamil yang tidak memanfaatkan Buku KIA, sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebesar 83,3%, sedangkan pada kelompok ibu hamil yang memanfaatkan Buku KIA, mayoritas memiliki pengetahuan baik sebesar 83,8%. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (P 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Karang Rejo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanda bahaya masa nifas merupakan gejala abnormal yang mengindikasikan adanya komplikasi selama periode pasca persalinan dan berpotensi meningkatkan kesakitan maupun kematian ibu apabila tidak dikenali secara dini. Pengetahuan mengenai tanda bahaya perlu dimiliki oleh setiap ibu nifas sebagai upaya pencegahan komplikasi. Salah satu media edukasi yang dapat dimanfaatkan adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), namun pemanfaatannya oleh ibu nifas masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Mamburungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 120 ibu nifas dengan sampel 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pemanfaatan buku KIA dan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Hasil uji statistik menggunakan Kendalss Tau c ditunjukan bahwa nilai p-value 0,004 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Ibu nifas yang memanfaatkan buku KIA dengan baik cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang kurang memanfaatkan buku KIA. Pemanfaatan buku KIA berhubungan dengan peningkatan pengetahuan ibu nifas dalam mengenali tanda bahaya masa nifas. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan pendampingan penggunaan buku KIA pada setiap kunjungan nifas guna mendukung deteksi dini komplikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Balita berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan yang krusial, membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Malnutrisi pada usia ini dapat terjadi karena keterbatasan pengetahuan ibu tentang makanan bergizi dan kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik. Kedua faktor tersebut berkontribusi signifikan terhadap risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keterkaitan antara tingkat pengetahuan ibu dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita di area kerja Puskesmas Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 85 responden dijadikan sampel melalui teknik total sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman rank untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel. Hasil dari 85 responden yang diteliti, sebagian besar ibu berada pada rentang usia 26 –35 tahun (80,0%), dengan mayoritas balita berusia 2 tahun (30,6%) dan berjenis kelamin perempuan (51,8%). Berdasarkan penilaian pengetahuan, 63 ibu (74,1%) tergolong memiliki pengetahuan baik. Sementara itu, sebagian besar keluarga (55 orang atau 64,7%) termasuk dalam kategori ekonomi cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu serta status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal. Toddlers are at a critical stage of growth and development and require adequate nutritional intake to meet their physiological needs. Malnutrition at this age may occur due to limited maternal knowledge regarding nutritious foods and unfavorable family economic conditions. Both factors contribute significantly to the risk of stunting. This study aimed to assess the relationship between maternal knowledge level and family socioeconomic status and the incidence of stunting among toddlers in the service area of Pantai Amal Primary Health Center. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 85 respondents were included using a total sampling technique, and data analysis was conducted using the Spearman rank correlation test to evaluate the relationships among variables. Of the 85 respondents, most mothers were aged 26–35 years (80.0%), while the majority of toddlers were 2 years old (30.6%) and female (51.8%). Based on the assessment of maternal knowledge, 63 mothers (74.1%) were categorized as having good knowledge. Meanwhile, most families (55 respondents or 64.7%) were classified as having a moderate socioeconomic status. The findings indicate a significant relationship between maternal knowledge level and family socioeconomic status and the incidence of stunting among toddlers in the service area of Pantai Amal Primary Health Center.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi campak lanjutan merupakan bagian penting dari program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah campak pada anak-anak. Pemberian imunisasi campak lanjutan diberikan pada usia 18–24 bulan untuk meningkatkan dan memperpanjang kekebalan tubuh setelah imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 69 ibu yang memiliki anak usia 18-24 bulan pada bulan maret hingga april di Puskesmas Karang Rejo. Sampel penelitian sebanyak 41 responden dengan metode Accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku kesehatan ibu dan anak atau kartu menuju sehat. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok ibu dengan pengetahuan baik, sebanyak 32 orang (88,9%) tergolong patuh dan 4 orang (11,1%) tidak patuh. Sementara itu, pada kelompok dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 4 orang (80%) patuh dan 1 orang (20%) tidak patuh. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan alternatif uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,003 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi campak lanjutan. Upaya peningkatan pengetahuan ibu dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan media informasi untuk meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya imunisasi campak lanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Perawatan bayi baru lahir merupakan perawatan yang harus diberikan kepada bayi segera setelah dilahirkan. Permasalahan pada bayi baru lahir yaitu rentan terjadinya infeksi. Ibu yang merawat bayi baru lahir di rumah memerlukan penanganan dan perawatan yang tepat. Pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir sangat diperlukan bagi ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode pretest dan postest yang menggunakan kuesioner, metode ceramah dan diskusi tanya jawab antara penyuluh dan responden. Terdapat pengaruh edukasi kesehatan perawatan bayi baru lahir terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting ditandai dengan meningkatnya pengetahuan ibu mengenai perawatan bayi baru lahir sehingga tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan BBL merupakan faktor penting yang mempengaruhi keterlibatan ibu untuk meningkatkan keberhasilan harapan hidup bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh melalui suntikan (misalnya vaksin BCG, DPT, dan Campak), dan melalui mulut (misalnya vaksin polio). Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar di Puskesmas Pantai Amal. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 56 ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan pada bulan juli di Puskesmas Pantai Amal. Sampel Penelitian sebanyak 36 responden dengan metode Accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar yang memperoleh kategori Baik sebanyak 11 responden (30,6%). Kategori Cukup sebanyak 16 Responden (44,4%). Kategori Kurang sebanyak 4 responden (25,0%).