Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Microbial Fuel Cell
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK DARI HASIL FERMENTASI LIMBAH ORGANIK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah organik pada awalnya tidak memiliki manfaat jika tidak diolah, limbah organik memiliki banyak manfaat selain untuk menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman dapat juga dimanfaatkan menjadi biogas yang energinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Pemanfaatan tersebut memiliki nilai ekonomis dan limbah organik dapat di jadikan sumber energi alternatif dengan menggunakan mikroorganisme melalui proses fermentasi. Pada limbah organik yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan sebagai microbial fuel cell yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik Microbial Fuel Cell. Sala satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan energi listrik adalah tomat dan wortel yang sudah mebusuk. Dihaluskan dan difermentasi sehingga menghasilkan microba atau bakteri, Bakteri mampu menjadi katalis dan beradaptasi dengan baik terhadap bahan organik berbeda yang terdapat pada limbah lingkungan sehingga menghasilkan electron. Dan pergerakan electron ini yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi listrik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Membran Komposit Polivinil Alkohol dan Kitosan Dari Cangkang Kerang Kapah (Meretrix meretrix)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) di sepanjang pantai Tarakan merupakan sumber kitin yang melimpah dengan potensi signifikan untuk dikonversi menjadi kitosan, bahan alami, ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan limbah ini sebagai bahan baku kitosan diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik membran komposit yang terbuat dari kitosan dan polivinil alkohol (PVA) yang berasal dari cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix) sebagai membran pertukaran proton prospektif. Kitosan disintesis dari cangkang kerang, diikuti oleh persiapan membran komposit kitosan-PVA. Membran dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), pengujian kekuatan tarik, analisis membrane swelling, water uptake, dan kapasitas penukar ion (KPI). Spektrum FTIR mengkonfirmasi keberhasilan sintesis kitosan. Membran komposit menunjukkan kekuatan tarik maksimum 8,90 MPa, membrane swelling 144,76%, water uptake 5,16%, dan kapasitas pertukaran ion (KPI) 0,875 meq/g. Membran dengan rasio kitosan : PVA (3:2) mendukung konduktivitas proton yang tinggi, sementara rasio kitosan : PVA (2:3) memberikan kekuatan mekanis yang baik, sehingga cocok untuk membran pertukaran proton MFC dari limbah laut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Potensi Sedimen Hutan Bakau Sebagai Energi Alternatif Petambak Udang Pulau Payau Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurangnya akses listrik yang memadai bagi penduduk di wilayah pulau payau Kalimantan utara, menyebabkan mereka mencari sumber energi alternatif khususnya untuk penerangan dimalam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi sedimen hutan bakau yang akan digunakan sebagai energi alternatif penduduk pulau payau menggunakan teknologi Sedimen Mikrobial Fuel Cell (SMFC). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran langsung dimana dalam proses pengukuran dayanya dilakukan secara langsung dilapangan dengan cara menanam kombinasi elektroda tembaga, seng dan alumunium selama 12 hari sebagai anoda dan katoda yang kemudian akan terhubung ke multimeter digital agar dapat diketahui potensi daya yang dihasilkan. Dari hasil penelitian didapati bahwa nilai tegangan tertinggi yang diperoleh ialah sebesar 809 mV dengan nilai daya tertinggi sebesar 242.7 mW. Rata-rata kerapatan daya keseluruhan yang diperoleh selama 12 hari ialah sebesar 305.4573 mW/m^2 dengan nilai rata-rata kerapatan daya tertinggi diperoleh pada hari pertama sebesar 826 mW/m^2. Besar kecilnya daya yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lama penggunaan elektroda, daya yang dihasilkan pada penelitian ini masih belum begitu besar oleh karena itu diperluhkan lagi penelitian lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi energi listrik dari lumpur bakau dengan teknologi Sediment Microbial Fuel Cell.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN POTENSI TANAMAN BAKAU SEBAGAI ENERGI LISTRIK ALTERNATIF MENGGUNAKAN METODE PLANT MICROBIAL FUEL CELL DI KOTA TARAKAN.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat tiap tahunnya. Hal tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan bakar yang tiap tahun jumlahnya semakin berkurang. Maka diperlukan sebuah terobosan baru guna mengatasi krisis energi di masa yang akan datang. Di Kota Tarakan, terdapat kawasan hutan mangrove yang banyak menyimpan mikroorganisme yang bila dimanfaatkan dengan baik dapat menghasilkan energi listrik. Plant-Microbial Fuel (P-MFC) merupakan teknologi pembangkitan listrik dengan memanfaatkan tanaman dan bakteri dalam tanah. Dalam penelitian ini, tanaman yang digunakan ialah tanaman bakau dimana pengambilan data dilakukan selama 12 hari. Anoda dan katoda yang digunakan yaitu karbon dan seng yang dihubungkan ke multimeter untuk mengukur nilai arus dan tegangan. Daya tertinggi yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 137.19 mW dan daya terendah diperoleh sebesar 9.44 mW. Hasil yang didapatkan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Diharapkan melalui penelitian ini, P-MFC dapat digunakan sebagai energi alternatif dalam hal pembangkitan listrik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail