Abstrak
Status gizi bayi merupakan indikator penting untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi yang baik mencerminkan terpenuhinya kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan tubuh, sedangkan ketidakseimbangan asupan dapat menyebabkan malnutrisi dan mengganggu tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Pengetahuan yang baik terkait waktu pemberian, jenis makanan, tekstur, frekuensi, dan jumlah MP-ASI sesuai usia bayi berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh 74 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan data status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang pemberian MP-ASI (81,1%) dan sebagian besar bayi memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan p-value=0,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Diperlukan peningkatan edukasi kepada ibu mengenai pemberian MP-ASI yang tepat untuk mendukung status gizi optimal dan mencegah masalah gizi sejak dini.