Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Geometri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan Spasial Siswa Kelas IX Berdasarkan Level Berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kemampuan dalam memvisualisasikan objek geometri dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa kelas IX berdasarkan level berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan hasil Van Hiele’s Geometry Test (VHGT) dan rekomendasi guru. Sebanyak 23 siswa mengikuti VHGT dan teridentifikasi 7 siswa pada level 0 (visualisasi), 3 siswa pada level 1 (analisis), dan 2 siswa pada level 2 (deduksi informal). Selanjutnya, dipilih enam subjek berdasarkan rekomendasi guru, dengan masing-masing dua subjek pada setiap level. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan spasial dan wawancara. Analisis data mengacu pada Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi proses dan strategi berpikir dalam menyelesaikan permasalahan spasial. Pada aspek persepsi spasial, sebagian besar subjek mampu menentukan permukaan cairan tetap horizontal melalui pengamatan, perbandingan gambar, dan pembayangan, meskipun satu subjek level 0 mengalami miskonsepsi. Pada aspek visualisasi spasial, seluruh subjek mampu membayangkan pelipatan objek secara bertahap. Seluruh subjek juga mampu melakukan rotasi mental berdasarkan arah dan besar sudut, menentukan hubungan sisi bersebelahan dan berhadapan, serta membayangkan objek dari sudut pandang berbeda. Ditemukan pula strategi tambahan berupa menggambar ulang dan merevisi, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta menggunakan bantuan gerakan tangan, perputaran kertas, dan gambar bantu. Secara keseluruhan, kemampuan spasial subjek pada level 0, 1, dan 2 Van Hiele tercermin melalui variasi pola dan strategi dalam membangun serta mengolah bayangan spasial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MARITIM INDONESIA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di SMK Maritim Indonesia Tarakan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian model pembelajaran di mana pembelajaran yang berlangsung masih bersifat konvensional dan terpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Transformasi Geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berdesain The Nonequivalent Pre-test dan Post-test Control Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling dengan total 40 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 siswa kelas XI-A sebagai kelas eksperimen (menerapkan STAD) dan 20 siswa kelas XI-B sebagai kelas kontrol (menerapkan metode konvensional). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir (post-test) kelas eksperimen mencapai 71,6, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yang sebesar 56,3. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMK Maritim Indonesia Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Kemampuan Spasial Murid Kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam Menyelesaikan Permasalahan Geometri

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan spasial merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran geometri karena berperan dalam membantu murid memahami, membayangkan, dan memanipulasi objek geometri secara mental. Namun, kemampuan spasial setiap murid berbeda sehingga perlu dieksplorasi untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses berpikir murid dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial murid kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam menyelesaikan permasalahan geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan spasial, wawancara, dan observasi. Hasil skor tes kemampuan spasial pada murid kelas VIII.2 dianalisis menggunakan kategorisasi berdasarkan kuartil untuk menentukan subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 murid (23,08%) berada pada kategori tinggi, 14 murid (53,85%) pada kategori sedang, dan 6 murid (23,08%) pada kategori rendah. Selanjutnya, tiga subjek yang mewakili masing-masing kategori dipilih untuk dilakukan wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif mengikuti tahapan analisis data menurut Creswell yang meliputi pengorganisasian data, pengodean, pengembangan tema, penyajian, dan interpretasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid dengan kategori tinggi dan sedang menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membangun dan memanipulasi representasi mental dibandingkan murid dengan kategori kemampuan spasial rendah. Kemampuan spasial murid juga tidak hanya ditentukan oleh ketepatan jawaban akhir, tetapi juga dipengaruhi oleh proses berpikir, pengonsepan, serta strategi yang digunakan dalam membangun dan memanipulasi representasi mental selama menyelesaikan permasalahan geometri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan kesempatan untuk melatih visualisasi, representasi visual, pengonsepan geometri, serta penggunaan media konkret guna membantu membangun representasi mental objek geometri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN SPASIAL SISWA SMPN 10 TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI PADA BANGUN RUANG SISI DATAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK LUNDAYEH

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI ARANG ANAK TENGELAYAT SUKU DAYAK ABAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada Tari Arang Anak Tengelayat Suku Dayak Abai serta mengetahui persepsi siswa terhadap pengintegrasiannya dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, dan SMP Negeri 4 Malinau Barat pada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis video. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari pembina budaya Dayak Abai, pelatih Tari Tengelayat, dan empat siswa dari latar belakang suku berbeda. Analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan untuk dianalisis, membaca ulang dan memahami semua data, melakukan pengkodean, mengelompokkan kode menjadi tema atau kategori, menghubungkan tema, menginterpretasikan makna tema dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika yang ditemukan pada gerakan tari, formasi tari, pengukuran jarak antar-penari dan susunan penari. Pada gerakan, terdapat konsep rotasi pada gerakan putaran abai dan refleksi pada gerakan menyilangkan tangan dengan pasangan, konsep sudut lebih dari 90 derajat pada rentangan tangan, dan garis sejajar pada gerakan kedua tangan yang direntangkan ke depan. Pada formasi tari menunjukkan adanya konsep lingkaran, persegi panjang, jajargenjang, garis lurus, garis paralel, sudut dan transformasi geometri pada setiap perpindahan formasi. Pada pengaturan jarak antarpenari terdapat konsep pengukuran melalui penerapan jarak dua rentang lengan. Pada susunan penari, penari diurutkan berdasarkan tinggi yang menunjukkan konsep pola urutan. Unsur-unsur tersebut dapat dipetakan ke dalam materi Transformasi Geometri (kelas IX), Bangun Datar, Garis dan Sudut, serta Pengukuran (kelas VII). Seluruh siswa memberikan persepsi positif yang dikelompokkan menjadi tiga tema utama, yaitu pembelajaran yang lebih menyenangkan, kemudahan memahami konsep melalui contoh nyata, serta tumbuhnya motivasi belajar dan apresiasi terhadap budaya lokal. Persepsi positif ini tidak hanya berasal dari siswa suku Dayak Abai, tetapi juga dari siswa suku lain, yang membuktikan bahwa Tari Tengelayat berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang inklusif dan lintas budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF BATIK KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur Matematika yang terdapat pada motif batik khas Kota Tarakan serta mendeskripsikan pandangan siswa terhadap penggunaan motif batik tersebut sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas satu orang pengrajin Batik Pakis Asia dan tiga orang siswa SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Kota Tarakan, antara lain motif Semandag, Tameng Sungkul, Seraung Dayak, Temparang Piyay, dan Kapah, mengandung berbagai unsur Matematika seperti belah ketupat, lingkaran, segi enam, simetri, dan sudut-sudut geometri. Unsur-unsur tersebut dapat dijadikan konteks konkret dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada materi geometri. Berdasarkan hasil wawancara, siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Matematika yang dikaitkan dengan motif batik. Siswa merasa lebih tertarik, termotivasi, dan mudah memahami konsep Matematika karena pembelajaran menjadi lebih kontekstual serta dekat dengan budaya lokal. Selain itu, siswa juga menyadari pentingnya pelestarian budaya melalui integrasi batik dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan motif batik Kota Tarakan sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika tidak hanya membantu siswa memahami konsep geometri secara konkret, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika yang bermakna dan berkarakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman. Tahapan Newman terdiri atas lima langkah, yaitu membaca (Reading), memahami (comperehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa di kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S1 dan S2 mampu menyelesaikan tahap membaca masalah, memahami masalah dan mentransformasi masalah dengan benar namum masih mengalami kesalahan pada tahap keterampilan proses hingga berdampak pada jawaban akhir yang ditulisnya. Sedangkan S3 dan S4 belum mampu menyelesaikan soal dengan benar karena mengalami kesalahan sejak tahap memahami soal sehingga berdampak pada tahapan selanjutnya seperti transformasi, keterampilan proses hingga penulisan jawaban akhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam membaca dan memahami masalah, hal ini memberikan dampak kesalahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN LKPD GEOMETRI BANGUN RUANG BERDASARKAN TEORI VAN HIELE PADA SISWA KELAS IV SDN 015 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LKPD merupakan bahan ajar cetak berisi serangkaian tugas untuk mendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Geometri Bangun Ruang Berdasarkan Teori Van Hiele Pada Siswa Kelas IV SDN 015 Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan LKPD dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE yang meliputi tahap Analisis (Analysis), Desain (Design). Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 015 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki validitas yang tinggi dengan skor persentase 84% dan dinyatakan layak digunakan. Hal ini dikatakan sangat layak karena kesesuaian materi berdasarkan CP dan tujuan pembelajaran sesuai dengan materi. Dan kedalaman materi disajikan sesuai tingkatan SD, kesesuaian penggunaan materi terhadap penggunaan LKPD. Berdasarkan pembelajaran Van Hiele tersebut sesuai dengan tahap berpikir siswa. Selain itu, kemenarikan LKPD dengan persentase sebesar 91% yang berarti LKPD tergolong sangat menarik bagi siswa. Hal ini dikatakan sangat menarik karena tampilan LKPD yang menarik, materi LKPD memuat aktivitas yang memberikan pemahaman kepada siswa hal ini sesuai dengan tahapan pembelajaran Van Hiele. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan berdasarkan teori Van Hiele dinilai layak dan menarik untuk digunakan dalam pembelajaran geometri bangun ruang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kesalahan Mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Geometri

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan menyelesaikan soal cerita merupakan cerminan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, khususnya pada materi geometri. Namun, masih ditemukan kesulitan dalam penyelesaiannya secara sistematis. Jenis kesalahan tersebut dapat dianalisis melalui tahapan prosedur Newman, yaitu: membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi geometri dengan menggunakan prosedur Newman yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 34 mahasiswa PGSD lokal A2 angkatan 2023 menjadi pertisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait materi geomteri yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Setelah itu, peneliti memilih enam mahasiswa secara acak untuk mewakili setiap kategori kemampuan untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek dengan kemampuan tinggi umumnya mampu menyelesaikan soal dengan baik di semua tahap tanpa melakukan kesalahan. Subjek memahami soal dengan baik, menerapkan strategi yang sesuai, serta menuliskan jawaban akhir dengan benar; (2) pada subjek dengan kemampuan sedang ditemukan kesalahan dalam tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hal ini disebabkan oleh pemilihan rumus yang kurang tepat, kesalahan dalam penerapan konsep, serta kelalaian dalam menuliskan satuan dan menyusun jawaban secara sistematis; (3) subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu memahami soal pada tahap awal, dan mengalami kesulitan besar mulai dari transformasi hingga penulisan akhir. Kesalahan tersebut meliputi pemilihan rumus yang tidak sesuai, kesalahan dalam perhitungan, dan ketidakmampuan menyusun jawaban akhir dengan benar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN GEOMETRI BERDASARKAN TEORI VAN HIELE PADA SISWA KELAS V B SDN 032 TARAKAN

2024•

Kemampuan siswa dalam pembelajaran geometri sangat penting untuk dikembangkan, karena kemampuan geometri siswa dapat menyelesaikan suatu permasalahan baik dalam pembelajaran matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan geometri sangat penting dalam meningkatkan gaya berpikir siswa. Teori Van Hiele menyatakan siswa akan melalui 5 tahapan berpikir jika siswa mempu memiliki kemampuan berpikir geometri. Adapun perkembangan berpikir geometri siswa dalam pembelajaran matematika yaitu pada tahap Visualisasi, Tahap Analisis, tahap Abstraksi, tahap Dedukasi, dan Tahap Rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan geometri siswa pada kelas V SDN 032 Tarakan berdasarkan teori Van Hiele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data yang dikumpulkan yaitu melalui soal tes Van Hiele Geometri Tes (VHGT), dari 23 siswa, wawancara dan dokumentasi. Dapat diketahui bahwa terdapat 3 siswa yang masuk pada tahap visualisasi dari 23 siswa, dan terdapat 4 siswa yang dikatagorikan notif (tidak dapat ditentukan level berpikirnya berdasarkan teori van hiele). Sedangkan 16 siswa dikatagorikan belum masuk dalam tahapan berpikir berdasarkan teori van hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1, A2, dan A3 yang masuk dalam tahapan berpikir van hiele pada tahap visualisasi, memiliki kemampuan geometri dalam memahami suatu bangun datar berdasarkan bentuk yang terlihat secara visual, dimana ketiga subjek dapat membedakan mana segitiga, persegi, persegi panjang, dan mana yang merupakan jajargenjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LEVEL BERPIKIR GEOMETRI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V BEDASARKAN TEORI VAN HIELE

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam proses pembelajaran matematika terutama materi geometri guru sudah menggunakan model serta metode pembelajaran dengan berbagai model tetapi siswa mengalami kesulitan untuk bisa memahami geometri karena terlalu abstrak. Selain itu, siswa tidak mampu mengikuti apa yang di ajarkan oleh guru, karena adanya perbedaan proses berpikir antara siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V bedasarkan teori Van Hiele. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan calon subjek 23 kemudian 1 subjek terpilih untuk dijadikan subjek dalam penelitian. Pemilihan subjek tersebut bedasarkan karakteristik level berpikir geometri Van Hiele. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes soal VHGT berupa 25 soal pilihan ganda dan pedoman wawancara. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu 23 siswa yang diteliti ditemukan bahwa terdapat satu siswa yang berada pada level berpikir geometri Van Hiele level 0 (pengenalan), 21 siswa berada pada level pre-0, dan satu siswa lagi tidak dapat ditentukan level berpikirnya atau berada di kategori nofit. Sehingga dapat dikatakan bahwa level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V masih rendah dan belum mencapai level yang diharapkan untuk siswa SD kelas V yaitu Level 1 (analisis).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

etnomatematika pada pakaian adat suku dayak kenyah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan sumber data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi berkaitan dengan pakaian adat suku dayak kenyah khususnya di Ta’a dan Sapei Sapaq. Penelitian pendekatan studi kasus adalah dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap kejadian, aktivitas, proses, terhadap satu orang atau lebih. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur matematika yang terdapat pada pakaian adat suku Dayak Kenyah. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan unsur matematika di pakaian adat suku dayak kenyah pada jenis bangun ruang datar seperti materi segitiga, persegi panjang, dan lingkaran. Selain itu, ditemukan konsep matematika pada materi geometri transformasi seperti materi translasi, rotasi, dan refleksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI TINGKAT BERPIKIR GEOMETRI VAN HIELE DITINJAU DARI JENIS KELAMIN SISWA KELAS VIII SMP ISLAM TERPADU ULUL ALBAB TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kemampuan tingkat berpikir geometri van Hiele adalah salah satu teori belajar yang mengkhususkan dalam pengajaran Geometri dan merupakan teori yang dapat mengukur kemampuan Geometri siswa. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas tingkatan ini apabila ditinjau dari jenis kelamin. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat berpikir geometri van Hiele ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena bertujuan untuk mendalami suatu fenomena dalam konteks yang nyata. Pemilihan partisipan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 8 orang masing-masing ada dua kategori di antaranya partisipan perempuan dan laki-laki berkemampuan geometri tinggi dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan menganalisis dokumen tugas siswa, mengkoding, menarik kesimpulan sementara, menguji kesimpulan sementara melalui member checking dan merekrut partisipan baru melakukan hal yang sama untuk mencapai saturasi data. Penelitian ini menghasilkan temuan yang dapat dikategorisasikan menjadi dua: tingkat berpikir geometri van Hiele perempuan dan tingkat berpikir geometri van Hiele laki-laki yang terdiri dari tiga tema utama, 1) Mengklasifikasi, mengenali karakteristik, menjelaskan bentuk-bentuk geometri melalui sifat-sifatnya, 2) Memahami deduksi informal 3) Mengalami faktor penghambat dalam berpikir geometri van Hiele yaitu rendahnya pemahaman konsep bangun ruang sisi datar, rendahnya pemahaman visualisasi, rendahnya pemahaman analisis geometri, dan keyakinan diri yang renda. Perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin adalah siswa perempuan lebih baik di tingkat 1 (analisis) dan 2 (deduksi informal), sedangkan siswa laki-laki di tingkat 0 (visual) geometri van Hiele.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Proses Berpikir Geometris Siswa Kelas 8 SMP Negeri 3 Tarakan Berdasarkan Teori Van Hiele

2023•

Berpikir geometris penting dimiliki oleh setiap siswa dalam menyelesaikan masalah geometri. Sebagian besar siswa terutama siswa kelas 8 mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah geometri. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki kemampuan berpikir geometris yang rendah. Berpikir geometris siswa berkaitan dengan level berpikir van Hiele. Ekplorasi terhadap berpikir geometris penting dilakukan. Tujuannya untuk mendeskripsikan secara mendalam proses berpikir geometris siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya berpikir geometris. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengambil pendekatan studi kasus pada siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Tarakan. Peneliti mengumpulkan data dengan cara tes, observasi, analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis kualitatif Creswell dan Creswell (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir geometri siswa terdiri dari membaca, menganalisis, memvisualisasi dan mengkontruksi, mengeksplorasi, merencanakan dan mengimplementasikan, serta memverifikasi. Proses berpikir geometris ini berkaitan erat dengan level berpikir gemetris van Hiele. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya berpikir geometris siswa, di antaranya: pemahaman konsep dasar geometris yang rendah, kemampuan pemecahan masalah yang rendah, mengalami miskonsepsi, kemampuan representasi visual siswa yang rendah, efikasi diri siswa yang rendah, kemampuan numerik dasar siswa yang rendah dan minat bermatematika siswa yang rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2023•

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di jurusan PGSD FKIP Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini berfokus pada menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dengan partisipan yaitu mahasiswa lokal A3 PGSD angkatan 2021 yang telah menempuh mata kuliah geometri. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, eksplanasi dan regulasi diri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berpikir kritis dan wawancara. Menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data hasil tes dikelompokkan berdasarkan 3 kategori yaitu baik, sedang dan rendah. Kemudian dipilih 6 perwakilan subjek berdasarkan kategori baik, sedang dan rendah untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori berpikir kritis baik mampu memenuhi 6 indikator kemampuan berpikir kritis dengan benar. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis sedang hanya mampu memenuhi 4 indikator berpikir kritis karena kurang memahami masalah dan konsep soal. Subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis dengan benar. This type of study carried out at PGSD Department FKIP Universitas Borneo Tarakan was a qualitative descriptive. The purpose of this study was to examine how PGSD Universitas Borneo Tarakan students employed critical thinking to solve geometric problems. The participants in this study were local A3 PGSD students from the class of 2021 who had completed geometry courses, and the data source was a primary data source. The markers of critical thinking were self-regulation, conclusion, conclusion, analysis, and evaluation. Critical thinking exams and interviews were two of the data collection methods employed. Utilizing methods for qualitative data analysis, including data reduction, data visualization, and conclusion-making. Data on test results were divided into three categories: good, medium, and low. Following that, six representative participants were chosen for interviews based on the good, medium, and low categories. The findings demonstrated that those who fell into the group of "excellent critical thinking" were able to accurately respond to each of the six markers of critical thinking skill. Because they did not comprehend the topic and its concept, subjects with moderate critical thinking skill could only satisfy 4 signs of critical thinking. Low critical thinking skill prevented students from accurately demonstrating all critical thinking signs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK BERPIKIR REFLEKTIF MAHASISWA DALAM MENEYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2023•

Menyelesaikan persoalan matematika memerlukan proses berpikir, baik dalam menganalisis soal hingga menemukan konsep dari penyelesaian masalah tersebut. Salah satu meteri yang tergolong sulit yaitu materi geometri, hal ini karena penyelesaian masalah geometri tidak hanya membutuhkan hafalan rumus melainkan membutuhkan pemahaman konsep. Kemampuan berpikir reflektif dibutuhkan dalam matematika sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya untuk mengatasi berbagai kebingungan dalam menyelesaikan masalah matematika. Materi Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan karakteristik berpikir reflektif mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data terdiri atas lembar tes, transkip thinkaloud, dan wawancara mendalam. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memenuhi indikator aspek berpikir reflektif pada aspek techniques, monitoring, insight, dan conceptualization pada saat menyelesaikan masalah geometri. Terdapat empat karakteristik berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri (1) mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, dan menemukan solusi. (2) mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, lalu mengalami kondisi kebingungan lagi, kemudian ditindaklanjuti, kemudian mengalami kebingungan lagi, lalu ditindaklanjuti kembali, dan menemukan solusi. (3) subjek mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, lalu menyadari kesalahan, lalu ditindaklanjuti kembali, kemudian menemukan solusi. (4) subjek mengalami kebingungan, lalu ditindaklanjuti, kemudian menyadari kesalahan, lalu ditindaklanjuti kembali, lalu menyadari kesalahan lagi, kemudian ditindaklanjuti kembali yang akhirnya menemukan solusi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LOOKING BACK MAHASISWA PGSD UBT DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2023•

Looking back meskipun di urutan keempat dari langkah penyelesaian masalah Polya, namun saat diterapkan langkah tersebut menjadi langkah penentu bagi kebenaran penyelesaian masalah yang dilakukan. Karena pentingnya looking back tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan looking back mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Selain peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian, digunakan juga instrumen pendukung yaitu lembar masalah dan wawancara. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur untuk mengonfirmasi lembar tes yang dikerjakan oleh subjek penelitian berdasarkan tahapan Polya dan secara khusus didalami lebih lanjut pada tahapan looking back berdasarkan tiga komponen yang dimiliki. Subjek penelitian merupakan mahasiswa yang memunculkan looking back dan memiliki alternatif solusi dan ditemukan sebanyak 3 mahasiswa. Temuan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah kecenderungan menggunakan gambar sebagai alternatif solusi pada tahapan looking back.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail