ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berawal dari pemanfaatan multimedia interaktif dan teori Van Hiele sebagai landasan dalam pengembangan media pembelajaran geometri di sekolah dasar. Multimedia interaktif dalam konteks ini merupakan media digital yang memadukan teks, gambar, animasi, audio, dan interaktivitas sehingga memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses belajar. Teori Van Hiele menjelaskan tahapan berpikir geometri siswa, mulai dari visualisasi hingga deduksi formal, sehingga menjadi acuan dalam penyusunan materi dan aktivitas agar sesuai dengan tahap kognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis teori Van Hiele pada materi bangun datar untuk siswa kelas IV SDN 016 Tarakan serta menilai kelayakan dan kemenarikannya sebagai media pembelajaran. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih dominan menggunakan metode ceramah dengan pemanfaatan media yang terbatas, sehingga siswa mengalami kejenuhan, kurang fokus, dan kesulitan memahami konsep geometri. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk multimedia interaktif dirancang dengan PowerPoint dan Canva, memuat materi segiempat dan segitiga sesuai capaian pembelajaran, serta dilengkapi animasi, ilustrasi, dan soal interaktif. Instrumen penelitian berupa validasi ahli materi, ahli media, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil validasi menunjukkan skor kelayakan 85,7% dengan kategori sangat layak, sedangkan uji coba terbatas dan lapangan memperoleh tingkat kemenarikan 90,85% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis teori Van Hiele ini layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika karena mampu meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman siswa pada materi bangun datar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kemampuan siswa dalam pembelajaran geometri sangat penting untuk dikembangkan, karena kemampuan geometri siswa dapat menyelesaikan suatu permasalahan baik dalam pembelajaran matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan geometri sangat penting dalam meningkatkan gaya berpikir siswa. Teori Van Hiele menyatakan siswa akan melalui 5 tahapan berpikir jika siswa mempu memiliki kemampuan berpikir geometri. Adapun perkembangan berpikir geometri siswa dalam pembelajaran matematika yaitu pada tahap Visualisasi, Tahap Analisis, tahap Abstraksi, tahap Dedukasi, dan Tahap Rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan geometri siswa pada kelas V SDN 032 Tarakan berdasarkan teori Van Hiele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data yang dikumpulkan yaitu melalui soal tes Van Hiele Geometri Tes (VHGT), dari 23 siswa, wawancara dan dokumentasi. Dapat diketahui bahwa terdapat 3 siswa yang masuk pada tahap visualisasi dari 23 siswa, dan terdapat 4 siswa yang dikatagorikan notif (tidak dapat ditentukan level berpikirnya berdasarkan teori van hiele). Sedangkan 16 siswa dikatagorikan belum masuk dalam tahapan berpikir berdasarkan teori van hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1, A2, dan A3 yang masuk dalam tahapan berpikir van hiele pada tahap visualisasi, memiliki kemampuan geometri dalam memahami suatu bangun datar berdasarkan bentuk yang terlihat secara visual, dimana ketiga subjek dapat membedakan mana segitiga, persegi, persegi panjang, dan mana yang merupakan jajargenjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam proses pembelajaran matematika terutama materi geometri guru sudah menggunakan model serta metode pembelajaran dengan berbagai model tetapi siswa mengalami kesulitan untuk bisa memahami geometri karena terlalu abstrak. Selain itu, siswa tidak mampu mengikuti apa yang di ajarkan oleh guru, karena adanya perbedaan proses berpikir antara siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V bedasarkan teori Van Hiele. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan calon subjek 23 kemudian 1 subjek terpilih untuk dijadikan subjek dalam penelitian. Pemilihan subjek tersebut bedasarkan karakteristik level berpikir geometri Van Hiele. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes soal VHGT berupa 25 soal pilihan ganda dan pedoman wawancara. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles and Huberman. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu 23 siswa yang diteliti ditemukan bahwa terdapat satu siswa yang berada pada level berpikir geometri Van Hiele level 0 (pengenalan), 21 siswa berada pada level pre-0, dan satu siswa lagi tidak dapat ditentukan level berpikirnya atau berada di kategori nofit. Sehingga dapat dikatakan bahwa level berpikir geometri siswa sekolah dasar kelas V masih rendah dan belum mencapai level yang diharapkan untuk siswa SD kelas V yaitu Level 1 (analisis).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Berpikir geometris penting dimiliki oleh setiap siswa dalam menyelesaikan masalah geometri. Sebagian besar siswa terutama siswa kelas 8 mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah geometri. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki kemampuan berpikir geometris yang rendah. Berpikir geometris siswa berkaitan dengan level berpikir van Hiele. Ekplorasi terhadap berpikir geometris penting dilakukan. Tujuannya untuk mendeskripsikan secara mendalam proses berpikir geometris siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya berpikir geometris. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengambil pendekatan studi kasus pada siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Tarakan. Peneliti mengumpulkan data dengan cara tes, observasi, analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis kualitatif Creswell dan Creswell (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir geometri siswa terdiri dari membaca, menganalisis, memvisualisasi dan mengkontruksi, mengeksplorasi, merencanakan dan mengimplementasikan, serta memverifikasi. Proses berpikir geometris ini berkaitan erat dengan level berpikir gemetris van Hiele. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya berpikir geometris siswa, di antaranya: pemahaman konsep dasar geometris yang rendah, kemampuan pemecahan masalah yang rendah, mengalami miskonsepsi, kemampuan representasi visual siswa yang rendah, efikasi diri siswa yang rendah, kemampuan numerik dasar siswa yang rendah dan minat bermatematika siswa yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika adalah kemampuan representasi matematis. Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan untuk menghadapi masalah, baik dalam matematika maupun dalam kehidupan nyata. Kemampuan representasi matematis digunakan untuk dapat menentukan dan menciptakan cara berpikir. Teori Van Hiele melibatkan tingkat berpikir siswa dan menurut Van Hiele siswa akan melalui 5 tahap perkembangan berpikir matematika (geometri) yaitu tahap 0 visualisasi, tahap 1 analisis, tahap 2 dedukasi informal, tahap 3 dedukasi dan tahap 4 rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas IV berdasarkan teori Van Hiele di SDN 035 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes soal pertama Van Hiele Geometry Test (VHGT), tes soal kedua kemampuan representasi matematis berdasarkan teori Van Hiele, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1 dan A2 yang berada pada tahap 0 memang lebih dominan mengarah ke visual yang maksudnya bahwa kedua subjek lebih mengenal bentuk berdasarkan penampakan visualnya daripada pengamatan (analisis), terlihat dari hasil lembar jawaban yang menunjukkan kedua subjek lebih mampu untuk menyelesikan soal tahap 0 (visualisasi) daripada soal tahap 1 (analisis), sedangkan subjek A3 dan A4 yang masuk pada tahap 1 analisis sama-sama mampu untuk mengerjakan soal pada tahap 0 visualisasi dan tahap 1 analisis, kedua subjek sudah mengenal bentuk berdasarkan visualnya serta mampu untuk menganalisis jenis bangun datar berdasarkan pernyataan sifat-sifat bangun datar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGGUNAAN TEORI VAN HIELE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 032 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan teori Van Hiele. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester genap TA 2020/2021 dengan subjek penelitian yang terdiri dari 26 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada siklus I tes hasil belajar 34,61% siswa yang tuntas dari keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 46,15% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 30,77% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, tes hasil belajar yang telah mencapai indikator keberhasilan dan diperoleh data sebesar 88,46% siswa yang tuntas, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 88,46% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 88,46% siswa yang tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teori Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 032 Tarakan. Teori Van Hiele dengan level tertentu yaitu level 0 sampai level 1 dijenjang sekolah dasar dan dengan fase-fase pembelajaran secara berurutan tanpa melewati suatu fase tertentu dari Van Hiele, maka siswa dapat dengan maksimal memahami materi yang diberikan. Sehingga hasil penilaian pada tes hasil belajar siswa telah mencapai indikator keberhasilan maka peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini. Kata Kunci: Teori Van Hiele, Hasil Belajar THE USE OF VAN HIELE'S THEORY IN LEARNING MATHEMATICS TO IMPROVE STUDENTS' ACHIEVEMENT AT CLASS IV OF ELEMENTARY SCHOOL 032 TARAKAN Abstract The objective of this research was to improve student learning achievement by using Van Hiele's theory. The researcher employed Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in the even semester of the academic year 2020/2021 with the research subject consists of 26 students. This research was held in 2 cycles. The procedures for each cycle were planning, implementation, observation, and reflection. In the first cycle, there were 34.61% of students completed the test of learning outcomes (cognitive aspect), on the affective aspect was obtained by 46.15%, and on the psychomotor aspect obtained 30.77% of students who completed the subject. Then, in the second cycle, there was an increasing achievement by students. It indicated by reaching the indicator of success and obtained 88.46% of cognitive aspect, on the affective aspect obtained 88.46% and on the psychomotor aspect obtained 88.46 % of students who completed. The results showed that the use of Van Hide theory could improve the students' achievement of fourth-grade students at SDN 032 Tarakan. Van Hiele's theory with a certain level, namely level 0 to level I at the elementary school level and with successive learning phases without going through a particular phase of Van Hiele, students can maximally understand the material given. It can be revealed that the assessment on the student learning outcomes test has reached the indicators of success, so the researchers stopped the cycle in this study. Keywords: Van Hiele's theory, students' achievement