ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kemampuan dalam memvisualisasikan objek geometri dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa kelas IX berdasarkan level berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan hasil Van Hiele’s Geometry Test (VHGT) dan rekomendasi guru. Sebanyak 23 siswa mengikuti VHGT dan teridentifikasi 7 siswa pada level 0 (visualisasi), 3 siswa pada level 1 (analisis), dan 2 siswa pada level 2 (deduksi informal). Selanjutnya, dipilih enam subjek berdasarkan rekomendasi guru, dengan masing-masing dua subjek pada setiap level. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan spasial dan wawancara. Analisis data mengacu pada Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi proses dan strategi berpikir dalam menyelesaikan permasalahan spasial. Pada aspek persepsi spasial, sebagian besar subjek mampu menentukan permukaan cairan tetap horizontal melalui pengamatan, perbandingan gambar, dan pembayangan, meskipun satu subjek level 0 mengalami miskonsepsi. Pada aspek visualisasi spasial, seluruh subjek mampu membayangkan pelipatan objek secara bertahap. Seluruh subjek juga mampu melakukan rotasi mental berdasarkan arah dan besar sudut, menentukan hubungan sisi bersebelahan dan berhadapan, serta membayangkan objek dari sudut pandang berbeda. Ditemukan pula strategi tambahan berupa menggambar ulang dan merevisi, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta menggunakan bantuan gerakan tangan, perputaran kertas, dan gambar bantu. Secara keseluruhan, kemampuan spasial subjek pada level 0, 1, dan 2 Van Hiele tercermin melalui variasi pola dan strategi dalam membangun serta mengolah bayangan spasial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan spasial merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran geometri karena berperan dalam membantu murid memahami, membayangkan, dan memanipulasi objek geometri secara mental. Namun, kemampuan spasial setiap murid berbeda sehingga perlu dieksplorasi untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses berpikir murid dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial murid kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam menyelesaikan permasalahan geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan spasial, wawancara, dan observasi. Hasil skor tes kemampuan spasial pada murid kelas VIII.2 dianalisis menggunakan kategorisasi berdasarkan kuartil untuk menentukan subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 murid (23,08%) berada pada kategori tinggi, 14 murid (53,85%) pada kategori sedang, dan 6 murid (23,08%) pada kategori rendah. Selanjutnya, tiga subjek yang mewakili masing-masing kategori dipilih untuk dilakukan wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif mengikuti tahapan analisis data menurut Creswell yang meliputi pengorganisasian data, pengodean, pengembangan tema, penyajian, dan interpretasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid dengan kategori tinggi dan sedang menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membangun dan memanipulasi representasi mental dibandingkan murid dengan kategori kemampuan spasial rendah. Kemampuan spasial murid juga tidak hanya ditentukan oleh ketepatan jawaban akhir, tetapi juga dipengaruhi oleh proses berpikir, pengonsepan, serta strategi yang digunakan dalam membangun dan memanipulasi representasi mental selama menyelesaikan permasalahan geometri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan kesempatan untuk melatih visualisasi, representasi visual, pengonsepan geometri, serta penggunaan media konkret guna membantu membangun representasi mental objek geometri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan spasial ditinjau dari self efficacy siswa kelas VIII Al-Qalam SMPIT Ulul Albab Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus karena peneliti ingin meneliti kasus kemampuan spasial ditinjau dari self efficacy. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling, sebelum memilih subjek peneliti melakukan pemberian angket kepada semua siswa kelas VIII Al-Qalam, dimana angket berisi pernyataan self efficacy. Selanjutnya angket tersebut dikategorisasikan kemudian diperoleh 3 subjek dengan self efficacy tinggi. Peneliti mengumpulkan data dengan angket, analisis dokumen dan wawancara. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan instrumen pendukung dari penelitian ini yaitu angket, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu uji credibility, uji transfebility, uji dependability, dan uji confirmablity. Hasil penelitian diperoleh bahwa setiap subjek dengan self efficacy tinggi mempunyai perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam menjawab pertanyaan kemampuan spasial. Semua subjek dapat memenuhi indikator kemampuan spasial dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa dengan self efficacy tinggi memiliki kemampuan spasial yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kemampuan yang digunakan dan perlu dikembangkan dalam mempelajari materi geometri adalah kemampuan spasial. Kondisi siswa yang cenderung mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan soal geometri bangun ruang dengan bentuk yang berbeda-beda disebabkan saat proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa menghadirkan wujud dari materi bangun ruang yang sedang dibahas sehingga siswa terbiasa menyelesaikan masalah bangun ruang berdasarkan contoh yang sudah diberikan oleh guru.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial siswa kelas V SDN 049 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes soal kemampuan spasial, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 26 siswa kelas V-B mengisi lembar tes kemampuan spasial kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Sebanyak 6 orang dipilih secara acak sebagai subjek dalam penelitian ini untuk mewakili kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan ketegori kemampuan tinggi memenuhi 3 indikator kemampuan spasial, yaitu kemampuan persepsi, kemampuan visualisasi, dan kemampuan rotasi. Siswa dengan kategori kemampuan sedang hanya mampu memenuhi 1-2 indikator kemampuan spasial yaitu kemampuan persepsi dan kemampuan visualisasi. Siswa dengan kategori kemampuan rendah belum mempu memenuhi semua indikator kemampuan spasial yang digunakan dalam penelitian ini.