ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan spasial merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran geometri karena berperan dalam membantu murid memahami, membayangkan, dan memanipulasi objek geometri secara mental. Namun, kemampuan spasial setiap murid berbeda sehingga perlu dieksplorasi untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses berpikir murid dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial murid kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam menyelesaikan permasalahan geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan spasial, wawancara, dan observasi. Hasil skor tes kemampuan spasial pada murid kelas VIII.2 dianalisis menggunakan kategorisasi berdasarkan kuartil untuk menentukan subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 murid (23,08%) berada pada kategori tinggi, 14 murid (53,85%) pada kategori sedang, dan 6 murid (23,08%) pada kategori rendah. Selanjutnya, tiga subjek yang mewakili masing-masing kategori dipilih untuk dilakukan wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif mengikuti tahapan analisis data menurut Creswell yang meliputi pengorganisasian data, pengodean, pengembangan tema, penyajian, dan interpretasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid dengan kategori tinggi dan sedang menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membangun dan memanipulasi representasi mental dibandingkan murid dengan kategori kemampuan spasial rendah. Kemampuan spasial murid juga tidak hanya ditentukan oleh ketepatan jawaban akhir, tetapi juga dipengaruhi oleh proses berpikir, pengonsepan, serta strategi yang digunakan dalam membangun dan memanipulasi representasi mental selama menyelesaikan permasalahan geometri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan kesempatan untuk melatih visualisasi, representasi visual, pengonsepan geometri, serta penggunaan media konkret guna membantu membangun representasi mental objek geometri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan media pembelajaran E-book interaktif materi bangun ruang sisi datar Kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. (Dibimbing oleh Ibu Setia Widia Rahayu dan Ibu Nurmala ). Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 8 Tarakan pada kelas VIII Tahun Ajaran 2020/2021. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-book interaktif sebagai sumber belajar pada materi bangun ruang sisi datar yang layak untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari lima tahapan yang terdiri dari: Analysis(analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi) dan Evaluation (evaluasi). Namun, karena keterbatasan waktu dan pembatasan tujuan penelitian, maka pada penelitian ini peneliti membatasi hanya sampai tahap pengembangan (development) saja. Tahap pengujian produk melalui 2 tahapan yaitu penilaian para ahli dan respon pengguna. Pada penilaian para ahli divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan ahli bahasa. Pada uji coba kelompok kecil dilakukan pada satu orang guru matematika dan 6 siswa. Pada uji coba lapangan dilakukan pada 30 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa produk media pembelajaran e-book interaktif yang dikembangkan berdasarkan validasi oleh ahli materi memperoleh kategori sangat layak dengan persentase 85,71%, ahli tampilan memperoleh kategori layak dengan persentase 78,84% dan ahli bahasa memperoleh kategori sangat layak dengan persentase 85%. Sedangkan dari hasil penelitian di lapangan oleh respon pengguna siswa diperoleh perentase 83,50% dengan kategori sangat layak. Media pembelajaran sudah memenuhi syarat layak dan dapat digunakan sebagai sumber belajar pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) yang bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kevalidan, kepraktisan dan keefektifan media Augmented Reality pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP Negeri 5 Tarakan. Tahap penelitian dan pengembangan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahap, yaitu: (1) Pengumpulan Data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan Produk; (4) Uji Coba Lapangan Awal; (5) Revisi Produk Utama; (6) Uji Lapangan Utama; (7) Revisi Produk Oprasional. Penelitian ini menggunakan 4 instrumen, yaitu (1) lembar validasi ahli materi, (2) lembar validasi ahli media, (3) lembar validasi ahli Desain Pembelajaran dan (2) lembar siswa untuk menilai kelayakan media Augmented Reality. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor dari hasil validasi materi sebesar 3,12 (Kategori sangat Baik). Persentase rata-rata skor dari hasil validasi media sebesar 3,57 (Kategori sangat Baik). Persentase rata-rata skor dari hasil validasi media sebesar 3,75 (Kategori sangat Baik). sehingga hasil dari 3 validator pada media Augmented Reality berkategori Sanagt Layak. Untuk rata-rata skor respon siswa terhadap uji coba lapangan Utama sebesar 3,64 (Kategori Sangat Baik) dan rata-rata skor respon siswa terhadap uji coba lapangan Operasional sebesar 3,60 (Kategori Sangat baik) sehingga media Augmented Reality sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Augmented Reality pada materi bangun ruang sisi bagi siswa SMP Negeri 5 Tarakan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall telah memenuhi syarat Layak.