ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum terhadap karya desain industri di Kabupaten Malinau dan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi perlindungan hukum karya desain industri bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Anyaman Rotan di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Perlindungan desain industri di Kabupaten Malinau merujuk pada UU No. 31 Tahun 2000, yang memberikan hak eksklusif kepada pengrajin anyaman rotan untuk mencegah peniruan dan menjaga orisinalitas karya selama 10 tahun. Melalui pendaftaran di DJKI dan dukungan pemerintah daerah lewat Surat Edaran Bupati tentang pemberdayaan UMKM, pengrajin didorong untuk mengamankan desain mereka sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk. Selain itu, motif yang bersifat kreatif dapat dilindungi dengan hak cipta, sedangkan motif adat dijaga sebagai pengetahuan tradisional. Perlindungan ini memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya saing produk, dan mendukung kesejahteraan pengrajin Malinau. Pemerintah Kabupaten Malinau telah melaksanakan perlindungan hukum desain industri secara komprehensif melalui pendaftaran hak eksklusif, pendampingan, subsidi biaya, promosi, edukasi kemitraan, dan digitalisasi katalog. Upaya ini melindungi karya kreatif UMKM, mencegah pembajakan, meningkatkan nilai jual produk, dan memperluas pasar. Secara keseluruhan, implementasi ini mencerminkan komitmen daerah dalam menjaga kekayaan intelektual berbasis budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi kreatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnomatematika pada kebudayaan masyarakat Enrekang Duri dan Pemanfaatan dalam Pembelajaran Matematika (Dibimbing oleh Dr. Jero Budi Darmayasa, M.Pd. Si, dan Setia Widia Rahayu, M.Pd.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur matematika yang ada pada kebudayaan Masyarakat Enrekang Duri, Desa Latimojong, Dusun Karang, Sulawesi Selatan khususnya pada Alat Musik Bambu Bas dan Anyaman Baka dan mengetahui pandangan siswa apabila kebudayaan masyarakat Enrekang Duri dijadikan rangkuman materi matematika berbasis budaya dalam pembelajaran di Sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif pendekatan studi kasus serta peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah memperoleh data yang diinginkan peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Adapun unsur matematika yang terdapat dalam kebudayaan masyarakat Enrekang Duri khusunya pada Alat Musik Bambu Bas dan Anyaman Baka merepresentasikan dari bentuk lingkaran, persegi panjang, sudut lancip, tabung, jajar genjang, belah ketupat dan aritmatika sosial. Selain itu, adapun tanggapan siswa SMP apabila Etnomatematika pada kebudayaan Masyarakat Enrekang Duri, Desa Latimojong, Dusun Karangan, Sulawesi Selatan dijadikan pembelajaran matematika berbasis budaya di Sekolah yakni mereka merasa cukup mudah dalam mengerjakan latihan soal yang diberikan pada saat mengerjakan latihan menggunakan etnomatematika pada saat pembelajaran di Sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ANYAMAN ROTAN DAYAK AGABAG DESA LUBOK BUAT KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha anyaman rotan dayak agabag di Desa Lubok Buat Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah analisis matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan internal utama UMKM anyaman rotan dayak agabag dengan menggunakan matriks IFAS, maka dapat diketahui bahwa faktor kekuatan utama UMKM terdiri dari empat faktor, yaitu produk anyaman memiliki ukuran yang bervariasi, jenis produk yang ditawarkan bervariasi, bahan yang digunakan nyaman, produk anyaman tidak mudah rusak dan untuk kelemahan utama dari UMKM adalah pemasaran yang kurang/promosi kurang maksimal, kurangnya branding produk/jasa belum dikenal luas. Faktor- faktor lingkungan eksternal utama UMKM dengan menggunakan matriks EFAS, maka dapat diketahui bahwa faktor peluang utama UMKM adalah berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dan untuk ancaman utama UMKM terdiri dari dua faktor, yaitu tingkat penjualan yang terganggu dikarenakan pandemi Covid-19, bertambah banyak produk inovatif yang dipasarkan. analisis data menggunakan diagram cartesius SWOT menejelaskan bahwa UMKM anyaman rotan dayak agabag berada pada kuadran 1 dengan nilai (x;y) (3.4;1.85). Posisi ini menunjukkan bahwa UMKM anyaman rotan dayak agabag merupakan usaha yang berkembang, kuat dan berpeluang. Kata Kunci: Strategi Pengembangan Usaha, Analisis SWOT, Anyaman Rotan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Etnomatematika Pada Kerajinan Anyaman Masyarakat Dayak Kenyah (Dibimbing oleh Jero Budi Darmayasa, dan Alfian Mucti). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur matematika yang ada di dalam kebudayaan Anyaman Dayak Kenyah dan mengetahui pandangan siswa apabila kebudayaan Anyaman masyarakat Dayak Kenyah dijadikan rangkuman materi matematika berbasis budaya dalam pembelajaran matematika di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan mempersiapkan instrumen pengumpulan data. Kemudian setelah peneliti memperoleh data yang diinginkan peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, member check dan penarikan kesimpulan. Adapun unsur matematika yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu persegi, belah ketupat, pencerminan, pola bilangan, sistem koordinat kartesius, simetri, bilangan asli, sudut lancip, garis sejajar, pola bilangan, aritmatika sosial dan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Selain itu, tanggapan siswa SMP jika etnomatematika Anyaman Dayak Kenyah dijadikan pembelajaran matematika berbasis budaya di sekolah yaitu mereka merasa lebih mudah dalam memecahkan latihan soal yang diberikan ketika menggunakan etnomatematika pada pembelajaran di sekolah.