Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Dayak Abai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI ARANG ANAK TENGELAYAT SUKU DAYAK ABAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada Tari Arang Anak Tengelayat Suku Dayak Abai serta mengetahui persepsi siswa terhadap pengintegrasiannya dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, dan SMP Negeri 4 Malinau Barat pada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis video. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari pembina budaya Dayak Abai, pelatih Tari Tengelayat, dan empat siswa dari latar belakang suku berbeda. Analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan untuk dianalisis, membaca ulang dan memahami semua data, melakukan pengkodean, mengelompokkan kode menjadi tema atau kategori, menghubungkan tema, menginterpretasikan makna tema dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika yang ditemukan pada gerakan tari, formasi tari, pengukuran jarak antar-penari dan susunan penari. Pada gerakan, terdapat konsep rotasi pada gerakan putaran abai dan refleksi pada gerakan menyilangkan tangan dengan pasangan, konsep sudut lebih dari 90 derajat pada rentangan tangan, dan garis sejajar pada gerakan kedua tangan yang direntangkan ke depan. Pada formasi tari menunjukkan adanya konsep lingkaran, persegi panjang, jajargenjang, garis lurus, garis paralel, sudut dan transformasi geometri pada setiap perpindahan formasi. Pada pengaturan jarak antarpenari terdapat konsep pengukuran melalui penerapan jarak dua rentang lengan. Pada susunan penari, penari diurutkan berdasarkan tinggi yang menunjukkan konsep pola urutan. Unsur-unsur tersebut dapat dipetakan ke dalam materi Transformasi Geometri (kelas IX), Bangun Datar, Garis dan Sudut, serta Pengukuran (kelas VII). Seluruh siswa memberikan persepsi positif yang dikelompokkan menjadi tiga tema utama, yaitu pembelajaran yang lebih menyenangkan, kemudahan memahami konsep melalui contoh nyata, serta tumbuhnya motivasi belajar dan apresiasi terhadap budaya lokal. Persepsi positif ini tidak hanya berasal dari siswa suku Dayak Abai, tetapi juga dari siswa suku lain, yang membuktikan bahwa Tari Tengelayat berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang inklusif dan lintas budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Perzinahan Dalam Kitab Undang- Undang Hukum Pidana Dengan Perzinahan Dalam Hukum Adat Dayak Abai

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul: Perbandingan Perzinahan Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dengan Perzinahan Dalam Hukum Adat Dayak Abai Abstrak: Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait perzinahan dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan hukum adat Dayak Abai. Pertama, Bagaimana perzinahan menurut ketentuan kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dan hukum adat Dayak Abai. Kedua, perbandingan hukum antara sanksi dalam kitab undang-undang hukum pidana KUHP dan hukum adat Dayak Abai mengenai perzinahan. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Konseptual (Conceptual Approach), yakni: Pendekatan konseptual di laksanakan dengan melihat peraturan perundang-undangan dan dokterin-doktrin hukum ataupun pandangan hukum guna menemukan konsep ataupun ide serta asas hukum yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian ataupun menjadi solusi dari permasalahan dalam penelitian. Dan pendekatan Perbandingan (Comparative Approach), yaitu: jenis pendekatan yang mencoba membandingkan peraturan hukum satu dengan hukum lainnya dalam sistem hukum suatu negara. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, perzinahan dalam KUHP dan Hukum Adat Dayak Abai memiliki pandangan yang sama sedangkan KUHP 2023 memiliki pandangan berbeda. Kedua, Tujuan pemidanaan dalam KUHP menekankan pada tujuan Retributive yaitu hukuman diberikan sebagai bentuk pembalasan kejahatan yang diperbuat sipelaku kejahatan. Kemudian dalam KUHP 2023 menekankan pada pemulihan, pembinaan, pembimbingan, memperbaiki kesimbangan akibat timbulnya konflik, serta menumbuhkan rasa penyesalan dan membebaskan rasa bersalah dari terpidana. Sedangkan dalam hukum adat Dayak Abai lebih menekankan hukman sebagai bentuk pemulihan kekeadaan semula, upaya penggantian kerugian, serta upaya pencegahan terhadap pengulangan perbuatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail