Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Perzinahan.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Perzinahan Dalam Kitab Undang- Undang Hukum Pidana Dengan Perzinahan Dalam Hukum Adat Dayak Abai

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul: Perbandingan Perzinahan Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dengan Perzinahan Dalam Hukum Adat Dayak Abai Abstrak: Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait perzinahan dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan hukum adat Dayak Abai. Pertama, Bagaimana perzinahan menurut ketentuan kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dan hukum adat Dayak Abai. Kedua, perbandingan hukum antara sanksi dalam kitab undang-undang hukum pidana KUHP dan hukum adat Dayak Abai mengenai perzinahan. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Konseptual (Conceptual Approach), yakni: Pendekatan konseptual di laksanakan dengan melihat peraturan perundang-undangan dan dokterin-doktrin hukum ataupun pandangan hukum guna menemukan konsep ataupun ide serta asas hukum yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian ataupun menjadi solusi dari permasalahan dalam penelitian. Dan pendekatan Perbandingan (Comparative Approach), yaitu: jenis pendekatan yang mencoba membandingkan peraturan hukum satu dengan hukum lainnya dalam sistem hukum suatu negara. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, perzinahan dalam KUHP dan Hukum Adat Dayak Abai memiliki pandangan yang sama sedangkan KUHP 2023 memiliki pandangan berbeda. Kedua, Tujuan pemidanaan dalam KUHP menekankan pada tujuan Retributive yaitu hukuman diberikan sebagai bentuk pembalasan kejahatan yang diperbuat sipelaku kejahatan. Kemudian dalam KUHP 2023 menekankan pada pemulihan, pembinaan, pembimbingan, memperbaiki kesimbangan akibat timbulnya konflik, serta menumbuhkan rasa penyesalan dan membebaskan rasa bersalah dari terpidana. Sedangkan dalam hukum adat Dayak Abai lebih menekankan hukman sebagai bentuk pemulihan kekeadaan semula, upaya penggantian kerugian, serta upaya pencegahan terhadap pengulangan perbuatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Asas Unus Testis Nullus Testis Terhadap Tindak Pidana Perzinahan

2023•

Penelitian ini bertujuan menjawab dua permasalahan terkait penerapan asas Unus Testis Nullus testis terhadap tindak pidana perzinahan. Pertama penerapan asas Unus Testis Nullus Testis. Kedua pertimbangan hakim dalam menerapkan asas Unus Testis Nullus Testis terhadap tindak pidana perzinahan. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum, yakni: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP terbaru), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014, dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 202K/Kr/1957. Hasil dari penelitian ini, pertama penerapan asas Unus Testis Nullus Testis terhadap tindak pidana perzinahan dapat diterapkan jika didukung dengan alat bukti lainnya, selain alat bukti keterangan saksi. Kedua, pertimbangan hakim dalam menerapkan asas Unus Testis Nullus Testis terhadap tindak pidana perzinahan majelis hakim menerapkan pidana terhadap terdakwa berdasarkan tuntutan yang diberikan oleh penuntut umum dengan mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail