ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kontekstual terhadap kemampuan berpikir reflektif peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 di SMP Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu kuasi eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian ini adalah berupa soal tes uraian berjumlah sepuluh soal berpikir reflektif terkait materi zat aditif dan adiktif. Sampel penelitian yaitu peserta didik kelas VIII-1 sebanyak 31 orang dan VIII-2 sebanyak 32 orang dengan penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji independent sample t-test, diperoleh hasil dengan nilai signifikan 0.03, yang artinya nilai Sig ≤ 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik di SMP Negeri 3 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan berpikir reflektif meliputi menafsirkan masalah, membuat kesimpulan, menilai, menganalisis, kreatif dan aktifitas metakognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VIII.2 SMP Negri 3 Tarakan ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pemilihan subjek dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini siswa perempuan sudah melakukan semua tahapan indikator dari berpikir reflektif yaitu reacting menyebutkan yang ditanyakan, menyebutkan yang diketahui, menyebutkan hubungan antara yang diketahui dan ditanyakan, lalu comparing mengaitkan soal yang pernah ditanyakan dengan soal yang pernah dihadapi dan contemplanting mendeteksi kesalahan atau memperbaiki jika ada kesalahan dan membuat kesimpulan. sedangkan siswa laki-laki sudah melakukan semua tahapan indikator dari berpikir reflektif yaitu reacting menyebutkan yang ditanyakan, menyebutkan yang diketahui, menyebutkan hubungan antara yang diketahui dan ditanyakan , lalu comparing mengaitkan soal yang pernah ditanyakan dengan soal yang pernah dihadapi dan contemplanting mendeteksi kesalahan atau memperbaiki jika ada kesalahan dan membuat kesimpulan. Namun di sini siswa laki-laki masih ada keraguan saat mendeksripsikan atau menjelaskan kembali jawaban nya. Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VIII.2 di SMP Negeri 3 Tarakan sudah tergolong baik. Siswa laki-laki dan siswa perempuan mampu memanuhi 3 indikator dari berpikir reflektif. Siswa perempuan disini terlihat lebih mengekspresikan jawabannya melalui wawancara, memberikan penjelasan disetiap jawaban yang diberikan. Berbeda dengan siswa laki-laki yang menjawab sesuai dan seadanya saja, siswa laki-laki kurang memberikan penjelasan yang lebih runtut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Menyelesaikan persoalan matematika memerlukan proses berpikir, baik dalam menganalisis soal hingga menemukan konsep dari penyelesaian masalah tersebut. Salah satu meteri yang tergolong sulit yaitu materi geometri, hal ini karena penyelesaian masalah geometri tidak hanya membutuhkan hafalan rumus melainkan membutuhkan pemahaman konsep. Kemampuan berpikir reflektif dibutuhkan dalam matematika sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya untuk mengatasi berbagai kebingungan dalam menyelesaikan masalah matematika. Materi Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan karakteristik berpikir reflektif mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data terdiri atas lembar tes, transkip thinkaloud, dan wawancara mendalam. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memenuhi indikator aspek berpikir reflektif pada aspek techniques, monitoring, insight, dan conceptualization pada saat menyelesaikan masalah geometri. Terdapat empat karakteristik berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri (1) mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, dan menemukan solusi. (2) mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, lalu mengalami kondisi kebingungan lagi, kemudian ditindaklanjuti, kemudian mengalami kebingungan lagi, lalu ditindaklanjuti kembali, dan menemukan solusi. (3) subjek mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, lalu menyadari kesalahan, lalu ditindaklanjuti kembali, kemudian menemukan solusi. (4) subjek mengalami kebingungan, lalu ditindaklanjuti, kemudian menyadari kesalahan, lalu ditindaklanjuti kembali, lalu menyadari kesalahan lagi, kemudian ditindaklanjuti kembali yang akhirnya menemukan solusi.