ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator belajar siswa kelas IV-A di SD Negeri 021 SKIP Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu guru kelas IV-A dan 3 orang siswa kelas IV-A sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai motivator belajar siswa, baik dari indikator mengawasi kegiatan dalam belajar dan indikator membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Namun, masih terdapat peran guru yang belum di jalankan oleh guru yaitu pada indikator membangun motivasi siswa. Guru diharapkan agar terus meningkatkan perannya dalam menjalankan perannya sebagai motivator belajar siswa dengan baik, motivasi belajar siswa dapat meningkat apabila guru menjalankan perannya sebagai motivator belajar siswa dengan maksimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) peran guru sebagai pembimbing dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, mengingatkan siswa untuk mempersiapkan perlengkapan belajar serta membimbing siswa agar tertib dan tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran, (2) peran guru sebagai motivator dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan dorongan melalui ice breaking, permainan interaktif, kata-kata motivasi, media pembelajaran visual, LKPD, nasihat, serta penguatan aturan kelas agar siswa tetap fokus dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran, (3) peran guru sebagai teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan contoh melalui kesiapan mengajar, datang tepat waktu, menjaga ketertiban kelas, menaati kesepakatan kelas, serta menyelesaikan tanggung jawab dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat mencontoh perilaku disiplin guru dalam kegiatan belajar di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik siswa dalam menulis permulaan di kelas 1C SDN 024 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa Sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis seperti menulis huruf konsonan, huruf vokal, ukuran huruf yang tidak konsisten, penulisan huruf hingga menjadi satu kata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas 1C. Fokus penelitian diarahkan pada peran guru sebagai pendidik dalam proses pembelajaran menulis permulaan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pendidik dalam kegiatan menulis permulaan melalui pemberian contoh, arahan, pendampingan, umpan balik, dan evaluasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas II di MI Al Fawaid Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas II. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan empat peran, yaitu sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan evaluator. Sebagai Pendidik, guru memberikan teladan, arahan, bimbingan, teguran, dan pembiasaan dalam menghormati orang yang lebih tua. Menggunakan bahasa sopan, menjaga kebersihan, menunggu giliran berbicara, mengucapkan terima kasih, menerapkan 3S, meminta izin serta menghargai orang lain. Sebagai Motivator, guru memberikan nasihat, pengingat, teguran, dan dorongan positif secara berkelanjutan. Sebagai Fasilitator, guru memanfaatkan sumber sumber belajar, menyediakan tempat sampah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang mendukung sikap saling menghargai dan bekerja sama. Sebagai evaluator, guru mengamati, menilai, menegur, serta memantau perubahan perilaku siswa. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan S1 telah menerapkan perilaku sopan santun dalam berinteraksi dengan guru dan teman. S2 juga menunjukkan perilaku sopan santun melalui salam, bahasa yang baik, meminta izin, dan menghargai teman. S3 menunjukkan kebiasaan memberi salam, berbicara sopan, menjaga kebersihan, mengucapkan terima kasih, serta meminta izin. S1, S2, dan S3 juga terlihat mengikuti aturan berbicara dan menghargai orang lain selama pembelajaran, terutama dalam menjaga ketertiban, menghargai teman, dan mengikuti aturan pembelajaran. S4 telah menerapkan sebagian besar perilaku tersebut, tetapi masih di temukan perilaku menggangu teman dan mengajak berbicara saat pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan karakter sopan santun pada siswa belum konsisten, sehingga masih memerlukan arahan, pengawasan, dan pembiasaan dari guru secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsentrasi belajar siswa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menjelang pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), konsentrasi belajar siswa kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan mengalami gangguan yang ditunjukkan melalui perilaku berbicara dengan teman, melihat ke luar kelas, berpindah tempat, membicarakan menu makanan, dan menunggu kedatangan MBG. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan gangguan konsentrasi belajar serta peran guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data terdiri atas guru dan siswa kelas V-A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rasa lapar, kurang tidur, mengantuk, dan kelelahan. Faktor eksternal meliputi interaksi teman sebaya, suasana kelas yang ramai, aktivitas siswa dari kelas lain, suara dari luar kelas, kedatangan MBG, rasa ingin tahu terhadap menu, dan kegiatan menunggu pembagian MBG. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing melalui penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, pemberian arahan, teguran, pendampingan, pengaturan tempat duduk, dan motivasi. Upaya tersebut membantu mengarahkan kembali perhatian siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efikasi diri calon guru merupakan keyakinan terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan tugas keguruan dan menghadapi tuntutan pembelajaran. Efikasi diri penting dikaji pada mahasiswa Pendidikan Matematika semester akhir karena meskipun telah memperoleh pengalaman akademik dan praktik mengajar, masih ditemukan mahasiswa yang belum sepenuhnya yakin terhadap kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efikasi diri mahasiswa Pendidikan Matematika semester akhir dalam kesiapan menjadi guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari lima mahasiswa Pendidikan Matematika semester akhir. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Data dianalisis menggunakan model analisis data kualitatif Creswell dan Creswell (2023). Berdasarkan analisis data, diperoleh empat tema yang mendeskripsikan efikasi diri mahasiswa dalam kesiapan menjadi guru, yaitu: (1) persepsi terhadap tingkat kesulitan materi membentuk keyakinan mahasiswa sebagai calon guru, (2) kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan keyakinan ketika menghadapi tantangan pembelajaran, (3) mahasiswa menunjukkan perbedaan dalam menerapkan keyakinan pada berbagai konteks pembelajaran, dan (4) refleksi keyakinan mahasiswa terhadap kesiapan menjadi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri mahasiswa bervariasi. Mahasiswa cenderung memiliki keyakinan lebih tinggi ketika menghadapi materi yang dianggap mudah dan menurun ketika menghadapi materi yang dianggap sulit. Dalam menghadapi tantangan pembelajaran, mahasiswa menunjukkan perbedaan dalam mempertahankan keyakinan. Sebagian mahasiswa mampu mempertahankan keyakinannya melalui kemampuan beradaptasi, mencari solusi, melakukan refleksi, dan memanfaatkan pengalaman mengajar, meskipun pada kondisi tertentu masih terdapat keraguan. Keyakinan mahasiswa berbeda dalam penerapannya pada berbagai konteks pembelajaran. Sebagian mahasiswa mampu menerapkan keyakinannya pada berbagai kondisi dan cakupan pembelajaran, sedangkan sebagian lainnya masih terbatas pada kondisi atau cakupan tertentu. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan keyakinan bahwa dirinya siap untuk menjadi guru. Keyakinan dikaitkan dengan pengalaman mengajar, kemampuan melakukan refleksi, persiapan sebelum mengajar, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning sebagai pendekatan yang menekankan pembelajaran bermakna, mendalam, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru Sekolah Dasar terhadap konsep pembelajaran deep learning di Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif survei. Populasi penelitian berjumlah 86 guru, dengan sampel 39 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala Likert empat poin yang terdiri atas 20 pernyataan. Instrumen mengukur lima indikator, yaitu pemahaman konsep dasar, tujuan, karakteristik, strategi dan pendekatan pembelajaran pendukung, serta penerapan deep learning dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi frekuensi, persentase, rata-rata, skor minimum, skor maksimum, dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman guru berada pada kategori tinggi, dengan rata-rata 62,49 dan simpangan baku 6,84. Sebanyak 20 guru (51,28%) berkategori tinggi, 11 guru (28,21%) sangat tinggi, dan 8 guru (20,51%) sedang. Pemahaman konsep dasar memperoleh rata-rata tertinggi, yaitu 13,05 atau 81,56% dengan kategori sangat tinggi, sedangkan penerapan dan evaluasi pembelajaran memperoleh rata-rata terendah, yaitu 11,70 atau 73,13%, namun berkategori tinggi. Dengan demikian, pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran deep learning tergolong baik, tetapi penguatan kompetensi pada aspek penerapan dan evaluasi masih diperlukan. Kata kunci: Deep learning, Pemahaman Guru, Guru Sekolah Dasar, Pembelajaran Mendalam, Survei Deskriptif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana disiplin kerja, motivasi kerja, juga budaya kerja memengaruhi kinerja guru di SMA Negeri 3 Malinau. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdapat dari 32 guru yang berstatuskan pegawai negeri sipil (PNS). Sampel ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh, yang mana semua populasi dimasukkan selaku sampel penelitian. Proses pengumpulan data dilaksanakan lewat penyebarluasan kuesioner berbasis skala Likert, yang berikutnya dianalisis dengan teknik regresi linear berganda memakai aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan temuan analisis yang diperoleh, ditemukan bahwasanya variabel disiplin kerja, motivasi kerja, serta budaya kerja masing-masing memberikan pengaruh yang positif serta signifikan terhadap kinerja guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa serta mengetahui tingkat kekuatan hubungan tersebut pada siswa kelas V A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 28 siswa kelas V A sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 56 siswa kelas V. Data peran guru sebagai motivator dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan program SPSS versi 27 karena salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi Rank Spearman (ρ) sebesar 0,247 dengan nilai signifikansi 0,206 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa, meskipun hubungan yang diperoleh bersifat positif dengan tingkat hubungan rendah. Kontribusi peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa sebesar 6,10%, sedangkan 93,90% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji peran guru sebagai pendidik dalam menanamkan sikap demokratis kepada siswa kelas VI di MIS Abnaul Amir. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas VI MIS Abnaul Amir. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya sebagai pendidik dalam menanamkan sikap demokratis kepada siswa dengan baik. Hal tersebut tampak dari keteladanan yang diberikan guru melalui sikap sopan, penghargaan terhadap pendapat siswa, serta penyelesaian konflik secara damai. Guru juga memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengemukakan pendapat melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab. Selain itu, guru membiasakan siswa bermusyawarah, bekerja sama, serta bersikap adil dan toleran dalam berinteraksi dengan teman. Penerapan nilai-nilai demokratis tersebut terlihat baik dalam proses pembelajaran maupun dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh guru di lingkungan sekolah dasar merupakan tindak pidana yang tidak hanya melanggar ketentuan hukum pidana, tetapi juga mencederai fungsi sekolah sebagai tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak. Kedudukan guru sebagai pendidik menimbulkan relasi kepercayaan dan kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melindungi peserta didik, bukan justru dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana guru sebagai pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak di lingkungan sekolah dasar serta mengkaji dasar pertimbangan hukum dalam penjatuhan sanksi pidana terhadap pelaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan bahan non hukum sebagai pendukung. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan Teknik deksriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru yang terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila seluruh unsur tindak pidana terpenuhi, pelaku memiliki kemampuan bertanggung jawab, terdapat kesalahan berupa kesengajaan atau kealpaan sesuai ketentuan yang berlaku, serta tidak ditemukan alasan pembenar maupun alasan pemaaf. Pertanggungjawaban pidana tersebut didasarkan pada ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016. Penjatuhan pidana terhadap guru sebagai pelaku diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga mewujudkan perlindungan hukum bagi anak serta memperkuat kepercayaan Masyarakat terhadap lingkungan Pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gejala kesulitan belajar IPA masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut mendorong guru untuk melakukan berbagai upaya agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VII. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dan terdiri atas dua orang guru IPA kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning, menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, membentuk kelompok belajar heterogen dan menerapkan tutor sebaya, memberikan pembelajaran remedial, melakukan pendekatan individual kepada siswa, serta memberikan motivasi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep IPA, kurang aktif dalam pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang rendah. Namun, dalam pelaksanaannya guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan enam upaya dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa kelas VII. Upaya-upaya tersebut membantu siswa dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, motivasi belajar, dan kondisi kelas yang kurang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam mengajar matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa PGSD angkatan 2021 yang telah melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dikumpulkan melalui angket sebagai data pendukung dan wawancara mendalam terhadap enam informan yang mewakili kategori kecemasan ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 15 mahasiswa (25,00%) berada pada kategori kecemasan ringan, 25 mahasiswa (41,67%) berada pada kategori kecemasan sedang, dan 20 mahasiswa (33,33%) berada pada kategori kecemasan berat. Kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami, kurangnya penguasaan konsep, rendahnya kepercayaan diri, pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, serta kekhawatiran ketika menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan siswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi meningkatkan intensitas belajar, memperdalam pemahaman konsep matematika, memperbanyak latihan mengajar, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman mengajar yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam mempersiapkan calon guru yang lebih siap mengajarkan matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja Guru PNS pada SMA Negeri Terpadu Unggulan | Tana Tidung Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 30 responden. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji t didukung dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin, Motivaasi dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, semakin tinggi Tingkat kedisiplin guru dalam mematuhi peraturan sekolah, maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, semakin baik Motivasi yang diberikan maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, Lingkungan Kerja yang aman, nyaman, kondusif serta didukung fasilitas yang memadai mampu meningkatkan Kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD Negeri 043 Tarakan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif Subjek penelitian yaitu GK1 dan GK2 Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru menggunakan berbagai media, termasuk audio, visual, audio-visual, dan multimedia, untuk mendukung proses belajar mengajar Media yang digunakan meliputi mikrofon, jam kardus, piring penggaris gambar, speaker, led, laptop, permainan matematika, pulpen, video pembelajaran, dan pensil warna, yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran Guru tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan media tersebut, sehingga variasi media yang relevan mempermudah proses belajar mengajar. This research is aimed at describing the mathematics learning media applied by phase A teachers at SD Negeri 043 Tarakan. The type of research applied is descriptive qualitative. The research subjects were GK1 and GK2 The data collection techniques applied were in the form of observation sheets, interview sheets, and documentation The data analysis techniques applied consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings from this research reveal that teachers use various media, including audio, visual, audio-visual, and multimedia, to support the teaching and learning process. The media used include microphones, cardboard clocks, plates, drawing rulers, speakers, LCDs, laptops, math games, pens, learning videos, and coloured pencils, which are adjusted to the learning objectives Teachers do not face difficulties in using this media, so that the variety of relevant media makes the teaching and learning process casier.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dasar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator yang membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran ditinjau dari perspektif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan peran guru pada pembelajaran di kelas IV-C SDN 006 Tarakan ditinjau dari perspektif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IV-C yang dipilih menggunakan teknik random sampling dan satu wali kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya dengan baik dalam proses pembelajaran. Sebagai pengajar, guru menyampaikan materi pembelajaran secara jelas dan mudah dipahami siswa. Sebagai fasilitator, guru membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, menggunakan media pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang kondusif. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan kepada siswa sehingga meningkatkan motivasi belajar mereka. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan proses pembelajaran di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan jumlah informan yang lebih banyak agar diperoleh data yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan karakter kurang baik, seperti mengejek teman, memotong pembicaraan guru saat pembelajaran, serta terbentuknya kelompok-kelompok tertentu yang menyebabkan kurangnya kebersamaan antar siswa di kelas V SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter siswa serta mengetahui bentuk-bentuk pembimbingan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter siswa kelas V di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 031 Tarakan. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V-A dan siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya dengan baik dalam pembentukan karakter siswa melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) menjadi teladan dengan menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, berpakaian rapi, serta mampu mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan siswa; (2) menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif melalui penerapan aturan kelas, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian motivasi kepada siswa; dan (3) melibatkan orang tua dan masyarakat melalui komunikasi yang baik terkait perkembangan perilaku dan karakter siswa. Peran guru tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pembelajaran matematika sering dianggap sulit dan kurang diminati oleh siswa sehingga diperlukan peran guru yang optimal untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, aktif, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 015 Tarakan. Subjek penelitian adalah guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika kelas IV-A SDN 015 Tarakan telah melaksanakan perannya dengan baik sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Sebagai fasilitator, guru menyediakan media, sumber belajar, serta strategi pembelajaran yang mendukung keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan, penghargaan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Sebagai pembimbing, guru memberikan arahan, pendampingan, serta bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika. Dengan demikian, pelaksanaan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing mampu mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang efektif dan kondusif bagi siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani bad words pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan. Peran guru BK diwujudkan melalui pembinaan kepribadian siswa, sehingga siswa diharapkan mampu menunjukkan perilaku yang baik, bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, serta berkembang menjadi individu yang mandiri. Guru BK juga berperan dalam memberikan layanan bimbingan agar siswa dapat memahami cara mencegah permasalahan, mengambil keputusan secara bijak, dan membentuk kemandirian diri.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Jalan Sungai Brantas, Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta triangulasi sumber.Hasil penelitian diperoleh dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan mengacu pada tiga indikator utama, yaitu pengembangan pribadi dan sosial, penanganan masalah pribadi dan akademik, serta pembinaan etika dan moral. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan telah menjalankan perannya dengan baik dalam menangani perilaku bad words pada siswa. hal tersebut terlihat adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti berkurangnya perilaku bad words, adanya kesadaran dalam berkomunikasi secara sopan, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dalam pergaulan sehari-hari. jadi, dapat disimpulkan dari penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa guru BK kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan telah menjalankan perannya dengan baik dalam menangani perilaku bad words, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan kepribadian dan etika siswa.