Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: Siswa Kelas II
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media PALIPAP (Papan Lipat Pancasila Pesisir) dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II di SDN 023 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengembangkan media PALIPAP (Papan Lipat Pancasila Pesisir) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di SDN 023 Tarakan. Tujuannya untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas II B SDN 023 Tarakan, dengan 6 siswa pada uji coba terbatas dan 19 siswa pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, validasi ahli media dan ahli materi, angket respons siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PALIPAP memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 95% dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi ahli materi sebesar 84% dengan kategori layak. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase 97% dengan kategori sangat menarik, sedangkan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 95,5% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, media PALIPAP dinyatakan layak dan menarik digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di SDN 023 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Menanamkan Karakter Sopan Santun Siswa Kelas II Di MI Al Fawaid Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas II di MI Al Fawaid Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas II. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan empat peran, yaitu sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan evaluator. Sebagai Pendidik, guru memberikan teladan, arahan, bimbingan, teguran, dan pembiasaan dalam menghormati orang yang lebih tua. Menggunakan bahasa sopan, menjaga kebersihan, menunggu giliran berbicara, mengucapkan terima kasih, menerapkan 3S, meminta izin serta menghargai orang lain. Sebagai Motivator, guru memberikan nasihat, pengingat, teguran, dan dorongan positif secara berkelanjutan. Sebagai Fasilitator, guru memanfaatkan sumber sumber belajar, menyediakan tempat sampah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang mendukung sikap saling menghargai dan bekerja sama. Sebagai evaluator, guru mengamati, menilai, menegur, serta memantau perubahan perilaku siswa. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan S1 telah menerapkan perilaku sopan santun dalam berinteraksi dengan guru dan teman. S2 juga menunjukkan perilaku sopan santun melalui salam, bahasa yang baik, meminta izin, dan menghargai teman. S3 menunjukkan kebiasaan memberi salam, berbicara sopan, menjaga kebersihan, mengucapkan terima kasih, serta meminta izin. S1, S2, dan S3 juga terlihat mengikuti aturan berbicara dan menghargai orang lain selama pembelajaran, terutama dalam menjaga ketertiban, menghargai teman, dan mengikuti aturan pembelajaran. S4 telah menerapkan sebagian besar perilaku tersebut, tetapi masih di temukan perilaku menggangu teman dan mengajak berbicara saat pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan karakter sopan santun pada siswa belum konsisten, sehingga masih memerlukan arahan, pengawasan, dan pembiasaan dari guru secara berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS METODE GURU DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA SISWA KELAS III B SDN 013 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan membaca masih menjadi permasalahan yang kerap dialami siswa kelas II B sekolah dasar, terutama dalam membedakan antara huruf yang bentuknya hampir sama, hambatan membaca suku kata, menghilangkan huruf dalam kata, membolak balik huruf dalam kata, serta membaca yang masih tersendat-sendat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan temuan peneliti tentang metode guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas II B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis pnelitian kualitatif deskriptif, dengan informan terdiri dari satu guru yaitu wali kelas II B dan enam siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan membaca (tinggi, sedang, rendah) menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDN 013 Tarakan telah menerapkan empat metode dalam pembelajaran membaca dikelas yaitu; 1) Metode fonetik dimana siswa diajarkan membaca dengan mengenal bunyi huruf kemudian mengaitkan setiap bunyi huruf dengan kata yang bermakna; 2) Metode alfabet dimana siswa diajarkan membaca dengan memperkenalkan huruf alfabet dari A sampai Z melalui proses menghafal, mengeja, dan menyusun huruf menjadi kata; 3) Metode bimbingan individual dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan bimbingan khusus secara langsung oleh guru, agar guru dapat memilih metode yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan membaca siswa; 4) Metode membaca berulang dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan teks bacaan yang sama dalam beberapa kali pertemuan agar siswa lancar dalam membaca dan memahami isi bacaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas III-C SDN 006 Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III-C di SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas III- C dan 4 siswa kelas III-C. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk minat membaca siswa. Yaitu sebagai kreator, guru mengadakan kegiatan membaca sepuluh menit dan lomba membaca. Fasilitator memberikan kemudahan kepada siswa dalam membaca dengan menyediakan fasilitas untuk mempermudah membaca siswa. Motivator memberikan penguatan kepada siswa agar dapat menimbulkan dorongan dan semangat dalam membaca dan Evaluator membantu siswa dengan mengadakan evaluasi terhadap minat membaca siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Intrinsik Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SDN 029 Juata Sesanip Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya motivasi intrinsik siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) pada kelas III-A SDN 029 Juata Sesanip Tarakan. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena rendahnya minat, perhatian, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskripsi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III-A berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi angket motivasi intrinsik, wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan persentase, kemudian diperkuat dengan hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator kesehatan, 2 siswa (7%) berada pada kategori rendah, 16 siswa (57%) kategori sedang, dan 10 siswa (36%) kategori tinggi. Pada indikator perhatian, 5 siswa (18%) berada pada kategori rendah, 20 siswa (71%) kategori sedang, dan 3 siswa (11%) kategori tinggi. Pada indikator minat, 4 siswa (14%) berada pada kategori rendah, 15 siswa (54%) kategori sedang, dan 9 siswa (32%) kategori tinggi. Pada indikator bakat, 4 siswa (14%) berada pada kategori rendah, 15 siswa (54%) kategori sedang, 9 siswa (32%) kateegori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori sedang, namun masih terdapat persentase cukup besar pada kategori rendah, khususnya pada indikator perhatian. Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi intrinsik siswa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, perhatian, minat dan bakat yang belum optimal. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Kesulitan Membaca Siswa Kelas IIB SDIT Ibnu Abbas Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas IIB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kesulitan membaca siswa terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (1) Faktor internal meliputi aspek kognitif, psikologis, dan fisiologis. Pada aspek kognitif, ditemukan bahwa dua siswa mengalami kesulitan mengenali dan memahami kata-kata panjang serta memiliki daya ingat yang lemah terhadap kosakata baru. Pada aspek psikologis, siswa menunjukkan rasa cemas, gugup, dan kurang percaya diri saat diminta membaca di depan kelas, yang berdampak pada kelancaran membaca. Sedangkan pada aspek fisiologis, sebagian siswa mengalami kendala penglihatan seperti huruf tampak buram atau mirip satu sama lain sehingga memengaruhi kemampuan membaca. (2) Faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Lingkungan sekolah telah menyediakan fasilitas belajar yang cukup baik seperti buku bacaan dan perhatian khusus dari guru, namun pengaruh teman sebaya dan motivasi siswa juga berperan penting. Sementara itu, di lingkungan rumah, dukungan orang tua dan suasana belajar yang kondusif turut menentukan perkembangan kemampuan membaca anak. Meskipun sebagian besar lingkungan rumah sudah mendukung, kebiasaan dan disiplin belajar anak masih menjadi tantangan utama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI GAYA BELAJAR SISWA KELAS III-A DI SDN 015 TARAKAN

2025•

Penelitian ini berfokus pada deskripsi siswa kelas III-A di SDN 015 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas III-A SDN 015 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah 3 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, yang terpilih melalui teknik pemilihan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan memiliki gaya belajar yang beragam terdiri dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 3 siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan yang merupakan sampel penelitian. Siswa yang memiliki gaya belajar visual ditandai dengan S1, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar visual yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran melalui pengelihatan daripada pendengaran dan lebih mudah menerima intruksi melalui yang dilihatnya. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar auditori ditandai dengan S2, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar auditori yaitu lebih antusias dan memahami materi pembelajaran melalui penjelasan guru daripada membaca dan ketika berargumentasi cenderung berintonasi. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar kinestetik ditandai dengan S3, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar kinestetik yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran jika dipelajari melalui peragaan materi pembelajaran dan ketika berargumentasi cenderung menggerakkan tanganya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis muatan nilai-nilai karakter dalam buku siswa Tema 7 Kebersamaan Kelas II SDIT IBNU ABBAS Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan upaya yang mewadahi siswa secara lahir maupun batin untuk menjadi manusia yang lebih bijaksana, lebih baik, dan menjadikan pikirannya cemerlang. Namun demikian fakta menunjukkan bahwa perkembangan moral siswa tidak mencapai tingkat yang baik, karena perhatian siswa lebih tertuju pada penguasaan materi, dan kemampuan menjawab soal-soal formal yang diberikan oleh guru atau yang terdapat dalam buku pelajaran dibandingkan dengan pengimplementasian nilai-nilai karakter dalam buku. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak muatan nilai karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli sosial, santun, dan percaya diri dalam buku siswa tema7 Kebersamaan kelas II SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks cerita dalam buku kelas II SD Tema 7 Kebersamaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan berasal dari 12 teks cerita yang dianalisis dalam buku siswa tema 7 Kebersamaan kelas II SD sebanyak 38 kalimat, dengan rincian yaitu nilai jujur 7 kalimat, nilai disiplin 2 kalimat, nilai tanggung jawab 10 kalimat, nilai peduli sosial 6 kalimat, nilai santun 8 kalimat, dan nilai percaya diri 5 kalimat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS III-A SDN 007 MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan adalah tahap awal pembelajaran untuk kelas 1, 2 dan 3 mencakup keterampilan, lancar dalam membaca huruf, suku kata, serta kalimat sederhana dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan siswa dari segi membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan melalui tes EGRA (Early Grade Reading Assessment) pada siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca (EGRA), wawancara siswa dan guru serta dokumentasi. Subjek penelitian siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan sebanyak 18 siswa terdiri dari 11 perempuan dan 7 laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 13 siswa yang kemampuan membaca permulaannya dalam membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan sangat baik, selanjutnya 5 siswa masih kurang kemampuan membaca permulaannya diantaranya siswa kurang dalam membaca huruf 1 orang yaitu AS(L), membaca kata serta membaca teks bacaan 4 orang yaitu APP, MA, FUM dan SNA. Adapun faktor penyebab kesalahan dari ke 5 siswa tersebut dalam tes kemampuan membaca yaitu penghilangan huruf pada kata, penggantian kata, dan membaca masih kurang lancar. Kemudian siswa juga kurang menguasai huruf alfabet secara keseluruhan dan kesulitan membaca kata yang panjang. Masih ada beberapa huruf konsonan yang belum dapat dilafalkan dengan benar dan tepat. Siswa juga kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf digraf dan diftong seperti -ny dan -ng, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Selanjutnya karena siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas waktu dan jumlah berapa kali melakukan kesalahan pada saat tes membaca suku kata dan kata, sehingga peneliti menyudahi kegiatan tes dan tidak melanjutkan ke bagian kelancaran membaca teks bacaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS III-B SD NEGERI UTAMA 1 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa kelas III-B SD Negeri Utama 1 Tarakan, Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pelanggaran kedisiplinan belajar siswa selama kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan hasil observasi kedisiplinan belajar siswa. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar siswa belum terlaksana dengan baik dikarenakan ada beberapa siswa masih melanggar kedisiplinan belajar didalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERJENJANG LEVEL B3 UNTUK SISWA KELAS III SDN 029 JUATA SESANIP

2024•

Buku cerita berjenjang merupakan buku cerita yang disesuaikan dengan jenjang kemampuan membaca sehingga dapat meningkatkan minat membaca siswa. SDN 029 Juata Sesanip belum terdapat perjenjangan buku pada buku bacaan siswa kelas III. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media buku cerita berjenjang level B3 untuk siswa kelas III sekaligus untuk mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap buku cerita. Metode Penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan model ADDIE yang memiliki lima tahapan pengembangan yang terdiri dari Analyze (Analisis), Design (Desain), Develop (Pengembangan), Implement (Implementasi), dan Evaluate (Evaluasi). Penilaian kelayakan buku cerita berjenjang level B3 ini melalui proses validasi oleh ahli media, ahli bahasa, ahli materi dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94% dengan kategori sangat layak, ahli bahasa sebesar 76% dengan kategori layak, ahli materi sebesar 94% dengan kategori sangat layak, dan ahli praktisi sebesar 98% dengan kategori sangat layak. Validasi ahli media, bahasa, materi dan praktisi mendapatkan persentase rata-rata sebesar 90,5%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 95% dan pada uji coba pemakaian sebesar 96,4%. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba, buku cerita yang dikembangkan sangat layak dan membuat siswa sangat tertarik untuk membaca sehingga dapat digunakan sebagai bahan bacaan siswa kelas III dengan jenjang pembaca level B3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-POSTER MATERI ARTI DAN MAKNA KOSAKATA PADA SISWA KELAS III SDN 018 TARAKAN

2022•

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran E-Poster yang ditinjau dari uji validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui efektivitas media pembelajaran E-Poster. Penilaian kelayakan media pembelajaran E-Poster terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi. Hasil uji validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 88%, ahli materi 92%, ahli praktisi 90% dan uji coba terbatas 90,8%, uji coba lapangan 92,7%. Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media E-Poster sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran E-Poster berada pada kategori sangat tertarik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail