Peran Guru Dalam Menanamkan Karakter Sopan Santun Siswa Kelas II Di MI Al Fawaid Tarakan
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan karakter sopan santun siswa kelas II di MI Al Fawaid Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas II. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan empat peran, yaitu sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan evaluator. Sebagai Pendidik, guru memberikan teladan, arahan, bimbingan, teguran, dan pembiasaan dalam menghormati orang yang lebih tua. Menggunakan bahasa sopan, menjaga kebersihan, menunggu giliran berbicara, mengucapkan terima kasih, menerapkan 3S, meminta izin serta menghargai orang lain. Sebagai Motivator, guru memberikan nasihat, pengingat, teguran, dan dorongan positif secara berkelanjutan. Sebagai Fasilitator, guru memanfaatkan sumber sumber belajar, menyediakan tempat sampah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang mendukung sikap saling menghargai dan bekerja sama. Sebagai evaluator, guru mengamati, menilai, menegur, serta memantau perubahan perilaku siswa. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan S1 telah menerapkan perilaku sopan santun dalam berinteraksi dengan guru dan teman. S2 juga menunjukkan perilaku sopan santun melalui salam, bahasa yang baik, meminta izin, dan menghargai teman. S3 menunjukkan kebiasaan memberi salam, berbicara sopan, menjaga kebersihan, mengucapkan terima kasih, serta meminta izin. S1, S2, dan S3 juga terlihat mengikuti aturan berbicara dan menghargai orang lain selama pembelajaran, terutama dalam menjaga ketertiban, menghargai teman, dan mengikuti aturan pembelajaran. S4 telah menerapkan sebagian besar perilaku tersebut, tetapi masih di temukan perilaku menggangu teman dan mengajak berbicara saat pembelajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan karakter sopan santun pada siswa belum konsisten, sehingga masih memerlukan arahan, pengawasan, dan pembiasaan dari guru secara berkelanjutan.