2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan informasi menggunakan media pohon karir berpengaruh terhadap perencanaan karir siswa kelas VIII di MTs Negeri Tarakan. Perencanaan karir siswa yang belum optimal ditandai dengan ketidakpahaman mengenai bakat, minat, dan potensi diri, sehingga banyak siswa memilih sekolah lanjutan bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan sendiri, melainkan karena dorongan orang tua maupun teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan layanan informasi melalui bimbingan konseling menggunakan media pohon karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik simple random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala Likert perencanaan karir. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan software SPSS versi 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori tinggi (55%) dan sangat tinggi (42%) dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 121,39, sedangkan setelah pemberian posttest hampir seluruh siswa (94%) berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata (mean) meningkat menjadi 149,84. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Z sebesar -4,861 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya layanan informasi menggunakan media pohon karir terbukti berpengaruh terhadap peningkatan perencanaan karir siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan informasi menggunakan media pohon karir berpengaruh terhadap perencanaan karir siswa kelas VIII di MTs Negeri Tarakan. Perencanaan karir siswa yang belum optimal ditandai dengan ketidakpahaman mengenai bakat, minat, dan potensi diri, sehingga banyak siswa memilih sekolah lanjutan bukan berdasarkan keinginan dan kemampuan sendiri, melainkan karena dorongan orang tua maupun teman sebaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan layanan informasi melalui bimbingan konseling menggunakan media pohon karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini berjumlah 90 siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik simple random sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala Likert perencanaan karir. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan software SPSS versi 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori tinggi (55%) dan sangat tinggi (42%) dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 121,39, sedangkan setelah pemberian posttest hampir seluruh siswa (94%) berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata (mean) meningkat menjadi 149,84. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Z sebesar -4,861 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya layanan informasi menggunakan media pohon karir terbukti berpengaruh terhadap peningkatan perencanaan karir siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan.
2026 · Book ·
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan karakter kurang baik, seperti mengejek teman, memotong pembicaraan guru saat pembelajaran, serta terbentuknya kelompok-kelompok tertentu yang menyebabkan kurangnya kebersamaan antar siswa di kelas V SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter siswa serta mengetahui bentuk-bentuk pembimbingan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter siswa kelas V di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 031 Tarakan. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V-A dan siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya dengan baik dalam pembentukan karakter siswa melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) menjadi teladan dengan menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, berpakaian rapi, serta mampu mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan siswa; (2) menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif melalui penerapan aturan kelas, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian motivasi kepada siswa; dan (3) melibatkan orang tua dan masyarakat melalui komunikasi yang baik terkait perkembangan perilaku dan karakter siswa. Peran guru tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang menunjukkan karakter kurang baik, seperti mengejek teman, memotong pembicaraan guru saat pembelajaran, serta terbentuknya kelompok-kelompok tertentu yang menyebabkan kurangnya kebersamaan antar siswa di kelas V SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter siswa serta mengetahui bentuk-bentuk pembimbingan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter siswa kelas V di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 031 Tarakan. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V-A dan siswa kelas V-A. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menjalankan perannya dengan baik dalam pembentukan karakter siswa melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) menjadi teladan dengan menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, berpakaian rapi, serta mampu mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan siswa; (2) menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan kondusif melalui penerapan aturan kelas, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian motivasi kepada siswa; dan (3) melibatkan orang tua dan masyarakat melalui komunikasi yang baik terkait perkembangan perilaku dan karakter siswa. Peran guru tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, serta kemampuan bekerja sama antar siswa.
2026 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.
2026 · Book ·
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Book ·
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penyakit Tuberkulosis paru (TBC) merupakan pnyakit kronis menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Tuberkulosis paru disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengobatan dan perawatan TB Paru adalah pengetahuan keluarga dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita TB Paru di wilayah pesisir. Rancangan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 pasien TB Paru yang melakukan pengobatan di Puskesmas Karang Rejo dan 34 Anggota keluarga pasien TB Paru yang diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mendapatkan kategori pengetahuan baik yakni 31 responden atau 91,2% dan mendapatkan dukungan baik yakni 24 responden atau 70,6%. Hasil analisa uji chi-square menunjukkan hasil sebesar 0,001 (0,05) yang artinya terdapat hubungan atau korelasi antara tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menunjukkan pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Karang Rejo dalam kategori baik.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit Tuberkulosis paru (TBC) merupakan pnyakit kronis menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Tuberkulosis paru disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengobatan dan perawatan TB Paru adalah pengetahuan keluarga dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita TB Paru di wilayah pesisir. Rancangan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan uji kolerasi Spearman-rho. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 pasien TB Paru yang melakukan pengobatan di Puskesmas Karang Rejo dan 34 Anggota keluarga pasien TB Paru yang diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh responden mendapatkan kategori pengetahuan baik yakni 31 responden atau 91,2% dan mendapatkan dukungan baik yakni 24 responden atau 70,6%. Hasil analisa uji chi-square menunjukkan hasil sebesar 0,001 (0,05) yang artinya terdapat hubungan atau korelasi antara tingkat pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menunjukkan pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga terhadap perawatan penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Karang Rejo dalam kategori baik.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pemberian probiotik interval 1 hari), P3: (pemberian probiotik interval 2 hari), P4: (pemberian probiotik interval 3 hari). Berdasarkan statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate), SR (Survival Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Interval pemberian probiotik yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp) terdapat pada perlakuan 2 dengan konsentrasi (pemberian pakan probiotik interval 1 hari), dengan nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,4 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 5,8 gr, SGR sebesar 5,3 %, FCR dengan nilai 2,9 dan SR sebesar 100%. Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 25°C-29°C, pH 7-7,7, DO 6,6-8,2 mg/L, Amoniak 0,14-0,95 mg/L.
2023 · Book ·
Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pemberian probiotik interval 1 hari), P3: (pemberian probiotik interval 2 hari), P4: (pemberian probiotik interval 3 hari). Berdasarkan statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate), SR (Survival Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Interval pemberian probiotik yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp) terdapat pada perlakuan 2 dengan konsentrasi (pemberian pakan probiotik interval 1 hari), dengan nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,4 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 5,8 gr, SGR sebesar 5,3 %, FCR dengan nilai 2,9 dan SR sebesar 100%. Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 25°C-29°C, pH 7-7,7, DO 6,6-8,2 mg/L, Amoniak 0,14-0,95 mg/L.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK COMPERATIVE AND COMPETITIVE ANALYSIS PENGEMBAGAN PERTANIAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN NUNUKAN ANISA MUTHMAINAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pertanian hortikultura, berdasarkan comperative dan competitive pertanian hortikultura dengan cara menganalisis masing-masing komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan dalam angka tahun 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index, Concentration Index, dan Location Quotient. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa hortikultura komoditas sayuran, buah-buahan dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan menunjukkan nilai 0,000 dari 5 tahun berturut-turut yang berarti komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di kabupaten Nunukan secara comperative belum mempunyai potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil analisis yang menggunakan Concentration Index (CI) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sebuku yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Sebuku merupakan konsentrasi (concentration) komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Nunukan yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Nunukan merupakan konsentrasi (concentration) komoditas buah-buahan. Dan hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Lumbis Ogong yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Lumbis Ogong merupakan konsentrasi (concentration) komoditas biofarmaka. Alat analisis yang menggunakan Location Quotient (LQ) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Krayan yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Krayan sehingga basis komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sei Menggaris yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sei Menggaris basis komoditas buah-buahan. Hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sembakung yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sembakung basis komoditas biofarmaka. Kata kunci : Concentration Index, Location Index, Location Quotient
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK COMPERATIVE AND COMPETITIVE ANALYSIS PENGEMBAGAN PERTANIAN HORTIKULTURA DI KABUPATEN NUNUKAN ANISA MUTHMAINAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan pertanian hortikultura, berdasarkan comperative dan competitive pertanian hortikultura dengan cara menganalisis masing-masing komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan dalam angka tahun 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020. Penelitian ini menggunakan alat analisis Location Index, Concentration Index, dan Location Quotient. Hasil penelitian berdasarkan alat analisis Location Index menjelaskan bahwa hortikultura komoditas sayuran, buah-buahan dan biofarmaka di Kabupaten Nunukan menunjukkan nilai 0,000 dari 5 tahun berturut-turut yang berarti komoditas sayuran, buah-buahan, dan biofarmaka di kabupaten Nunukan secara comperative belum mempunyai potensial untuk mengembangkan aktivitas tertentu. Hasil analisis yang menggunakan Concentration Index (CI) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sebuku yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Sebuku merupakan konsentrasi (concentration) komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Nunukan yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Nunukan merupakan konsentrasi (concentration) komoditas buah-buahan. Dan hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Lumbis Ogong yang menunjukkan Lebih besar 1 (CI>1) maka, secara comperative Kecamatan Lumbis Ogong merupakan konsentrasi (concentration) komoditas biofarmaka. Alat analisis yang menggunakan Location Quotient (LQ) komoditas sayuran di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Krayan yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Krayan sehingga basis komoditas sayuran. Hasil analisis komoditas komoditas buah-buahan di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sei Menggaris yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sei Menggaris basis komoditas buah-buahan. Hasil analisis komoditas biofarmaka di Kabupaten Nunukan yaitu Kecamatan Sembakung yang menunjukkan Lebih besar LQ>1 maka, secara competitive Kecamatan Sembakung basis komoditas biofarmaka. Kata kunci : Concentration Index, Location Index, Location Quotient
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada Puskesmas Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan instrumen pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah pegawai tetap puskesmas Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung yang berjumlah 54 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26.0. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja fisik tidak berpengaruh terhadap kinerja sedangkan variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.